IP 300 YES!!! Percepatan Tanam Untuk Meningkatkan Produksi Sekaligus Meningkatkan Kesejahteraan Petani

Rabu, 18 Januari 2017

BANYUASIN - Direktur Jenderal  Tanaman Pangan Dr. Ir. Hasil Sembiring, M. Sc bersama DIrektur PPHTP Ir. Tri Agustin Satriani MM,  Kepala Dinas Pertanian TPH Prov. Sumsel Erwin Noorwibowo STP , Dandim 0401 Muba, MULYADI, SIP dan Kabulog Divre Sumsel Babel Bakhtiar , AS  melakukan Panen Raya Padi di lahan seluas 1.500 ha dan dilanjutkan  Tanam Padi IP - 200 di Desa Jatisari, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, Selasa (17/1/2017).

Dalam rangka meningkatkan produksi padi, salah satunya upaya yang dapat dilakukan adalah melalui perluasan areal tanam, baik percetakan sawah baru maupun peningkatan indeks pertanaman (IP). Peningkatan IP dari satu kali tanam (IP-100) menjadi dua kali tanam dalam setahun (IP-200). Potensi peningkatan IP di sumsel sangat besar, dimana masih terdapat sawah yang hanya 1 x tanam setahun, terutama di lahan rawa lebak dan pasang surut (89,7%).

Kita mendorong di daerah ini khususnya daerah pasang surut  (Kab. banyuasin, Kab. Musi Banyuasin, Kab. Ogan Komering Ilir) agar indeks pertanamannya menjadi  2 atau 3, untuk tanam yang ketiganya kita tanam jagung’ kata Dirjen Hasil Sembiring

Perjuangan untuk peningkatan IP ini dimulai sejak bulan September tahun 2016. Dengan adanya fenomena iklim basah, petani di lahan pasang surut melakukan percepatan tanam di bulan September, sehingga diharapkan dapat tanam IP-200 di bulan Januari/Februari 2017. Upaya percepatan tanam dilakukan melalui program UPSUS dengan melibatkan personil TNI/babinsa yang disebar di wilayah percepatan tanam, termasuk di Banyuasin II. Di bulan September 2016, dengan percepatan tanam, luas tanam padi di Sumsel pada bulan September mencapai ±150.342 ha, dimana tahun-tahun sebelumnya luas tanam September < 30.000 ha.

Lahan Sawah di Kabupaten Banyuasin merupakan lahan rawa lebak dan pasang surut. Sedangkan di Kecamatan Banyuasin II, merupakan lahan pasang surut dengan luasan ±12.000 ha, dimana IP-100 seluas ± 6.500 ha.

Kepala Dinas Pertanian TPH Prov. Sumsel menyampaikan bahwa  untuk pertanaman di lahan pasang surut ini sangat spesifik sekali, ketersedian waktu sangat terbatas oleh karena itu saya mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh petugas,khususnya  penyuluh  di tingkat lapangan untuk dapat mendampingi petani.

Pada tahun 2017, Sasaran produksi padi nasional sebesar 85,6 juta ton. Produksi padi Sumatera Selatan ditargetkan sebesar 5.996.307 ton dengan luas tanam seluas 1.241.700 ha dan diharapkan Banyuasin dapat berkontribusi seluas 357.352 ha.

Menjawab pertanyaan wartawan yang mengatakan bahwa apakah di tahun 2017 akan impor, Dirjen Tanaman Pangan mengatakan bahwa 2016 saja impor beras tidak ada, 2017 kita rencanakan tidak ada”tegasnya.

Percepatan panen/tanam untuk peningkatan IP memerlukan dukungan mekanisasi pertanian. Melalui mekanisasi, waktu panen dan tanam bisa lebih pendek, sehingga lahan bisa segera ditanami kembali. Pada tahun 2017, Pemerintah akan memberikan bantuan berupa combine harvester dan traktor R-2 dan R-4. Pemerintah juga akan memberikan bantuan benih padi inbrida, benih padi hibrida, padi organik dan pengembangan padi jajar legowo (jarwo) super. Selain itu juga diharapkan petani dapat memanfaatkan benih bersubsidi, dimana Pemerintah sudah menyiapkan 100 ribu ton benih bersubsidi untuk petani.(Humas Ditjen TP)

