PENANGKARAN BENIH JAGUNG HIBRIDA BIMA 20-URI MENDUKUNG UPAYA “ZERO IMPOR JAGUNG”

Selasa, 22 November 2016

Dirjen Tanaman Pangan bersama Gubernur Sulawesi Tengah, melakukan panen benih jagung hibrida BIMA 20-URI. Panen dilakukan di areal penangkaran benih  Kelompok Tani Sinar  Harapan di Labuhan Toposo Donggala. Dirjen Tanaman Pangan memberikan apreasiasi atas penangkaran benih ini dan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan benih jagung khususnya di Sulteng. Hal ini sangat penting dalam mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkan “zero impor jagung”.  Masyarakat  Sulteng agar terus berkontribusi dalam peningkatan produksi jagung ini. Demikian yang disampaikan oleh Hasil Sembiring, Sabtu 19 Nopember 2016 di Donggala Sulteng.

Gubernur Sulteng, berkomitmen untuk menjadikan Sulteng sebagai sentra benih jagung hibrida BIMA 20-URI. Sehingga ketersediaan benih jagung di Sulteng dapat terpenuhi. Gubernur Sulteng juga berkomitmen untuk meningkatkan luas areal tanam jagung yang akan disepakati dalam waktu dekat dengan Bupati/Walikota se Propinsi Sulawesi Tengah.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Donggala juga menyatakan komitmennya  peningkatan produksi jagung. Semua masyarakat Labuan Toposo tanam jagung, termasuk Kepala Desa. Bupati bersama masyarakat di 16 kecamatan dan 158 desa mendukung penuh upaya pemerintah untuk tidak impor jagung.

Acara panen tersebut dilanjutkan dengan melakukan gerakan tanam jagung komposit di Kelompok Tani Sinar  Harapan di Labuhan Toposo Donggala. Penanaman dilakukan pada areal seluas 50 ha. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara BULOG dengan rangka pembelian jagung apabila harga di bawah HPP dengan syarat kadar air maksimal 15% dan tidak berjamur. Penandatanganan MoU tersebut disaksikan bersama oleh Dirjen Tanaman Pangan, Gubernur Sulteng dan Bupati [Humas TP].

Google+

Dirjen Tanaman Pangan bersama Gubernur Sulawesi Tengah, melakukan panen benih jagung hibrida BIMA 20-URI. Panen dilakukan di areal penangkaran benih  Kelompok Tani Sinar  Harapan di Labuhan Toposo Donggala. Dirjen Tanaman Pangan memberikan apreasiasi atas penangkaran benih ini dan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan benih jagung khususnya di Sulteng. Hal ini sangat penting dalam mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkan “zero impor jagung”.  Masyarakat  Sulteng agar terus berkontribusi dalam peningkatan produksi jagung ini. Demikian yang disampaikan oleh Hasil Sembiring, Sabtu 19 Nopember 2016 di Donggala Sulteng.

Gubernur Sulteng, berkomitmen untuk menjadikan Sulteng sebagai sentra benih jagung hibrida BIMA 20-URI. Sehingga ketersediaan benih jagung di Sulteng dapat terpenuhi. Gubernur Sulteng juga berkomitmen untuk meningkatkan luas areal tanam jagung yang akan disepakati dalam waktu dekat dengan Bupati/Walikota se Propinsi Sulawesi Tengah.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Donggala juga menyatakan komitmennya  peningkatan produksi jagung. Semua masyarakat Labuan Toposo tanam jagung, termasuk Kepala Desa. Bupati bersama masyarakat di 16 kecamatan dan 158 desa mendukung penuh upaya pemerintah untuk tidak impor jagung.

Acara panen tersebut dilanjutkan dengan melakukan gerakan tanam jagung komposit di Kelompok Tani Sinar  Harapan di Labuhan Toposo Donggala. Penanaman dilakukan pada areal seluas 50 ha. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara BULOG dengan rangka pembelian jagung apabila harga di bawah HPP dengan syarat kadar air maksimal 15% dan tidak berjamur. Penandatanganan MoU tersebut disaksikan bersama oleh Dirjen Tanaman Pangan, Gubernur Sulteng dan Bupati [Humas TP].

Google+
berita lain