PERTEMUAN KOORDINASI AKSELERASI EKSPOR KOMODITAS TANAMAN PANGAN

Selasa, 31 Mei 2016

Dalam rangka mendorong pengembangan pasar dalam negeri dan peningkatan ekspor produk strategis tanaman pangan, Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan (PPHTP) telah menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Akselerasi Ekspor Komoditas Tanaman Pangan. Pertemuan koordinasi ini dilaksanakan di Hotel Amaroossa, Bandung, pada tanggal 25 – 27 Mei 2016 dan dihadiri oleh 70 peserta yang terdiri dari perwakilan dari gapoktan/poktan, pelaku usaha/eksportir, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur dan Sumatera Barat, serta dari Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, dan Bulog.

Pertemuan ini dibuka oleh Bapak Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Dr. Ir. Hasil Sembiring, MSc dan narasumber pada pertemuan ini adalah Direktur PPHTP Ir. Tri Agustin Satriani, MM, pelaku usaha (Gapoktan Sarinah, PT. Sejati Makmur Semesta, CV. Hasil Tani Sejahtera dan PT. Saudi Indonesia Multi Investment). Pertemuan  Koordinasi Akselerasi Ekspor ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi, memperluas jaringan, menumbuhkan motivasi untuk  kerja keras  guna menjadikan produk tanaman pangan, tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri dan mengurangi impor,  tetapi juga melakukan akselerasi ekspor dengan tetap berorientasi kepada peningkatan nilai tambah dan daya saing, peningkatan kesejahteraan petani serta memperhatikan kepentingan konsumen. Untuk meningkatkan pemanfaatan peluang pasar baik dalam maupun luar negeri, perlu penanganan yang lebih baik dimulai dari budidaya sampai pada tahap pemasaran. Untuk itu perlu dukungan sarana dan prasarana dimulai dari benih sampai dengan pemasaran dan investasi. Perlu melakukan analisa kebutuhan sarana dan prasarana yang secara signifikan dapat meningkatkan produksi, daya saing baik dari segi mutu dan harga. Sehubungan hal tersebut  koordinasi antara Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota dan Pelaku Usaha serta Petani perlu lebih ditingkatkan. Dalam rangka memperluas wawasan peserta, pada pertemuan ini diperkaya dengan kunjungan lapangan (field trip) ke pelaku usaha produk olahan tanaman pangan yang sudah melakukan ekspor yaitu nasi liwet instan 1001 di Kecamatan Samarang, Garut. Diharapkan dengan kunjungan lapangan ini peserta dapat memperoleh pengalaman dari Direktur CV 1001 Bapak Andris Wijaya dan melihat secara langsung proses produksinya.

Berdasarkan pengarahan dan materi yang disampaikan oleh narasumber serta diskusi yang berkembang, beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain : (a). Untuk mengidentifikasi spesifikasi produk  yang dapat diekspor, pelaku usaha perlu menginformasikan kepada petani sehingga terjadi keselarasan antara permintaan pasar dengan produk yang dikembangkan petani,
(b). Kelompoktani/gabungan kelompok tani perlu melakukan pembinaan yang intensif kepada anggotanya dalam mendorong petani untuk melakukan pengembangan usaha dengan memanfaatkan peluang pasar baik didalam negeri maupun ekspor, dan (c). Pasca pertemuan diharapkan akan terjalin komunikasi yang efektif antara pelaku usaha dan petani yang dapat mendorong terciptanya terjalinnya  kemitraan yang saling menguntungkan. (Sumber: Direktorat PPHTP)

Google+

Dalam rangka mendorong pengembangan pasar dalam negeri dan peningkatan ekspor produk strategis tanaman pangan, Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan (PPHTP) telah menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Akselerasi Ekspor Komoditas Tanaman Pangan. Pertemuan koordinasi ini dilaksanakan di Hotel Amaroossa, Bandung, pada tanggal 25 – 27 Mei 2016 dan dihadiri oleh 70 peserta yang terdiri dari perwakilan dari gapoktan/poktan, pelaku usaha/eksportir, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur dan Sumatera Barat, serta dari Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, dan Bulog.

Pertemuan ini dibuka oleh Bapak Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Dr. Ir. Hasil Sembiring, MSc dan narasumber pada pertemuan ini adalah Direktur PPHTP Ir. Tri Agustin Satriani, MM, pelaku usaha (Gapoktan Sarinah, PT. Sejati Makmur Semesta, CV. Hasil Tani Sejahtera dan PT. Saudi Indonesia Multi Investment). Pertemuan  Koordinasi Akselerasi Ekspor ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi, memperluas jaringan, menumbuhkan motivasi untuk  kerja keras  guna menjadikan produk tanaman pangan, tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri dan mengurangi impor,  tetapi juga melakukan akselerasi ekspor dengan tetap berorientasi kepada peningkatan nilai tambah dan daya saing, peningkatan kesejahteraan petani serta memperhatikan kepentingan konsumen. Untuk meningkatkan pemanfaatan peluang pasar baik dalam maupun luar negeri, perlu penanganan yang lebih baik dimulai dari budidaya sampai pada tahap pemasaran. Untuk itu perlu dukungan sarana dan prasarana dimulai dari benih sampai dengan pemasaran dan investasi. Perlu melakukan analisa kebutuhan sarana dan prasarana yang secara signifikan dapat meningkatkan produksi, daya saing baik dari segi mutu dan harga. Sehubungan hal tersebut  koordinasi antara Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota dan Pelaku Usaha serta Petani perlu lebih ditingkatkan. Dalam rangka memperluas wawasan peserta, pada pertemuan ini diperkaya dengan kunjungan lapangan (field trip) ke pelaku usaha produk olahan tanaman pangan yang sudah melakukan ekspor yaitu nasi liwet instan 1001 di Kecamatan Samarang, Garut. Diharapkan dengan kunjungan lapangan ini peserta dapat memperoleh pengalaman dari Direktur CV 1001 Bapak Andris Wijaya dan melihat secara langsung proses produksinya.

Berdasarkan pengarahan dan materi yang disampaikan oleh narasumber serta diskusi yang berkembang, beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain : (a). Untuk mengidentifikasi spesifikasi produk  yang dapat diekspor, pelaku usaha perlu menginformasikan kepada petani sehingga terjadi keselarasan antara permintaan pasar dengan produk yang dikembangkan petani,
(b). Kelompoktani/gabungan kelompok tani perlu melakukan pembinaan yang intensif kepada anggotanya dalam mendorong petani untuk melakukan pengembangan usaha dengan memanfaatkan peluang pasar baik didalam negeri maupun ekspor, dan (c). Pasca pertemuan diharapkan akan terjalin komunikasi yang efektif antara pelaku usaha dan petani yang dapat mendorong terciptanya terjalinnya  kemitraan yang saling menguntungkan. (Sumber: Direktorat PPHTP)

Google+
berita lain