Mentan lantik 2 pejabat baru di Lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

Rabu, 21 Desember 2016

Untuk mengoptimalkan kinerja pelaksanaan program dan pembangunan, penyegaran kembali dilakukan oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melantik 21 orang pejabat eselon 2. Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian Pertanian tersebut meliputi 9 pejabat promosi dan 12 pejabat mutasi, Selasa (20/12).

Amran berharap, dengan penggantian ini akan mempercepat pencapaian swasembada pangan. “Kita butuh pejabat yang pekerja keras, punya komitmen tinggi dan leadership yang tangguh,” tegasnya.

Mentan Amran saat pelantikan pejabat eselon II pejabat pimpinan tinggi pratama dijajarannya mengatakan, tolong para pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian tidak menerima dan bermain-main proyek atau memanfaatkan jabatannya dengan mengatasnamakan Mentan. Akan ada sanksi tegas, dan saya pastikan akan dicopot," katanya.

Dalam sambutannya, Amran meminta kepada seluruh pejabat, khususnya yang mendapatkan tupoksi pangan strategis untuk segera melakukan konsolidasi. “Kepada mereka harus langsung melakukan konsolidasi internal termasuk menetapkan langkah aksi percepatan kegiatan untuk mewujudkan peningkatan produksi komoditas strategis, peningkatan produksi, mutu dan ketersediaan benih, peningkatan nilai tambah hingga kepada peningkatan pengawasan pelaksanaan program yang sedang dilakukan," tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Amran menyinggung langkah percepatan dan peningkatan produksi pada Tahun 2017. Fokus program dan kegiatan yang akan diIaksanakan antara Iain percepatan peningkatan produksi dan swasembada padi melalui peningkatan luas tambah tanam (LTT) dan peningkatan IP (indeks pertanaman) padi.

 “Tolong Pak Sekjen untuk hal ini disampaikan kirim surat sampai ke tingkat kabupaten maupun provinsi.Kasih surat pemberitahuan, kalau perlu sampai tiga kali dalam tiga bulan ini.Kirim surat ke seluruh Indonesia,” katanya lagi.

Nama Pejabat Eselon II yang dilantik Menteri Pertanian

  1. Dr.Drs. Benny Rachman M.Si   sebagai  Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan.
  2. Dr. Ir. Riwantoro, M.M   sebagai  Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Badan Ketahanan Pangan.
  3. Ir. Widono MM sebagai  Inspektur III Inspektorat Jenderal
  4. Ir. Alwi Munsir MM sebagai Inspektur II Inspektorat Jenderal
  5. Ir. Sri Kuntarsih MM sebagai Direktur Pembiayaan Pertanian, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian.
  6. drh. Fajar Sumping Tjatur Rasa Ph.D sebagai Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan
  7. Dr. Ir. Nasrullah M.Sc sebagai Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan
  8. Ir. Ali Jamil MP. Ph.D sebagai Direktur Tanaman Tahunan dan Penyengar, Ditjen Perkebunan
  9. Ir. Susanto MM sebagai Inspektur I, Inspektorat Jenderal
  10. Ir. Bambang Pamuji MM sebagai Sekretaris Inspektorat Jenderal
  11. drh. IG Made Ngr Kuswandana MM sebagai  Inspektur IV, Inspektorat Jenderal
  12. Ir. Bambang Sugiharto M.Eng Sc sebagai Pj. Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Ditjen Tanaman Pangan.
  13. Ir. H. Muhammad Anas M.Si sebagai Pj Direktur Perbenihan Perkebunan, Ditjen Perkebunan.
  14. Ir. Rita Mezu MM sebagai Pj. Direktur Aneka Kacang dan Umbi, Ditjen Tanaman Pangan.
  15. Dr. Ir Syaifuddin sebagai Pj. Ketua Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Gowa, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.
  16. Ir. Sukarman sebagai Pj. Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Ditjen Hortikultura.
  17. drh. Enuh Raharjo Djusa M.Sc. Ph.D sebagai Kepala Pusat Veteriner Farma, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.
  18. Dr. Ir. Dwi Praptomo Sudjatmiko MS sebagai Kepala Balai Besar Pembenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Medan, Ditjen Perkebunan
  19. drh. Sri Mukartini M.App Sc sebagai Kepala Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan
  20. drh. Bagoes Poermadjaja sebagai Kepala Balai Besar Veteriner Wates, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.
  21. Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti M.Si sebagai Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

(Sumber : Humas Setjen Kementan)

Google+

Untuk mengoptimalkan kinerja pelaksanaan program dan pembangunan, penyegaran kembali dilakukan oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melantik 21 orang pejabat eselon 2. Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian Pertanian tersebut meliputi 9 pejabat promosi dan 12 pejabat mutasi, Selasa (20/12).

