Merespon Serangan Belalang Kembara Direktorat Jenderal Tanaman Pangan turunkan tim ke NTT

Rabu, 21 Juni 2017

Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails

Sumba Timur (14/6/2017), Merespon Serangan Belalang Kembara Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melalui Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan menerjunkan tim untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam penangganan hama tersebut.


Tim melakukan pemantauan pada siang hari dimana posisi belalang kembara berada karena belalang kembara berpindah-pindah mengikuti arah angin. Setelah ditemukan koloni belalang kembara berada, dilakukan pengendalian pada malam hari dengan aplikasi pestisida buatan bantuan dari Kementan dan Dinas Pertanian Provinsi NTT.
Pengendalian dilakukan pada malam hari lebih efektif karena belalang kembara sedang istirahat pada pohon2 bambu dan kelapa.

Saat ini serangan belalang terhadap komoditas tanaman pangan belum memberikan dampak yang berarti, namun tim tetap waspada dan terus bergerak mengendalikan belalang kembara agar tidak menyerang tanaman pangan.

Google+
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails

Sumba Timur (14/6/2017), Merespon Serangan Belalang Kembara Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melalui Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan menerjunkan tim untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam penangganan hama tersebut.


Tim melakukan pemantauan pada siang hari dimana posisi belalang kembara berada karena belalang kembara berpindah-pindah mengikuti arah angin. Setelah ditemukan koloni belalang kembara berada, dilakukan pengendalian pada malam hari dengan aplikasi pestisida buatan bantuan dari Kementan dan Dinas Pertanian Provinsi NTT.
Pengendalian dilakukan pada malam hari lebih efektif karena belalang kembara sedang istirahat pada pohon2 bambu dan kelapa.

Saat ini serangan belalang terhadap komoditas tanaman pangan belum memberikan dampak yang berarti, namun tim tetap waspada dan terus bergerak mengendalikan belalang kembara agar tidak menyerang tanaman pangan.

Google+
berita lain