BERITA TERKINI
aplikasi e-Perlintan sudah dapat di Download   5 Juli 2017 Dirjen TP, Dandim 0509/Kab Bekasi dan Bupati Kab. Bekasi melakukan Percepatan Tanam Padi di Desa Suka Karya   Selamat Hari Raya Idul Fitri 1348 H   TIm Direktorat Perlindungan TP berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Prov. NTT mengatasi hama Belalang di SUmba Timur   Kunjungi Stand Ditjen TP pada acara Penas di Prov. Aceh tanggal 6-11 Mei 2017   Mentan: "Kunci menghentikan impor Beras dengan LTT Padi dan SERGAP"    Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Budidaya Jagung 2017 dapat di Download pada menu Pengumuman   16 - 18 Pebruari 2017 di The Sunan Hotel Solo, Ditjen TP Melaksanakan Pemantapan Program dan Kegiatan Tahun 2017   Jakarta(30/1/2-17), Dr.Ir. Sumarjo Gatot Irianto dilantik menjadi Direktur Jenderal Tanaman Pangan   Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah lingkup Ditjen TP Tahun 2017 dapat di Unduh pada Hal. Pengumuman   
Hari ini : 22-08-2017

Update : Rabu, 10 Mei 2017, 14:13:41     Dilihat : 251 kali
Placeholder

Aceh - Presiden tidak dapat melupakan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Magetan, Jawa Timur dan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Saat itu petani marah dan berkeluh kesah kepada Presiden mengenai rendahnya harga jagung yang saat itu yang berada di kisaran Rp1.500-1.700 per kg.
 
“Pak, kita rugi besar karena harganya jatuh. Kenapa jatuh? Karena impornya besar Pak,” ucap Presiden menirukan keluhan petani.
 
Saat itu impor jagung sebanyak 3,6 juta ton. Mengetahui adanya impor sebanyak itu, Presiden memerintahkan kepada Menteri Pertanian untuk tidak ada lagi impor jagung dalam waktu lima tahun. 

Dua tahun setelah itu, pemerintah menerbikan Instruksi Presiden untuk harga jagung. “Harga yang kita tetapkan saat itu Rp2.700 per kg. Betul Pak Menteri?” Tanya Presiden.

Dengan adanya Inpres tersebut, petani bergairah untuk menanam jagung karena menguntungkan.  Kini, pada akhir 2016 impor jagung hanya tinggal 900 ribu ton dari 3,6 juta ton. 

“Ini kerja keras petani, petani jagung jagung dan harganya sudah naik. Dan kita harapkan tahun ini sudah tidak ada lagi impor lagi yang namanya jagung karena tinggal 900 ribu ton. Kalau dalam dua tahun yang 3,6 juta ton hanya jadi 900 ribu ton. Tahun ini Insya Allah kita sudah tidak impor lagi karena sudah bisa dipenuhi oleh petani-petani kita dari dalam negeri,” ucap Presiden.  

Dalam kesempatan itu, Presiden memanggil beberapa petani jagung dan kakao untuk menceritakan pengalamannya dan juga mendengarkan masukannya. Dan kepada mereka, Presiden memberikan hadiah sepeda.

Tampak mendampingi Presiden dan Ibu Iriana, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Gubernur Aceh Zaini Abdullah.

(Sumber berita :Humas Kementan)

Pencarian :
LAYANAN PUBLIK
AGENDA


PENGUMUMAN