Amran berharap, dengan penggantian ini akan mempercepat pencapaian swasembada pangan. “Kita butuh pejabat yang pekerja keras, punya komitmen tinggi dan leadership yang tangguh,” tegasnya.

Mentan Amran saat pelantikan pejabat eselon II pejabat pimpinan tinggi pratama dijajarannya mengatakan, tolong para pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian tidak menerima dan bermain-main proyek atau memanfaatkan jabatannya dengan mengatasnamakan Mentan. Akan ada sanksi tegas, dan saya pastikan akan dicopot," katanya.

Dalam sambutannya, Amran meminta kepada seluruh pejabat, khususnya yang mendapatkan tupoksi pangan strategis untuk segera melakukan konsolidasi. “Kepada mereka harus langsung melakukan konsolidasi internal termasuk menetapkan langkah aksi percepatan kegiatan untuk mewujudkan peningkatan produksi komoditas strategis, peningkatan produksi, mutu dan ketersediaan benih, peningkatan nilai tambah hingga kepada peningkatan pengawasan pelaksanaan program yang sedang dilakukan," tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Amran menyinggung langkah percepatan dan peningkatan produksi pada Tahun 2017. Fokus program dan kegiatan yang akan diIaksanakan antara Iain percepatan peningkatan produksi dan swasembada padi melalui peningkatan luas tambah tanam (LTT) dan peningkatan IP (indeks pertanaman) padi.

 “Tolong Pak Sekjen untuk hal ini disampaikan kirim surat sampai ke tingkat kabupaten maupun provinsi.Kasih surat pemberitahuan, kalau perlu sampai tiga kali dalam tiga bulan ini.Kirim surat ke seluruh Indonesia,” katanya lagi.

Nama Pejabat Eselon II yang dilantik Menteri Pertanian

  1. Dr.Drs. Benny Rachman M.Si   sebagai  Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan.
  2. Dr. Ir. Riwantoro, M.M   sebagai  Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Badan Ketahanan Pangan.
  3. Ir. Widono MM sebagai  Inspektur III Inspektorat Jenderal
  4. Ir. Alwi Munsir MM sebagai Inspektur II Inspektorat Jenderal
  5. Ir. Sri Kuntarsih MM sebagai Direktur Pembiayaan Pertanian, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian.
  6. drh. Fajar Sumping Tjatur Rasa Ph.D sebagai Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan
  7. Dr. Ir. Nasrullah M.Sc sebagai Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan
  8. Ir. Ali Jamil MP. Ph.D sebagai Direktur Tanaman Tahunan dan Penyengar, Ditjen Perkebunan
  9. Ir. Susanto MM sebagai Inspektur I, Inspektorat Jenderal
  10. Ir. Bambang Pamuji MM sebagai Sekretaris Inspektorat Jenderal
  11. drh. IG Made Ngr Kuswandana MM sebagai  Inspektur IV, Inspektorat Jenderal
  12. Ir. Bambang Sugiharto M.Eng Sc sebagai Pj. Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Ditjen Tanaman Pangan.
  13. Ir. H. Muhammad Anas M.Si sebagai Pj Direktur Perbenihan Perkebunan, Ditjen Perkebunan.
  14. Ir. Rita Mezu MM sebagai Pj. Direktur Aneka Kacang dan Umbi, Ditjen Tanaman Pangan.
  15. Dr. Ir Syaifuddin sebagai Pj. Ketua Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Gowa, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.
  16. Ir. Sukarman sebagai Pj. Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Ditjen Hortikultura.
  17. drh. Enuh Raharjo Djusa M.Sc. Ph.D sebagai Kepala Pusat Veteriner Farma, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.
  18. Dr. Ir. Dwi Praptomo Sudjatmiko MS sebagai Kepala Balai Besar Pembenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Medan, Ditjen Perkebunan
  19. drh. Sri Mukartini M.App Sc sebagai Kepala Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan
  20. drh. Bagoes Poermadjaja sebagai Kepala Balai Besar Veteriner Wates, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.
  21. Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti M.Si sebagai Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

(Sumber : Humas Setjen Kementan)

Google+
berita lain