DIRJEN TANAMAN PANGAN MENDORONG UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI

Kamis, 18 Agustus 2016

[Palembang]. Dirjen Tanaman Pangan selaku Penanggungjawab UPSUS Sumatera Selatan pada hari Selasa (16/8/16) melakukan rapat konsolidasi percepatan tanam di kantor Dinas Pertanian Provinsi Sematera Selatan bersama Kepala Dinas Pertanian TPH Provinsi dan Penanggung Jawab UPSUS Kabupaten/Kota.  Luas tanam bulan Agustus-September di Provinsi Sumatera Selatan ditargetkan seluas 220.000 Ha. Untuk mencapai sasaran dimaksud dilakukanlah gerakan percepatan tanam. Pencanangan gerakan ini sudah diawali oleh Dirjen Tanaman Pangan di Desa Sumber Mulya Kecamatan Muara Telang Kabupaten Banyuasin pada awal Agustus lalu. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari TNI AD yang akan mengirimkan personil nya ke beberapa lokasi percepatan tanam.

IP 200: Produksi meningkat, pendapatan berlipat

Komitmen kuat Dirjen Tanaman Pangan dalam upaya peningkatan produksi padi sudah tidak diragukan lagi. Hasil Sembiring, setiap hari memantau luas tambah tanam padi di wilayah Sumatera Selatan. Tidak hanya itu, setiap minggu turun ke sawah untuk memastikan adanya pertanaman padi. Juga senantiasa menyambangi petani,  berdiskusi dengan mereka  dan mengajaknya untuk ikut serta dalam mendukung upaya peningkatan produksi padi.

Dirjen Tanaman Pangan berbincang dengan salah satu petani di lahan sawah desa Sungai Rasau Kec. Pamulutan Kab. Ogan Ilir [17/8/2016]. Menurut penuturan petani tersebut, di lahan persawahan Sungai Rasau tanam padi masih satu kali dalam  setahun. Oleh karena itu,  Dirjen Tanaman Pangan mendorong agar petani dapat mengupayakan tanam 2 kali setahun di tahun depan (IP 200). Dengan demikian, di samping produksi padi meningkat, juga pendapatan petani berlipat.  

 

Percepatan Tanam: Peluang Enterpreuner Petani

Setibanya di Desa Palu Kec. Pamulutan,  Hasil Sembiring mendapati traktor R-4 yang terparkir dipinggir jalan. Alsintan tersebut tidak dioperasikan karena semua persawahan sudah tertanami padi. Kepada kelompok tani, Dirjen Tanaman Pangan selaku Penanggungjawab UPSUS Sumatera Selatan menyarankan agar alsintan tersebut dioperasionalkan di wilayah lain yang sedang melakukan percepatan tanam. Dalam rangka percepatan tanam, diperlukan mobilisasi TR-4.  Oleh karena itu, TR-4 di desa Palu agar dapat dimanfaatkan di wilayah lain yang akan melakukan pengolahan tanah.  Menurut Dirjen Tanaman Pangan,  jika kelompok tani memiliki jiwa enterpreuner, maka percepatan tanam padi di suatu wilayah akan menjadi peluang bagi peningkatan pendapatan usaha poktan. Dengan demikian, selain kesejahteraan anggota meningkat juga poktan memliki dana untuk membangun tempat penyimpanan alsintan. Diharapkan Dinas Pertanian setempat dapat memfasilitasi poktan yang memiliki TR-4 untuk dapat mengoperasionalkan alsintan di wilayah percepatan tanam terdekat [HumasTP].

Google+

[Palembang]. Dirjen Tanaman Pangan selaku Penanggungjawab UPSUS Sumatera Selatan pada hari Selasa (16/8/16) melakukan rapat konsolidasi percepatan tanam di kantor Dinas Pertanian Provinsi Sematera Selatan bersama Kepala Dinas Pertanian TPH Provinsi dan Penanggung Jawab UPSUS Kabupaten/Kota.  Luas tanam bulan Agustus-September di Provinsi Sumatera Selatan ditargetkan seluas 220.000 Ha. Untuk mencapai sasaran dimaksud dilakukanlah gerakan percepatan tanam. Pencanangan gerakan ini sudah diawali oleh Dirjen Tanaman Pangan di Desa Sumber Mulya Kecamatan Muara Telang Kabupaten Banyuasin pada awal Agustus lalu. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari TNI AD yang akan mengirimkan personil nya ke beberapa lokasi percepatan tanam.

IP 200: Produksi meningkat, pendapatan berlipat

Komitmen kuat Dirjen Tanaman Pangan dalam upaya peningkatan produksi padi sudah tidak diragukan lagi. Hasil Sembiring, setiap hari memantau luas tambah tanam padi di wilayah Sumatera Selatan. Tidak hanya itu, setiap minggu turun ke sawah untuk memastikan adanya pertanaman padi. Juga senantiasa menyambangi petani,  berdiskusi dengan mereka  dan mengajaknya untuk ikut serta dalam mendukung upaya peningkatan produksi padi.

Dirjen Tanaman Pangan berbincang dengan salah satu petani di lahan sawah desa Sungai Rasau Kec. Pamulutan Kab. Ogan Ilir [17/8/2016]. Menurut penuturan petani tersebut, di lahan persawahan Sungai Rasau tanam padi masih satu kali dalam  setahun. Oleh karena itu,  Dirjen Tanaman Pangan mendorong agar petani dapat mengupayakan tanam 2 kali setahun di tahun depan (IP 200). Dengan demikian, di samping produksi padi meningkat, juga pendapatan petani berlipat.  

 

Percepatan Tanam: Peluang Enterpreuner Petani

Setibanya di Desa Palu Kec. Pamulutan,  Hasil Sembiring mendapati traktor R-4 yang terparkir dipinggir jalan. Alsintan tersebut tidak dioperasikan karena semua persawahan sudah tertanami padi. Kepada kelompok tani, Dirjen Tanaman Pangan selaku Penanggungjawab UPSUS Sumatera Selatan menyarankan agar alsintan tersebut dioperasionalkan di wilayah lain yang sedang melakukan percepatan tanam. Dalam rangka percepatan tanam, diperlukan mobilisasi TR-4.  Oleh karena itu, TR-4 di desa Palu agar dapat dimanfaatkan di wilayah lain yang akan melakukan pengolahan tanah.  Menurut Dirjen Tanaman Pangan,  jika kelompok tani memiliki jiwa enterpreuner, maka percepatan tanam padi di suatu wilayah akan menjadi peluang bagi peningkatan pendapatan usaha poktan. Dengan demikian, selain kesejahteraan anggota meningkat juga poktan memliki dana untuk membangun tempat penyimpanan alsintan. Diharapkan Dinas Pertanian setempat dapat memfasilitasi poktan yang memiliki TR-4 untuk dapat mengoperasionalkan alsintan di wilayah percepatan tanam terdekat [HumasTP].

Google+
berita lain