GELAR PRODUK TANAMAN PANGAN PADA PAMERAN APKASI INTERNATIONAL TRADE AND INVESTMENT (AITIS) TAHUN 2016

Kamis, 12 Mei 2016

Gelar potensi produk tanaman pangan yang ditampilkan pada AITIS 2016 menunjukkan bahwa Pemerintah memberikan perhatian dan rasa kebanggaan terhadap potensi produk tanaman pangan yang ada di Indonesia. Melalui pameran diharapkan masyarakat lebih mengenal aneka macam beras yang dimiliki Indonesia, baik dari beras putih maupun beras berwarna (beras merah dan beras hitam), kandungan gizinya, dan sebagainya.

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) menyelenggarakan acara Apkasi Internasional Trade and Summit (AITIS) tahun 2016 di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Jakarta, pada tanggal 5 – 7 Mei 2016. Acara AITIS merupakan agenda tahunan Apkasi dalam rangka promosi perdagangan dan investasi pemerintah daerah seluruh Indonesia. Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku Ketua Dewan Otonomi Daerah membuka pameran AITIS 2016 pada tanggal 5 Mei 2016. Pameran yang bertemakan “Penjajakan Kerjasama Pembangunan Yang Lebih Progresif” ini dibagi menjadi tujuh bidang yaitu infrastruktur dan kemitraan, pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan, energi dan pertambangan, perdagangan, dan parawisata.

Pada pembukaan pameran Wakil Presiden Jusuf Kalla berpesan bahwa tujuan otonomi daerah dalam meningkatkan kesejahteraan dari peningkatan produktivitas daerah dapat dilihat dari inovasi dan kreatifitas daerahnya. Peningkatan produksi dan kualitas suatu daerah di bidang pertanian dan manufaktur yang berhasil dapat meningkatkan pembangunan daerah sehingga tidak ada masyarakat desa yang keluar dari desa ke kota. Investasi yang dibutuhkan dalam perkembangan daerah berupa infrastruktur pelabuhan barat dan timur untuk percepatan perdagangan menjadikan daerah-daerah yang mempunyai daya saing lebih baik. Pameran AITIS ini diikuti oleh 410 stand yang terdiri 212 Kabupaten, 12 Kota, 21 Provinsi, 16 instansi K/L, 6 BUMN, 15 perusahaan swasta, dan lain-lain.

Pada kegiatan AITIS ini Kementerian Pertanian ikut berpartisipasi dalam pameran, dalam hal ini diwakili oleh Direktorat PPHTP-Ditjen Tanaman, Badan Litbang dan Sekretariat Jenderal. Diharapkan melalui ajang pameran AITIS ini dapat mengenalkan produk-produk unggulan komoditas tanaman pangan. Produk-produk yang ditampilkan pada pameran adalah beras organik Pandanwangi Cianjur, nasi liwet instan, beras merah, beras hitam, tepung mocaf, aneka olahan kedelai, tiwul instan, dan aneka produk minuman dari beras, jagung, dan kedelai.

Pada penutupan pameran pada tanggal 7 Mei 2016, Presiden Joko Widodo memberikan pesan yang menitikberatkan kepada peningkatan daya saing melalui penyederhanaan peraturan/perizinan investasi dan penyiapan SDM dalam rangka peningkatan peringkat Indonesia dalam kemudahan berusaha (ease of doing business) yang saat ini berada di posisi 109 dan ditargetkan menjadi peringkat 45 pada 2019.(HUMAS TP)

Google+

Gelar potensi produk tanaman pangan yang ditampilkan pada AITIS 2016 menunjukkan bahwa Pemerintah memberikan perhatian dan rasa kebanggaan terhadap potensi produk tanaman pangan yang ada di Indonesia. Melalui pameran diharapkan masyarakat lebih mengenal aneka macam beras yang dimiliki Indonesia, baik dari beras putih maupun beras berwarna (beras merah dan beras hitam), kandungan gizinya, dan sebagainya.

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) menyelenggarakan acara Apkasi Internasional Trade and Summit (AITIS) tahun 2016 di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Jakarta, pada tanggal 5 – 7 Mei 2016. Acara AITIS merupakan agenda tahunan Apkasi dalam rangka promosi perdagangan dan investasi pemerintah daerah seluruh Indonesia. Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku Ketua Dewan Otonomi Daerah membuka pameran AITIS 2016 pada tanggal 5 Mei 2016. Pameran yang bertemakan “Penjajakan Kerjasama Pembangunan Yang Lebih Progresif” ini dibagi menjadi tujuh bidang yaitu infrastruktur dan kemitraan, pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan, energi dan pertambangan, perdagangan, dan parawisata.

Pada pembukaan pameran Wakil Presiden Jusuf Kalla berpesan bahwa tujuan otonomi daerah dalam meningkatkan kesejahteraan dari peningkatan produktivitas daerah dapat dilihat dari inovasi dan kreatifitas daerahnya. Peningkatan produksi dan kualitas suatu daerah di bidang pertanian dan manufaktur yang berhasil dapat meningkatkan pembangunan daerah sehingga tidak ada masyarakat desa yang keluar dari desa ke kota. Investasi yang dibutuhkan dalam perkembangan daerah berupa infrastruktur pelabuhan barat dan timur untuk percepatan perdagangan menjadikan daerah-daerah yang mempunyai daya saing lebih baik. Pameran AITIS ini diikuti oleh 410 stand yang terdiri 212 Kabupaten, 12 Kota, 21 Provinsi, 16 instansi K/L, 6 BUMN, 15 perusahaan swasta, dan lain-lain.

Pada kegiatan AITIS ini Kementerian Pertanian ikut berpartisipasi dalam pameran, dalam hal ini diwakili oleh Direktorat PPHTP-Ditjen Tanaman, Badan Litbang dan Sekretariat Jenderal. Diharapkan melalui ajang pameran AITIS ini dapat mengenalkan produk-produk unggulan komoditas tanaman pangan. Produk-produk yang ditampilkan pada pameran adalah beras organik Pandanwangi Cianjur, nasi liwet instan, beras merah, beras hitam, tepung mocaf, aneka olahan kedelai, tiwul instan, dan aneka produk minuman dari beras, jagung, dan kedelai.

Pada penutupan pameran pada tanggal 7 Mei 2016, Presiden Joko Widodo memberikan pesan yang menitikberatkan kepada peningkatan daya saing melalui penyederhanaan peraturan/perizinan investasi dan penyiapan SDM dalam rangka peningkatan peringkat Indonesia dalam kemudahan berusaha (ease of doing business) yang saat ini berada di posisi 109 dan ditargetkan menjadi peringkat 45 pada 2019.(HUMAS TP)

Google+
berita lain