Kinerja UPSUS: Luas Tanam Padi dan Jagung tahun 2016 Meningkat

Kamis, 06 Oktober 2016

[Yogyakarta, 5/10/16]. Direktorat Jenderal  Tanaman Pangan bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik mengelar Rakor  Penyusunan Angka Ramalan II Tahun 2016 Produksi Produksi 2016. Rapat dihadiri oleh Kabid Produksi dan Kepala BPS Provinsi se Indonesia serta Penanggung Jawab UPSUS Provinsi dan dibuka secara resmi oleh Dr. Ir. Hasil Sembiring, MSc, Dirjen Tanaman Pangan.  Dalam sambutannya,  Hasil sembiring mengatakan bahwa pertemuan ini sangat penting untuk mengukur capaian produksi tanaman pangan sebagai salah satu ukuran kinerja atas pelaksanaan program pembangunan khususnya tahun 2016, serta sebagai bahan dalam penetapan kebijakan.

Menurut Hasil Sembiring, berdasarkan hasil evaluasi per tanggal 30 September 2016, luas tanam padi tahun 2016 (MT 2015/2016 dan MT 2016), secara nasional mencapai 15,5 juta Ha, meningkat satu juta Ha dibanding tahun 2015 (14,5 juta Ha). Luas tanam jagung tahun 2016 (Oktober 2015 – Agustus 2016) seluas 4,34 juta Ha, meningkat 537 ribu Ha dibanding tahun 2015 (3,80 juta Ha).

Pencapaian luas tanam tersebut antara lain didukung oleh kegiatan UPSUS 2016 dan carry over dampak kegiatan UPSUS 2015 serta dukungan iklim basah (La Nina) . Kegiatan UPSUS  tidak semata-mata meningkatkan luas tanam dan produksi, tetapi juga berpengaruh secara sosial terhadap perubahan prilaku petani yang sebelumnya berprilaku statis menjadi dinamis dalam upaya melaksanakan budidaya tanaman pangan. Hal ini tentunya menjadi modal yang berharga dalam rangka meningkatkan produksi tanaman pangan ke depan.

Rakor juga dihadiri Dr. Adi Lumaksono, MA,  Deputi Bidang statistik Produksi BPS. Beliau berharap rakor tidak hanya merupakan forum untuk mendiskusikan justifikasi perkembangan angka produksi tanaman pangan, tapi juga memiliki arti yang sangat penting sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan sinergi dan koordinasi dengan jajaran Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi, khususnya dalam kegiatan pengumpulan data tanaman pangan [Humas TP].

Google+

[Yogyakarta, 5/10/16]. Direktorat Jenderal  Tanaman Pangan bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik mengelar Rakor  Penyusunan Angka Ramalan II Tahun 2016 Produksi Produksi 2016. Rapat dihadiri oleh Kabid Produksi dan Kepala BPS Provinsi se Indonesia serta Penanggung Jawab UPSUS Provinsi dan dibuka secara resmi oleh Dr. Ir. Hasil Sembiring, MSc, Dirjen Tanaman Pangan.  Dalam sambutannya,  Hasil sembiring mengatakan bahwa pertemuan ini sangat penting untuk mengukur capaian produksi tanaman pangan sebagai salah satu ukuran kinerja atas pelaksanaan program pembangunan khususnya tahun 2016, serta sebagai bahan dalam penetapan kebijakan.

Menurut Hasil Sembiring, berdasarkan hasil evaluasi per tanggal 30 September 2016, luas tanam padi tahun 2016 (MT 2015/2016 dan MT 2016), secara nasional mencapai 15,5 juta Ha, meningkat satu juta Ha dibanding tahun 2015 (14,5 juta Ha). Luas tanam jagung tahun 2016 (Oktober 2015 – Agustus 2016) seluas 4,34 juta Ha, meningkat 537 ribu Ha dibanding tahun 2015 (3,80 juta Ha).

Pencapaian luas tanam tersebut antara lain didukung oleh kegiatan UPSUS 2016 dan carry over dampak kegiatan UPSUS 2015 serta dukungan iklim basah (La Nina) . Kegiatan UPSUS  tidak semata-mata meningkatkan luas tanam dan produksi, tetapi juga berpengaruh secara sosial terhadap perubahan prilaku petani yang sebelumnya berprilaku statis menjadi dinamis dalam upaya melaksanakan budidaya tanaman pangan. Hal ini tentunya menjadi modal yang berharga dalam rangka meningkatkan produksi tanaman pangan ke depan.

Rakor juga dihadiri Dr. Adi Lumaksono, MA,  Deputi Bidang statistik Produksi BPS. Beliau berharap rakor tidak hanya merupakan forum untuk mendiskusikan justifikasi perkembangan angka produksi tanaman pangan, tapi juga memiliki arti yang sangat penting sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan sinergi dan koordinasi dengan jajaran Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi, khususnya dalam kegiatan pengumpulan data tanaman pangan [Humas TP].

Google+
berita lain