TOPOGRAFI RENDAH: BANJIR MERENDAM SAWAH

Jum'at, 25 November 2016

“Itu telaga atau sawah” Tanya Hasil Sembiring --Dirjen Tanaman Pangan-- ketika turun dari mobil dan menyaksikan genangan air. “ O, itu sawah yang terendam banjir pak, sudah seminggu ini terendamnya, jawab Redi, ketua Kelompok tani Makmur Jaya, desa Sukamakmur, Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang (Minggu, 20/11/2016).

Hujan yang terus menerus di wilayah Jawa Barat sejak awal bulan November 2016, mengakibatkan volume air meningkat termasuk bendungan Saguling di Jawa Barat. Pada tanggal 10 November 2016 General manager Indonesia Power, Unit Pembangkitan Saguling memberikan peringatan bahwa kondisi air waduk Saguling, sampai dengan tanggal 10 November 2016 mencapai ketinggian 643,70 mdpl, pada saat elevasi mencapai 643,80 mdpl sesuai SOP pintu spillway No 3. Harus dibuka setinggi 1 m hal ini akan mengakibatkan volume air sungai Citarum akan bertambah besar. Dan sewaktu waktu daerah aliran sungai Citarum terjadi alran deras dan banjir.

Berdasarkan laporan Koordinator Pengamat Hama dan Penanggung jawab laboratorium wilayah Subang, sawah di Karawang telah mengalami banjir sejak tanggal 13 November 2016 yang meliputi: Kecamatan Teluk Jambe Timur 148 ha (umur 80-90 HST) dan Kecamatan Batujaya 30 ha (umur 30 – 50 HST)

Redi menuturkan bahwa volume air yang tinggi, topografi desa yang rendah dan sulitnya saluran pembuangan yang mengakibatkan lamanya genangan air. Beberapa hamparan sawah yang terendam banjir masih dapat dipanen oleh para petani meskipun mutu gabah rendah, dan belum ada pedagang yang menawar. Petani menambah biaya panen dengan menyewa perahu Rp 150000/ hari.

Dirjen Tanaman Pangan menyadari dengan topografi di desa Sukamakmur, Kec. Teluk Jambe Timur banjir tidak bisa dihindarkan apabila ada volume air yang tingg di Sungai Citarum. Daerah yang rendah sangat potensial untuk tergenang yang sulit untuk di alirkan ketempat lain.

Dalam kesempatan tersebut bapak Dirjen menanyakan kepada ketua kelompok tani makmur Jaya, apakah petani yang kebanjiran ini mengikuti asuransi pertanian? Menurut ketua kelompok tani, tahun lalu para anggota kelompok tani ikut asuransi akan tetapi tidak terjadi kerusakan tanaman dan panen, dengan pengalaman yang baik itu tahun ini tidak mau mengikuti asuransi pertanian. Tetapi justru saat ini sawahnya terendam banjir.

Selanjutnya Dirjen Tanaman Pangan memberikan arahan untuk daerah daerah yang terkena banjir tersebut agar:

  1. Petugas Kortikab OPT kab. Karawang harus segera mendata sawah yang kebanjiran, kemudian segera mengajukan CPCL dan melalui dinas Pertanian untuk meminta bantuan benih, yang berasal dari Cadangan Benih Nasional.
  2. Kelompok tani didorong untuk menyiapkan benih benih yang tahan genangan air seperti Inpari 29, 30, 31 dan mengikuti program desa mandiri benih.
  3. Benih padi tahan genangan banjir saat ini telah dikembangkan oleh BBPadi, karena lokasinya relatif dekat para petugas lapang dapat membantu untuk memperolehnya di BB Padi, Sukamandi.
  4. Dinas Pertanian Kabupaten karawang agar segera memetakan daerah daerah yang rawan banjir, agar supaya cepat memberikan solusi apabila terjadi bencana banjir seperti yang terjadi saat ini.

Kepada semua petugas lapang yang hadir pada acara monitoring banjir, Hasil Sembiring berpesan agar para petugas ada ketika diperlukan oleh para petani, khususnya pada saat mendapat musibah banjir ini [Bas/HumasTP].

