Dirjen TP: "Pengelolaan sarana pascapanen secara profesional dapat meningkatkan nilai tambah,daya saing dan pendapatan petani"

Rabu, 27 April 2016

Bandung (27/4) Direktorat Pascapanen, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan (PPHTP) menyelenggarakan Pertemuan Penguatan Pengelolaan Sarana Pascapanen Tanaman Pangan  tanggal 26-29 April 2016 di Hotel Aston Pasteur Bandung.

Pertemuan dihadiri oleh  102 orang peserta terdiri dari  kelompok tani  dan petugas pendamping dari Dinas Pertanian Propinsi dan kabupaten penerima bantuan sarana pasca panen paket model padi, jagung dan kedelai 2013. Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Dr. Ir. Hasil Sembiring, MSc menekankan agar bantuan sarana yang telah diberikan kepada kelompok tani dapat dikelola secara profesional untuk  meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk tanaman pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.  

Pertemuan ini  diharapkan dapat memberikan dampak positif seperti: a) terjadinya perubahan perilaku poktan/gapoktan dalam penanganan pascapanen tanaman pangan secara baik dan benar; b) meningkatnya kemampuan mengelola sarana pascapanen, baik teknis, administrasi keuangan maupun manajerial; c) berkembangnya pendayagunaan sarana pascapanen tanaman pangan dan d) terjalinnya kemitraan dengan pihak terkait dalam mendukung program pemerintah.(Sumber : Humas Ditjen TP)

Google+

Bandung (27/4) Direktorat Pascapanen, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan (PPHTP) menyelenggarakan Pertemuan Penguatan Pengelolaan Sarana Pascapanen Tanaman Pangan  tanggal 26-29 April 2016 di Hotel Aston Pasteur Bandung.

Pertemuan dihadiri oleh  102 orang peserta terdiri dari  kelompok tani  dan petugas pendamping dari Dinas Pertanian Propinsi dan kabupaten penerima bantuan sarana pasca panen paket model padi, jagung dan kedelai 2013. Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Dr. Ir. Hasil Sembiring, MSc menekankan agar bantuan sarana yang telah diberikan kepada kelompok tani dapat dikelola secara profesional untuk  meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk tanaman pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.  

Pertemuan ini  diharapkan dapat memberikan dampak positif seperti: a) terjadinya perubahan perilaku poktan/gapoktan dalam penanganan pascapanen tanaman pangan secara baik dan benar; b) meningkatnya kemampuan mengelola sarana pascapanen, baik teknis, administrasi keuangan maupun manajerial; c) berkembangnya pendayagunaan sarana pascapanen tanaman pangan dan d) terjalinnya kemitraan dengan pihak terkait dalam mendukung program pemerintah.(Sumber : Humas Ditjen TP)

Google+
berita lain