PEMANTAPAN PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2017 Sinergi Kementan demi mencapai target tanam padi, jagung dan kedelai

Jum'at, 17 Februari 2017

Solo, Jawa Tengah, (16/2/17). Direktur Jenderal Tanaman Pangan (Sumarjo Gatot Irianto) bersama Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Pending Dadih Permana) secara bersama-sama melaksanakanan rapat Pemantapan Program dan Kegiatan Tahun 2017 dengan tema “Sinergi Ditjen Tanaman Pangan dan Ditjen PSP Dalam Rangka Percepatan Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun 2017"

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 16-18 Pebruari 2017 di The Sunan Hotel Solo, Jawa Tengah ini dihadiri oleh Asisten Teritorial Mabes TNI AD, perwakilan lembaga instansi pemerintah (KPK, BPKP, LKPP) Asisten Teritorial Komando Daerah Militer seluruh Indonesia, Kepala Dinas Pertanian Provinsi seluruh Indonesia, Pejabat Eselon II Kementerian Pertanian, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Provinsi seluruh Indonesia, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota, Kepala Seksi Teritorial Komando Resort Militer (Korem) seluruh Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan untuk (1) memastikan kesanggupan daerah mencapai target tanam padi, jagung, kedelai; (2) melakukan percepatan pelaksanaan kegiatan yang dialokasikan melalui DIPA Ditjen Tanaman Pangan dan Ditjen PSP, serta (3) meningkatkan kerjasama antara Pusat, Dinas Pertanian dengan TNI-AD dalam rangka Upaya Khusus (UPSUS) peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai.

Pencapaian peningkatan produksi pangan, khususnya padi dan jagung pada tahun 2016 dicapai berkat keberhasilan pelaksanaan kegiatan UPSUS yang dilaksanakan mulai akhir 2014 dan berlanjut hingga sekarang. Keberhasilan kegiatan tersebut salah satunya karena didukung dengan gerakan penyuluhan, pendampingan dan pengawalan di lapangan secara masif oleh petugas penyuluh dan petugas pertanian serta melibatkan TNI/Babinsa.

Prioritas pembangunan nasional pada program Kementerian Pertanian fokus pada program ketahanan pangan melalui peningkatan produksi pangan dan pembangunan sarana prasarana pertanian.

Produksi padi di tahun 2016, sudah berhasil mencapai swasembada beras, dan produksi jagung sudah mampu menurunkan impor hingga 66%. Atas pencapaian tersebut, Menteri Pertanian meminta kepada semua pihak terkait untuk terus bekerja mengupayakan peningkatan produksi jagung sehingga mulai tahun 2018 kita tidak perlu impor.

Pada tahun 2017 ini Kementerian Pertanian mentargetkan produksi padi sebesar 85,5 juta ton GKG dengan luas panen seluas 16 juta ha. Produksi jagung sebesar 30,5 juta ton pipilan kering dengan luas panen seluas 5,7 juta ha. Untuk kedelai target produksi sebesar 1,2 juta ton biji kering dengan luas panen 730 ribu ha.

Dalam sambutannya Dirjen Tanaman Pangan berpesan “tahun ini pelajaran pokoknya adalah beras harus ekspor, jagung harus ekspor nanti tahun 2018 kedelai yang harus ekspor, kalo padi kita mainkan terus meskipun LTT (luas tambah tanam) nya belum maksimal, untuk jagung kita mau lahannya ada lahan baru bukan lahan yang konvensional, yang harus kita cari adalah lahan yang selama ini tidak menanam jagung, kita tanam jagung ujarnya”. (HUMAS TP)

Google+

Solo, Jawa Tengah, (16/2/17). Direktur Jenderal Tanaman Pangan (Sumarjo Gatot Irianto) bersama Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Pending Dadih Permana) secara bersama-sama melaksanakanan rapat Pemantapan Program dan Kegiatan Tahun 2017 dengan tema “Sinergi Ditjen Tanaman Pangan dan Ditjen PSP Dalam Rangka Percepatan Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun 2017"

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 16-18 Pebruari 2017 di The Sunan Hotel Solo, Jawa Tengah ini dihadiri oleh Asisten Teritorial Mabes TNI AD, perwakilan lembaga instansi pemerintah (KPK, BPKP, LKPP) Asisten Teritorial Komando Daerah Militer seluruh Indonesia, Kepala Dinas Pertanian Provinsi seluruh Indonesia, Pejabat Eselon II Kementerian Pertanian, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Provinsi seluruh Indonesia, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota, Kepala Seksi Teritorial Komando Resort Militer (Korem) seluruh Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan untuk (1) memastikan kesanggupan daerah mencapai target tanam padi, jagung, kedelai; (2) melakukan percepatan pelaksanaan kegiatan yang dialokasikan melalui DIPA Ditjen Tanaman Pangan dan Ditjen PSP, serta (3) meningkatkan kerjasama antara Pusat, Dinas Pertanian dengan TNI-AD dalam rangka Upaya Khusus (UPSUS) peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai.

Pencapaian peningkatan produksi pangan, khususnya padi dan jagung pada tahun 2016 dicapai berkat keberhasilan pelaksanaan kegiatan UPSUS yang dilaksanakan mulai akhir 2014 dan berlanjut hingga sekarang. Keberhasilan kegiatan tersebut salah satunya karena didukung dengan gerakan penyuluhan, pendampingan dan pengawalan di lapangan secara masif oleh petugas penyuluh dan petugas pertanian serta melibatkan TNI/Babinsa.

Prioritas pembangunan nasional pada program Kementerian Pertanian fokus pada program ketahanan pangan melalui peningkatan produksi pangan dan pembangunan sarana prasarana pertanian.

Produksi padi di tahun 2016, sudah berhasil mencapai swasembada beras, dan produksi jagung sudah mampu menurunkan impor hingga 66%. Atas pencapaian tersebut, Menteri Pertanian meminta kepada semua pihak terkait untuk terus bekerja mengupayakan peningkatan produksi jagung sehingga mulai tahun 2018 kita tidak perlu impor.

Pada tahun 2017 ini Kementerian Pertanian mentargetkan produksi padi sebesar 85,5 juta ton GKG dengan luas panen seluas 16 juta ha. Produksi jagung sebesar 30,5 juta ton pipilan kering dengan luas panen seluas 5,7 juta ha. Untuk kedelai target produksi sebesar 1,2 juta ton biji kering dengan luas panen 730 ribu ha.

Dalam sambutannya Dirjen Tanaman Pangan berpesan “tahun ini pelajaran pokoknya adalah beras harus ekspor, jagung harus ekspor nanti tahun 2018 kedelai yang harus ekspor, kalo padi kita mainkan terus meskipun LTT (luas tambah tanam) nya belum maksimal, untuk jagung kita mau lahannya ada lahan baru bukan lahan yang konvensional, yang harus kita cari adalah lahan yang selama ini tidak menanam jagung, kita tanam jagung ujarnya”. (HUMAS TP)

Google+
berita lain