Mentan : “ Kunci tidak impor Beras adalah Luas Tambah Tanam (LTT) Padi dan Serap Gabah Petani (Sergap)”

Rabu, 03 Mei 2017

Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails

Jakarta (3/5/2017). Bertempat di auditorium Kementerian Pertanian mentan membuka Rapat Koordinasi Gabungan Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi dan Serap Gabah Petani (Sergap) Periode April-September 2017. Acara tersebut dihadiri oleh Perwakilan Kementerian Sosial, Kementerian Perdagangan, TNI, Kepala Dina Pertanian dan Kepala DInas Badan Ketahanan Pangan 17 Provinsi dan Tim Upsus Pusat Kementerian Pertanian. Acara ini digelar bertujuan untuk mengevaluasi kinerja tim Upsus LTT dan Sergap selain itu juga sebagai pembangun sinergitas antar lembaga untuk mewujudkan swasembada pangan.

Dalam sambutannya Menteri Pertanian menyampaikan 3 hal penting yaitu 1. LTT,2. Sergap, 3. Beras Rastra. Untuk LTT dan sergap Menteri Amran mengingatkan masing-masing 17 Provinsi yang hadir pada acara tersebut adalah termasuk daerah sentra-sentra produksi padi nasional masih jauh dibawah target. Untuk itu provinsi-provinsi tersebut harus bisa mencapai target di bulan Mei ini, karena masih jauh dibawah target yang diharapkan, Menteri Amran berharap akhir bulan Mei ini target tersebut bisa terlaksana pada saat itu juga Menteri meminta seluruh kepala Dinas kesanggupan LTT padi saat itu juga untuk bulan Mei, “Bagi  provinsi atau kabupaten yang tidak sungguh-sungguh melaksanakan program percepatan LTT dan maka anggarannya akan di coret dan akan diberikan pada Provinsi atau kabupaten yang berpotensi dan giat dalam pencapaian target” Ujar Menteri Amran. Target-target ini adalah kunci melawan masa paceklik, jika kita bisa mau menghentikan impor kuncinya adalah LTT dan sergap yang terlaksana dengan baik. Jika target ini tercapai bisa dipastikan Stok Beras Nasional cukup Hingga Januari 2018.

Untuk Sergap Menteri meminta para Kasub Divre Bulog untuk lebih optimal dalam pecapaian target penyerapan beras, tidak ada alasan gudang penuh, menteri pun melakukan absensi terhadap para Divre Bulog untuk penyerapan gabah. Untuk mengatasi gudang bulog yang sering penuh Menteri Amran telah berkoordinasi secara marathon dengan Menteri Sosial untuk mengubah konsep Beras Rastra, selama ini beras rastra untuk masyarakat kurang mampu terlalu panjang jalur distribusinya sehingga menghabiskan anggaran Rp 3,9 T untuk biaya angkut (9 rantai pasok) untuk itu Menteri Amran akan membahas secara marathon den Menteri Sosial untuk bisa bersinergi sehingga bisa menghmat anggaran tersebut sehingga dana tersebut bisa dipergunakan untuk hal lain. Untuk konsep dan teknis pelaksanaan akan dibahas lebih lanjut. Usai memberi sambutan menteri menyematkan topi dan rompi secara simbolis kepada perwakilan peserta rapat.

Acara dilanjutkan dengan laporan Kepala Biro Perencanaan Setjen Kementerian Pertanian, kemudian pemaparan oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan , Aster Kasdam Mabes AD dan acara Ditutup oleh Setjen Kementerian. (Humas TP)

Google+
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails

Jakarta (3/5/2017). Bertempat di auditorium Kementerian Pertanian mentan membuka Rapat Koordinasi Gabungan Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi dan Serap Gabah Petani (Sergap) Periode April-September 2017. Acara tersebut dihadiri oleh Perwakilan Kementerian Sosial, Kementerian Perdagangan, TNI, Kepala Dina Pertanian dan Kepala DInas Badan Ketahanan Pangan 17 Provinsi dan Tim Upsus Pusat Kementerian Pertanian. Acara ini digelar bertujuan untuk mengevaluasi kinerja tim Upsus LTT dan Sergap selain itu juga sebagai pembangun sinergitas antar lembaga untuk mewujudkan swasembada pangan.

Dalam sambutannya Menteri Pertanian menyampaikan 3 hal penting yaitu 1. LTT,2. Sergap, 3. Beras Rastra. Untuk LTT dan sergap Menteri Amran mengingatkan masing-masing 17 Provinsi yang hadir pada acara tersebut adalah termasuk daerah sentra-sentra produksi padi nasional masih jauh dibawah target. Untuk itu provinsi-provinsi tersebut harus bisa mencapai target di bulan Mei ini, karena masih jauh dibawah target yang diharapkan, Menteri Amran berharap akhir bulan Mei ini target tersebut bisa terlaksana pada saat itu juga Menteri meminta seluruh kepala Dinas kesanggupan LTT padi saat itu juga untuk bulan Mei, “Bagi  provinsi atau kabupaten yang tidak sungguh-sungguh melaksanakan program percepatan LTT dan maka anggarannya akan di coret dan akan diberikan pada Provinsi atau kabupaten yang berpotensi dan giat dalam pencapaian target” Ujar Menteri Amran. Target-target ini adalah kunci melawan masa paceklik, jika kita bisa mau menghentikan impor kuncinya adalah LTT dan sergap yang terlaksana dengan baik. Jika target ini tercapai bisa dipastikan Stok Beras Nasional cukup Hingga Januari 2018.

Untuk Sergap Menteri meminta para Kasub Divre Bulog untuk lebih optimal dalam pecapaian target penyerapan beras, tidak ada alasan gudang penuh, menteri pun melakukan absensi terhadap para Divre Bulog untuk penyerapan gabah. Untuk mengatasi gudang bulog yang sering penuh Menteri Amran telah berkoordinasi secara marathon dengan Menteri Sosial untuk mengubah konsep Beras Rastra, selama ini beras rastra untuk masyarakat kurang mampu terlalu panjang jalur distribusinya sehingga menghabiskan anggaran Rp 3,9 T untuk biaya angkut (9 rantai pasok) untuk itu Menteri Amran akan membahas secara marathon den Menteri Sosial untuk bisa bersinergi sehingga bisa menghmat anggaran tersebut sehingga dana tersebut bisa dipergunakan untuk hal lain. Untuk konsep dan teknis pelaksanaan akan dibahas lebih lanjut. Usai memberi sambutan menteri menyematkan topi dan rompi secara simbolis kepada perwakilan peserta rapat.

Acara dilanjutkan dengan laporan Kepala Biro Perencanaan Setjen Kementerian Pertanian, kemudian pemaparan oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan , Aster Kasdam Mabes AD dan acara Ditutup oleh Setjen Kementerian. (Humas TP)

Google+
berita lain