Dirjen TP membuka rakor Penyusunan Angka Sementara tahun 2016 di Solo

Selasa, 14 Februari 2017

Solo, 8 Februari 2017 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Badan Pusat Statistik RI menyelenggarakan Rapat Koordinasi Penyusunan Angka Sementara (ASEM) Tahun 2016 dan Angka Prognosa 2017 produksi Tanaman Pangan. Acara berlangsung tanggal 8-10 februari 2017 di hotel Sunan Solo, Jawa Tengah, Peserta yang hadir kurang lebih 120 berasal dari Dinas Pertanian Provinsi, Badan Pusat Statistik, Pejabat dan Staf Lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Dr. Ir. H Sumardjo Gatot Irianto. MS. DAA Selaku Direktur Jenderal Tanaman Pangan memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi acara, dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini sangat penting terkait data Luas Tambah Tanam (LTT) untuk mengukur capaian produksi tanaman pangan, berdasarkan angka prakiraan produksi 2016, secara nasional padi mencapai 79,141 juta ton GKG, meningkat 3,74 juta ton GKG (4,97%) dibanding dengan ATAP 2015, jagung mencapai 23,16 juta ton PK meningkat 3,55 juta ton PK (18,11%) dibanding dengan ATAP 2015, kedelai hanya mencapai 885 ribu ton BK atau menurun 77,61 ribu ton BK (8,06%) dibanding dengan ATAP 2015.

Dengan jumlah produksi padi tersebut, kita dinilai sudah berhasil mencapai swasembada beras, dan tidak diperlukan impor lagi, termasuk pada tahun 2017 ini. Beliau pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh PJ UPSUS baik di daerah maupaun pusat. Ia pun berharap kita bisa memanfaatkan integrasi dengan anggota TNI untuk mempercepat dan terkendalinya setiap kegiatan  dalam peningkatan produksi pangan nasional. Dalam acara ini narasumber yang hadir antara lain:  Direktur Statistik TPH BUN BPS, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah.

Direktur Statistik Tanaman Pangan Hrortikultura dan Perkebunan memberikan sambutan sekaligus menutup acara ini beliau menyampaikan sangat mengapreasi kinerja dari temen-temen kementan yang telah bekerja dengan berbagai proses maupun program sehingga menghasilkan capain peningkatan produksi pangan nasional yang luarbiasa, teman-teman dari BPS pun siap membantu dari segi data yang berkualitas.

Google+

Solo, 8 Februari 2017 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Badan Pusat Statistik RI menyelenggarakan Rapat Koordinasi Penyusunan Angka Sementara (ASEM) Tahun 2016 dan Angka Prognosa 2017 produksi Tanaman Pangan. Acara berlangsung tanggal 8-10 februari 2017 di hotel Sunan Solo, Jawa Tengah, Peserta yang hadir kurang lebih 120 berasal dari Dinas Pertanian Provinsi, Badan Pusat Statistik, Pejabat dan Staf Lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Dr. Ir. H Sumardjo Gatot Irianto. MS. DAA Selaku Direktur Jenderal Tanaman Pangan memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi acara, dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini sangat penting terkait data Luas Tambah Tanam (LTT) untuk mengukur capaian produksi tanaman pangan, berdasarkan angka prakiraan produksi 2016, secara nasional padi mencapai 79,141 juta ton GKG, meningkat 3,74 juta ton GKG (4,97%) dibanding dengan ATAP 2015, jagung mencapai 23,16 juta ton PK meningkat 3,55 juta ton PK (18,11%) dibanding dengan ATAP 2015, kedelai hanya mencapai 885 ribu ton BK atau menurun 77,61 ribu ton BK (8,06%) dibanding dengan ATAP 2015.

Dengan jumlah produksi padi tersebut, kita dinilai sudah berhasil mencapai swasembada beras, dan tidak diperlukan impor lagi, termasuk pada tahun 2017 ini. Beliau pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh PJ UPSUS baik di daerah maupaun pusat. Ia pun berharap kita bisa memanfaatkan integrasi dengan anggota TNI untuk mempercepat dan terkendalinya setiap kegiatan  dalam peningkatan produksi pangan nasional. Dalam acara ini narasumber yang hadir antara lain:  Direktur Statistik TPH BUN BPS, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah.

Direktur Statistik Tanaman Pangan Hrortikultura dan Perkebunan memberikan sambutan sekaligus menutup acara ini beliau menyampaikan sangat mengapreasi kinerja dari temen-temen kementan yang telah bekerja dengan berbagai proses maupun program sehingga menghasilkan capain peningkatan produksi pangan nasional yang luarbiasa, teman-teman dari BPS pun siap membantu dari segi data yang berkualitas.

Google+
berita lain