Ditjen Tanaman Pangan dan Badan Pusat Statistik Gelar Rakor Penyusunan Angka Tetap 2016 dan Angka Ramalan I 2017 Produksi Tanaman Pangan

Jum'at, 09 Juni 2017

Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails

Solo, Jawa Tengah, (8/6/17). Direktur Jenderal Tanaman Pangan Sumardjo Gatot Irianto membuka secara resmi Rapat Koordinasi penyusunan angka tetap 2016 dan angka ramalan I 2017 produksi tanaman pangan  yang diselenggarakan di Hotel Paragon pada tanggal 8 s.d 10 Juni 2017. Kegiatan ini merupakan rapat rutin tahunan dalam rangka membahas angka produksi padi dan palawija pada status angka tetap tahun 2016 dan angka ramalan I tahun 2017.

Dalam sambutannya Dirjen Gatot menyampaikan bahwa Pertemuan ini sangat penting artinya bagi Kementerian Pertanian, karena kinerja Kementan diukur dari tercapainya produksi/provitas padi dan palawija. Selain itu, hasil pertemuan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi kita semua dan para penanggungjawab UPSUS Provinsi untuk mengintensifkan upaya peningkatan produksi di daerah masing-masing.

Di akhir sambutannya Dirjen Tanaman pangan mengucapkan terimakasih kepada Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang Produksi pada Dinas Pertanian Provinsi yang membidangi Tanaman Pangan karena serapan anggaran tanaman pangan mulai naik sehingga berada di peringkat ke 6 dan LTT (luas tambah tanam) bulan mei tahun 2017 lebih besar dari LTT bulan mei tahun 2016, saya mengharapkan kinerja tersebut terus di dorong dan ditingkatkan lagi”tegas Dirjen.

Turut hadir pada Rakor ini, Deputi Bidang Statistik Produksi BPS RI, Pejabat Eselon II lingkup Kementan dan BPS, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah. Peserta yang hadir terdiri dari Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang Produksi pada Dinas Pertanian Provinsi yang membidangi Tanaman Pangan, Kepala Bidang Statistik Produksi BPS Provinsi, penanggungjawab UPSUS Provinsi lingkup Kementan. Sedangkan nara sumber yang akan hadir antara lain : pejabat terkait di BPS Pusat, serta pejabat yang menangani komoditas padi dan palawija lingkup Ditjen Tanaman Pangan.

Google+
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails

Solo, Jawa Tengah, (8/6/17). Direktur Jenderal Tanaman Pangan Sumardjo Gatot Irianto membuka secara resmi Rapat Koordinasi penyusunan angka tetap 2016 dan angka ramalan I 2017 produksi tanaman pangan  yang diselenggarakan di Hotel Paragon pada tanggal 8 s.d 10 Juni 2017. Kegiatan ini merupakan rapat rutin tahunan dalam rangka membahas angka produksi padi dan palawija pada status angka tetap tahun 2016 dan angka ramalan I tahun 2017.

Dalam sambutannya Dirjen Gatot menyampaikan bahwa Pertemuan ini sangat penting artinya bagi Kementerian Pertanian, karena kinerja Kementan diukur dari tercapainya produksi/provitas padi dan palawija. Selain itu, hasil pertemuan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi kita semua dan para penanggungjawab UPSUS Provinsi untuk mengintensifkan upaya peningkatan produksi di daerah masing-masing.

Di akhir sambutannya Dirjen Tanaman pangan mengucapkan terimakasih kepada Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang Produksi pada Dinas Pertanian Provinsi yang membidangi Tanaman Pangan karena serapan anggaran tanaman pangan mulai naik sehingga berada di peringkat ke 6 dan LTT (luas tambah tanam) bulan mei tahun 2017 lebih besar dari LTT bulan mei tahun 2016, saya mengharapkan kinerja tersebut terus di dorong dan ditingkatkan lagi”tegas Dirjen.

Turut hadir pada Rakor ini, Deputi Bidang Statistik Produksi BPS RI, Pejabat Eselon II lingkup Kementan dan BPS, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah. Peserta yang hadir terdiri dari Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang Produksi pada Dinas Pertanian Provinsi yang membidangi Tanaman Pangan, Kepala Bidang Statistik Produksi BPS Provinsi, penanggungjawab UPSUS Provinsi lingkup Kementan. Sedangkan nara sumber yang akan hadir antara lain : pejabat terkait di BPS Pusat, serta pejabat yang menangani komoditas padi dan palawija lingkup Ditjen Tanaman Pangan.

Google+
berita lain