Pemerintah Targetkan Tidak Ada Impor Jagung Tahun Ini

Rabu, 10 Mei 2017

Thumbnails

Aceh - Presiden tidak dapat melupakan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Magetan, Jawa Timur dan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Saat itu petani marah dan berkeluh kesah kepada Presiden mengenai rendahnya harga jagung yang saat itu yang berada di kisaran Rp1.500-1.700 per kg.
 
“Pak, kita rugi besar karena harganya jatuh. Kenapa jatuh? Karena impornya besar Pak,” ucap Presiden menirukan keluhan petani.
 
Saat itu impor jagung sebanyak 3,6 juta ton. Mengetahui adanya impor sebanyak itu, Presiden memerintahkan kepada Menteri Pertanian untuk tidak ada lagi impor jagung dalam waktu lima tahun. 

Dua tahun setelah itu, pemerintah menerbikan Instruksi Presiden untuk harga jagung. “Harga yang kita tetapkan saat itu Rp2.700 per kg. Betul Pak Menteri?” Tanya Presiden.

Dengan adanya Inpres tersebut, petani bergairah untuk menanam jagung karena menguntungkan.  Kini, pada akhir 2016 impor jagung hanya tinggal 900 ribu ton dari 3,6 juta ton. 

“Ini kerja keras petani, petani jagung jagung dan harganya sudah naik. Dan kita harapkan tahun ini sudah tidak ada lagi impor lagi yang namanya jagung karena tinggal 900 ribu ton. Kalau dalam dua tahun yang 3,6 juta ton hanya jadi 900 ribu ton. Tahun ini Insya Allah kita sudah tidak impor lagi karena sudah bisa dipenuhi oleh petani-petani kita dari dalam negeri,” ucap Presiden.  

Dalam kesempatan itu, Presiden memanggil beberapa petani jagung dan kakao untuk menceritakan pengalamannya dan juga mendengarkan masukannya. Dan kepada mereka, Presiden memberikan hadiah sepeda.

Tampak mendampingi Presiden dan Ibu Iriana, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Gubernur Aceh Zaini Abdullah.

(Sumber berita :Humas Kementan)

Google+
Thumbnails

Aceh - Presiden tidak dapat melupakan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Magetan, Jawa Timur dan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Saat itu petani marah dan berkeluh kesah kepada Presiden mengenai rendahnya harga jagung yang saat itu yang berada di kisaran Rp1.500-1.700 per kg.
 
“Pak, kita rugi besar karena harganya jatuh. Kenapa jatuh? Karena impornya besar Pak,” ucap Presiden menirukan keluhan petani.
 
Saat itu impor jagung sebanyak 3,6 juta ton. Mengetahui adanya impor sebanyak itu, Presiden memerintahkan kepada Menteri Pertanian untuk tidak ada lagi impor jagung dalam waktu lima tahun. 

Dua tahun setelah itu, pemerintah menerbikan Instruksi Presiden untuk harga jagung. “Harga yang kita tetapkan saat itu Rp2.700 per kg. Betul Pak Menteri?” Tanya Presiden.

Dengan adanya Inpres tersebut, petani bergairah untuk menanam jagung karena menguntungkan.  Kini, pada akhir 2016 impor jagung hanya tinggal 900 ribu ton dari 3,6 juta ton. 

“Ini kerja keras petani, petani jagung jagung dan harganya sudah naik. Dan kita harapkan tahun ini sudah tidak ada lagi impor lagi yang namanya jagung karena tinggal 900 ribu ton. Kalau dalam dua tahun yang 3,6 juta ton hanya jadi 900 ribu ton. Tahun ini Insya Allah kita sudah tidak impor lagi karena sudah bisa dipenuhi oleh petani-petani kita dari dalam negeri,” ucap Presiden.  

Dalam kesempatan itu, Presiden memanggil beberapa petani jagung dan kakao untuk menceritakan pengalamannya dan juga mendengarkan masukannya. Dan kepada mereka, Presiden memberikan hadiah sepeda.

Tampak mendampingi Presiden dan Ibu Iriana, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Gubernur Aceh Zaini Abdullah.

(Sumber berita :Humas Kementan)

Google+
berita lain