 

 

Google+

BANYUASIN - Direktur Jenderal  Tanaman Pangan Dr. Ir. Hasil Sembiring, M. Sc bersama DIrektur PPHTP Ir. Tri Agustin Satriani MM,  Kepala Dinas Pertanian TPH Prov. Sumsel Erwin Noorwibowo STP , Dandim 0401 Muba, MULYADI, SIP dan Kabulog Divre Sumsel Babel Bakhtiar , AS  melakukan Panen Raya Padi di lahan seluas 1.500 ha dan dilanjutkan  Tanam Padi IP - 200 di Desa Jatisari, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, Selasa (17/1/2017).

Dalam rangka meningkatkan produksi padi, salah satunya upaya yang dapat dilakukan adalah melalui perluasan areal tanam, baik percetakan sawah baru maupun peningkatan indeks pertanaman (IP). Peningkatan IP dari satu kali tanam (IP-100) menjadi dua kali tanam dalam setahun (IP-200). Potensi peningkatan IP di sumsel sangat besar, dimana masih terdapat sawah yang hanya 1 x tanam setahun, terutama di lahan rawa lebak dan pasang surut (89,7%).

Kita mendorong di daerah ini khususnya daerah pasang surut  (Kab. banyuasin, Kab. Musi Banyuasin, Kab. Ogan Komering Ilir) agar indeks pertanamannya menjadi  2 atau 3, untuk tanam yang ketiganya kita tanam jagung’ kata Dirjen Hasil Sembiring

Perjuangan untuk peningkatan IP ini dimulai sejak bulan September tahun 2016. Dengan adanya fenomena iklim basah, petani di lahan pasang surut melakukan percepatan tanam di bulan September, sehingga diharapkan dapat tanam IP-200 di bulan Januari/Februari 2017. Upaya percepatan tanam dilakukan melalui program UPSUS dengan melibatkan personil TNI/babinsa yang disebar di wilayah percepatan tanam, termasuk di Banyuasin II. Di bulan September 2016, dengan percepatan tanam, luas tanam padi di Sumsel pada bulan September mencapai ±150.342 ha, dimana tahun-tahun sebelumnya luas tanam September < 30.000 ha.

Lahan Sawah di Kabupaten Banyuasin merupakan lahan rawa lebak dan pasang surut. Sedangkan di Kecamatan Banyuasin II, merupakan lahan pasang surut dengan luasan ±12.000 ha, dimana IP-100 seluas ± 6.500 ha.

Kepala Dinas Pertanian TPH Prov. Sumsel menyampaikan bahwa  untuk pertanaman di lahan pasang surut ini sangat spesifik sekali, ketersedian waktu sangat terbatas oleh karena itu saya mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh petugas,khususnya  penyuluh  di tingkat lapangan untuk dapat mendampingi petani.

Pada tahun 2017, Sasaran produksi padi nasional sebesar 85,6 juta ton. Produksi padi Sumatera Selatan ditargetkan sebesar 5.996.307 ton dengan luas tanam seluas 1.241.700 ha dan diharapkan Banyuasin dapat berkontribusi seluas 357.352 ha.

Menjawab pertanyaan wartawan yang mengatakan bahwa apakah di tahun 2017 akan impor, Dirjen Tanaman Pangan mengatakan bahwa 2016 saja impor beras tidak ada, 2017 kita rencanakan tidak ada”tegasnya.

Percepatan panen/tanam untuk peningkatan IP memerlukan dukungan mekanisasi pertanian. Melalui mekanisasi, waktu panen dan tanam bisa lebih pendek, sehingga lahan bisa segera ditanami kembali. Pada tahun 2017, Pemerintah akan memberikan bantuan berupa combine harvester dan traktor R-2 dan R-4. Pemerintah juga akan memberikan bantuan benih padi inbrida, benih padi hibrida, padi organik dan pengembangan padi jajar legowo (jarwo) super. Selain itu juga diharapkan petani dapat memanfaatkan benih bersubsidi, dimana Pemerintah sudah menyiapkan 100 ribu ton benih bersubsidi untuk petani.(Humas Ditjen TP)

 

 

Google+
berita lain