Mentan dan Mendag Minta Bantuan Polisi Jaga Harga Sembako

Selasa, 09 Agustus 2016

Thumbnails

Jakarta -- Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita angkat bicara soal perlunya bantuan polisi dalam rangka menindak spekulan yang mempermainkan harga sembako.

"Kami telah sampaikan bahwa harga atau usaha para spekulan untuk menaikan harga biasanya dilakukan dengan penimbunan. Mereka akan melihat siklusnya. Ini yang kita mintakan dan kita dapat dukungan dari bapak Kapolri (untuk menindak)," kata Enggartiasto di Mabes Polri Senin (8/8).

Penimbunan mengakibatkan distorsi terhadap ketersediaan pasar serta harga. Untuk itu mereka yang melakukan itu akan ditindak. Untuk mencegah fluktuasi harga maka seluruh hasil panen dalam negeri akan diserahkan ke pasar domestik.

Amran juga mengakui masih adanya praktik lancung para spekulan. Misalnya untuk harga bawang merah di mana masih ada disparitas harga antara di tingkat petani dengan konsumen.

"Bawang di (petani) lapangan harganya Rp 10.000/kg tapi di konsumen harganya Rp 40 ribu/kg. Ini kita selesaikan bersama. Tadi pagi kita tindak lanjuti bersama dengan eselon 1, 2 dan Kemendag," tambahnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengamini jika memang masih ada lubang dalam UU yang ada untuk menindak spekulan. Untuk itu lubang itu harus segera ditambal dan mereka akan menggelar pertemuan kembali.

Turut hadir dalam acara di Mabes Polri adalah Kepala BKPM Thomas Lembong, Ketua KPPU M. Syarkawi Rauf, dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi. 

Link Berita: http://www.beritasatu.com/makro/378717-mentan-dan-mendag-minta-bantuan-polisi-jaga-harga-sembako.html

Sumber : BeritaSatu.com; Farouk Arnaz/FMB

Google+
Thumbnails

Jakarta -- Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita angkat bicara soal perlunya bantuan polisi dalam rangka menindak spekulan yang mempermainkan harga sembako.

"Kami telah sampaikan bahwa harga atau usaha para spekulan untuk menaikan harga biasanya dilakukan dengan penimbunan. Mereka akan melihat siklusnya. Ini yang kita mintakan dan kita dapat dukungan dari bapak Kapolri (untuk menindak)," kata Enggartiasto di Mabes Polri Senin (8/8).

Penimbunan mengakibatkan distorsi terhadap ketersediaan pasar serta harga. Untuk itu mereka yang melakukan itu akan ditindak. Untuk mencegah fluktuasi harga maka seluruh hasil panen dalam negeri akan diserahkan ke pasar domestik.

Amran juga mengakui masih adanya praktik lancung para spekulan. Misalnya untuk harga bawang merah di mana masih ada disparitas harga antara di tingkat petani dengan konsumen.

"Bawang di (petani) lapangan harganya Rp 10.000/kg tapi di konsumen harganya Rp 40 ribu/kg. Ini kita selesaikan bersama. Tadi pagi kita tindak lanjuti bersama dengan eselon 1, 2 dan Kemendag," tambahnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengamini jika memang masih ada lubang dalam UU yang ada untuk menindak spekulan. Untuk itu lubang itu harus segera ditambal dan mereka akan menggelar pertemuan kembali.

Turut hadir dalam acara di Mabes Polri adalah Kepala BKPM Thomas Lembong, Ketua KPPU M. Syarkawi Rauf, dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi. 

Link Berita: http://www.beritasatu.com/makro/378717-mentan-dan-mendag-minta-bantuan-polisi-jaga-harga-sembako.html

Sumber : BeritaSatu.com; Farouk Arnaz/FMB

Google+
berita lain