Google+

“Itu telaga atau sawah” Tanya Hasil Sembiring --Dirjen Tanaman Pangan-- ketika turun dari mobil dan menyaksikan genangan air. “ O, itu sawah yang terendam banjir pak, sudah seminggu ini terendamnya, jawab Redi, ketua Kelompok tani Makmur Jaya, desa Sukamakmur, Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang (Minggu, 20/11/2016).

Hujan yang terus menerus di wilayah Jawa Barat sejak awal bulan November 2016, mengakibatkan volume air meningkat termasuk bendungan Saguling di Jawa Barat. Pada tanggal 10 November 2016 General manager Indonesia Power, Unit Pembangkitan Saguling memberikan peringatan bahwa kondisi air waduk Saguling, sampai dengan tanggal 10 November 2016 mencapai ketinggian 643,70 mdpl, pada saat elevasi mencapai 643,80 mdpl sesuai SOP pintu spillway No 3. Harus dibuka setinggi 1 m hal ini akan mengakibatkan volume air sungai Citarum akan bertambah besar. Dan sewaktu waktu daerah aliran sungai Citarum terjadi alran deras dan banjir.

Berdasarkan laporan Koordinator Pengamat Hama dan Penanggung jawab laboratorium wilayah Subang, sawah di Karawang telah mengalami banjir sejak tanggal 13 November 2016 yang meliputi: Kecamatan Teluk Jambe Timur 148 ha (umur 80-90 HST) dan Kecamatan Batujaya 30 ha (umur 30 – 50 HST)

Redi menuturkan bahwa volume air yang tinggi, topografi desa yang rendah dan sulitnya saluran pembuangan yang mengakibatkan lamanya genangan air. Beberapa hamparan sawah yang terendam banjir masih dapat dipanen oleh para petani meskipun mutu gabah rendah, dan belum ada pedagang yang menawar. Petani menambah biaya panen dengan menyewa perahu Rp 150000/ hari.

Dirjen Tanaman Pangan menyadari dengan topografi di desa Sukamakmur, Kec. Teluk Jambe Timur banjir tidak bisa dihindarkan apabila ada volume air yang tingg di Sungai Citarum. Daerah yang rendah sangat potensial untuk tergenang yang sulit untuk di alirkan ketempat lain.

Dalam kesempatan tersebut bapak Dirjen menanyakan kepada ketua kelompok tani makmur Jaya, apakah petani yang kebanjiran ini mengikuti asuransi pertanian? Menurut ketua kelompok tani, tahun lalu para anggota kelompok tani ikut asuransi akan tetapi tidak terjadi kerusakan tanaman dan panen, dengan pengalaman yang baik itu tahun ini tidak mau mengikuti asuransi pertanian. Tetapi justru saat ini sawahnya terendam banjir.

Selanjutnya Dirjen Tanaman Pangan memberikan arahan untuk daerah daerah yang terkena banjir tersebut agar:

  1. Petugas Kortikab OPT kab. Karawang harus segera mendata sawah yang kebanjiran, kemudian segera mengajukan CPCL dan melalui dinas Pertanian untuk meminta bantuan benih, yang berasal dari Cadangan Benih Nasional.
  2. Kelompok tani didorong untuk menyiapkan benih benih yang tahan genangan air seperti Inpari 29, 30, 31 dan mengikuti program desa mandiri benih.
  3. Benih padi tahan genangan banjir saat ini telah dikembangkan oleh BBPadi, karena lokasinya relatif dekat para petugas lapang dapat membantu untuk memperolehnya di BB Padi, Sukamandi.
  4. Dinas Pertanian Kabupaten karawang agar segera memetakan daerah daerah yang rawan banjir, agar supaya cepat memberikan solusi apabila terjadi bencana banjir seperti yang terjadi saat ini.

Kepada semua petugas lapang yang hadir pada acara monitoring banjir, Hasil Sembiring berpesan agar para petugas ada ketika diperlukan oleh para petani, khususnya pada saat mendapat musibah banjir ini [Bas/HumasTP].

Google+
berita lain