MENTERI PERTANIAN HADIRI GERAKAN PERCEPATAN LUAS TAMBAH TANAM (LTT) DI KABUPATEN GORONTALO

Selasa, 25 April 2017

GORONTALO (21/4/2017). Kementerian Pertanian mendorong gerakan percepatan luas tambah tanam (LTT) sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan produksi pangan, terkait dengan hal itu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di dampingi Plt Gubernur Gorontalo, Zudan Arif Fakrulloh, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito, Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Rachmad Fudail , Bupati Gorontalo, mantan Menteri Perdagangan  Rahmat Gobel dan Direktur PPHTP Ditjen Tanaman Pangan melakukan gerakan percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) untuk padi dan jagung di Desa Hutabohu, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.

Kabupaten Gorontalo merupakan salah satu wilayah penghasil pangan (beras) di Provinsi Gorontalo, hal ini senada dengan yang diucapkan oleh Bupati Gorontalo dalam sambutannya mengatakan bahwa Kabupaten  Gorontalo memiliki luas lahan pertanian seluas  13.000 Ha dan itu termasuk 30% dari lahan sawah yang ada di Propinsi Gorontalo sehingga Kabupaten kami merupakan lumbung pangan untuk Provinsi Gorontalo”ujarnya

Sementara itu Mentan Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan bahwa kami bangga hadir di gorontalo karena begitu kompaknya pemerintahan disini “sebelumnya pada tahun 2013 bantuan yang di alokasikan di Provinsi Gorontalo sebanyak 20 unit, namun setelah kami ditakdirkan jadi Menteri sampai dengan hari ini bantuan yang sudah dialokasikan sebanyak 7.300 unit dan itu tidak pernah terjadi sepanjang sejarah”kata mentan.

Pada kesempatan itu Mentan Menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para Petani sebesar Rp 177,16 miliar yang berasal dari dana APBN 2017 untuk disalurkan ke 6 kabupaten/kota.

Di hari yang sama Mentan Andi Amran Sulaiman melakukan beberapa kegiatan diantaranya  membuka Launching pengiriman jagung 10.015 ton dari Pelabuhan Provinsi Gorontalo ke Pelabuhan Cigading, Banten, kemudian selanjutnya Mentan mengunjungi gudang  PT. Gorontalo Pangan Lestari untuk melihat  proses produksi,pengeringan dan pengemasan jagung. Melihat kualitas dan ketersedian jagung yang ada di Provinsi Gorontalo Mentan mengatakan tidak akan membuka kran impor.

Cadangan kita di Bulog ada 140.000 ton, yang selalu berteriak minta jagung itu hanya butuh 5.000 ton, minta jagung ada di Bulog, kami sudah perintahkan Bulog dahulukan peternak kecil, tidak bisa di tawar ’tegas Mentan

Google+

GORONTALO (21/4/2017). Kementerian Pertanian mendorong gerakan percepatan luas tambah tanam (LTT) sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan produksi pangan, terkait dengan hal itu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di dampingi Plt Gubernur Gorontalo, Zudan Arif Fakrulloh, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito, Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Rachmad Fudail , Bupati Gorontalo, mantan Menteri Perdagangan  Rahmat Gobel dan Direktur PPHTP Ditjen Tanaman Pangan melakukan gerakan percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) untuk padi dan jagung di Desa Hutabohu, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.

Kabupaten Gorontalo merupakan salah satu wilayah penghasil pangan (beras) di Provinsi Gorontalo, hal ini senada dengan yang diucapkan oleh Bupati Gorontalo dalam sambutannya mengatakan bahwa Kabupaten  Gorontalo memiliki luas lahan pertanian seluas  13.000 Ha dan itu termasuk 30% dari lahan sawah yang ada di Propinsi Gorontalo sehingga Kabupaten kami merupakan lumbung pangan untuk Provinsi Gorontalo”ujarnya

Sementara itu Mentan Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan bahwa kami bangga hadir di gorontalo karena begitu kompaknya pemerintahan disini “sebelumnya pada tahun 2013 bantuan yang di alokasikan di Provinsi Gorontalo sebanyak 20 unit, namun setelah kami ditakdirkan jadi Menteri sampai dengan hari ini bantuan yang sudah dialokasikan sebanyak 7.300 unit dan itu tidak pernah terjadi sepanjang sejarah”kata mentan.

Pada kesempatan itu Mentan Menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para Petani sebesar Rp 177,16 miliar yang berasal dari dana APBN 2017 untuk disalurkan ke 6 kabupaten/kota.

Di hari yang sama Mentan Andi Amran Sulaiman melakukan beberapa kegiatan diantaranya  membuka Launching pengiriman jagung 10.015 ton dari Pelabuhan Provinsi Gorontalo ke Pelabuhan Cigading, Banten, kemudian selanjutnya Mentan mengunjungi gudang  PT. Gorontalo Pangan Lestari untuk melihat  proses produksi,pengeringan dan pengemasan jagung. Melihat kualitas dan ketersedian jagung yang ada di Provinsi Gorontalo Mentan mengatakan tidak akan membuka kran impor.

Cadangan kita di Bulog ada 140.000 ton, yang selalu berteriak minta jagung itu hanya butuh 5.000 ton, minta jagung ada di Bulog, kami sudah perintahkan Bulog dahulukan peternak kecil, tidak bisa di tawar ’tegas Mentan

Google+
berita lain