Direktorat PPHTP siap kawal Ekspor Padi dan Zero Impor jagung tahun 2017

Rabu, 11 Januari 2017

Jakarta,  Tahun 2017 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan telah memiliki beberapa rencana strategis untuk mewujudkan swasembada pangan, salah satunyanya adalah melakuan upaya Zero Impor padi dan jagung tahun 2017. Hal merupakan tantangan terbesar untuk itu dilakukan langkah konrit seperti dengan bantuan benih jagung, pupuk dan Alsintan. Khususnya Alsintan Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan (PPHTP) telah memiliki beberapa rencana di tahun 2017 seperti : 

  • penyaluran sarana pascapanen (combine harvester besar 2.702 unit, combine harvester sedang 672 unit, combine harvester kecil 610 unit, corn combine harvester 100 unit, corn sheller 1.506 unit, power thresher multiguna 605 unit, rmu dan packing di wilayah perbatasan 20 unit, sarana rmu beras organic 1 unit, vertical dryer padi kapasitas 3,5-6 ton 2unit, serta grading packing 6 unit)
  • optimalisasi sarana pascapanen
  • pengawalan unit pengolahan hasil yang disalurkan tahun 2016
  • sertifikasi organic 30 unit dan sertifikasi beras non organic 3 unit
  • uji mutu beras organic 15 unit dan beras non organic 80 unit
  • uji mutu jagung pakan 100 unit dan uji mutu kedelai 14 unit
  • pelayanan informasi pasar 200 unit dan pemantauan stok 60 unit
  • pengawalan potensi ekspor komoditas tp 9 unit
  • koordinasi pelaku usaha jagung dan pakan 10 unit.

 

Menurut Direktur PPHTP Ir. Tri Agustin Satriani, MM dengan langkah yang diambil ini peningkatan produksi padi dan jagung tahun 2017 diharapkan bisa meningkat baik kuantitas dan mutu kualitas padi dan jagung yang dihasilkan. Optimisme ini bukan tanpa alasan berkaca dari kinerja  Direktorat PPHTP tahun 2016, Direktorat PPHTP berhasil merealisasikan 26.436 unit sarana pascapanen atau 100% dari target, memfasilitasi standarisasi dan mutu (sertifikasi organis) 32 unit atau 96,97 % dari target.

Direktur PPHTP mengingatkan tantangan terbesar yang akan dihadapi adalah seperti kurangnya kesadaran petani untuk mengoptimalisasikan sarana pascapanen yang telah diberikan. Untuk itu diharapkan peran pemerintah daerah untuk melakukan pembinaan terhadap masyarakat tentang pentingnya mutu hasil panen sehingga harga jual bisa tinggi. Untuk meningkatkan produksi Padi, Jagung, Kedelai Direktorat PPHTP mengalokasikan anggaran untuk sarana pascapanen  Rp1,431,830,450,000  atau 91,93% dari total anggaran Rp. 1.55.432.556.000, ini bukti keseriusan Kementerian Pertanian melalui Direktorat PPHTP dalam mendukung terwujudnya Swasembada Pangan. (Humas TP/SW)

Google+

Jakarta,  Tahun 2017 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan telah memiliki beberapa rencana strategis untuk mewujudkan swasembada pangan, salah satunyanya adalah melakuan upaya Zero Impor padi dan jagung tahun 2017. Hal merupakan tantangan terbesar untuk itu dilakukan langkah konrit seperti dengan bantuan benih jagung, pupuk dan Alsintan. Khususnya Alsintan Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan (PPHTP) telah memiliki beberapa rencana di tahun 2017 seperti : 

  • penyaluran sarana pascapanen (combine harvester besar 2.702 unit, combine harvester sedang 672 unit, combine harvester kecil 610 unit, corn combine harvester 100 unit, corn sheller 1.506 unit, power thresher multiguna 605 unit, rmu dan packing di wilayah perbatasan 20 unit, sarana rmu beras organic 1 unit, vertical dryer padi kapasitas 3,5-6 ton 2unit, serta grading packing 6 unit)
  • optimalisasi sarana pascapanen
  • pengawalan unit pengolahan hasil yang disalurkan tahun 2016
  • sertifikasi organic 30 unit dan sertifikasi beras non organic 3 unit
  • uji mutu beras organic 15 unit dan beras non organic 80 unit
  • uji mutu jagung pakan 100 unit dan uji mutu kedelai 14 unit
  • pelayanan informasi pasar 200 unit dan pemantauan stok 60 unit
  • pengawalan potensi ekspor komoditas tp 9 unit
  • koordinasi pelaku usaha jagung dan pakan 10 unit.

 

Menurut Direktur PPHTP Ir. Tri Agustin Satriani, MM dengan langkah yang diambil ini peningkatan produksi padi dan jagung tahun 2017 diharapkan bisa meningkat baik kuantitas dan mutu kualitas padi dan jagung yang dihasilkan. Optimisme ini bukan tanpa alasan berkaca dari kinerja  Direktorat PPHTP tahun 2016, Direktorat PPHTP berhasil merealisasikan 26.436 unit sarana pascapanen atau 100% dari target, memfasilitasi standarisasi dan mutu (sertifikasi organis) 32 unit atau 96,97 % dari target.

Direktur PPHTP mengingatkan tantangan terbesar yang akan dihadapi adalah seperti kurangnya kesadaran petani untuk mengoptimalisasikan sarana pascapanen yang telah diberikan. Untuk itu diharapkan peran pemerintah daerah untuk melakukan pembinaan terhadap masyarakat tentang pentingnya mutu hasil panen sehingga harga jual bisa tinggi. Untuk meningkatkan produksi Padi, Jagung, Kedelai Direktorat PPHTP mengalokasikan anggaran untuk sarana pascapanen  Rp1,431,830,450,000  atau 91,93% dari total anggaran Rp. 1.55.432.556.000, ini bukti keseriusan Kementerian Pertanian melalui Direktorat PPHTP dalam mendukung terwujudnya Swasembada Pangan. (Humas TP/SW)

Google+
berita lain