Respon Serangan WBC Wakil ketua Komisi IV, Dirjen TP, Ka Barantan, TNI, Distan Kab. Cirebon Gelar Aksi Nyata

Sabtu, 16 September 2017

Tinjau lapangan dalam rangka dem area pengendalian wbc

Cirebon (16/9) - Dirjen Tanaman Pangan, Ir. Gatot Irianto bersama wakil ketua komisi IV DPR Dr. Herman Haeron dan Penanggungjawab upsus Jabar Ir. Banun Harpini mengunjungi lokasi terkena dampak wbc di kecamatan Kaliwedi, Arjawinangun dan Susukan di Kab. Cirebon.

Langkah yang dilakukan dalam waktu dekat dengan melakukan eradikasi (potong, bersihkan dan olah). Setelah itu tanam harus dilakukan secara serempak. Ditjen TP akan memberi bantuan olah tanah, kapur/dolomit, pupuk organik dan benih inpari 33 yang tahan wbc.

Dirjen TP meminta petani menunda dulu menanam padi lokal seperti ketan krn merupakan sumber inokulum. Kadis Kabupaten dan POPT harus mengawal secara intens, akan diberdayakan petani maju untuk mengamati populasi wbc.

Jajaran dinas Kabupaten harus lebih proaktif karena mereka yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Ke depannya akan didorong kembali SLPTT dan SLPHT di wilayah endemis agar terjalin komunikasi yang intens petani dan penyuluh Pungkas Wakil Ketua komisi IV Dr. Herman Haeron.

Google+

Tinjau lapangan dalam rangka dem area pengendalian wbc

Cirebon (16/9) - Dirjen Tanaman Pangan, Ir. Gatot Irianto bersama wakil ketua komisi IV DPR Dr. Herman Haeron dan Penanggungjawab upsus Jabar Ir. Banun Harpini mengunjungi lokasi terkena dampak wbc di kecamatan Kaliwedi, Arjawinangun dan Susukan di Kab. Cirebon.

Langkah yang dilakukan dalam waktu dekat dengan melakukan eradikasi (potong, bersihkan dan olah). Setelah itu tanam harus dilakukan secara serempak. Ditjen TP akan memberi bantuan olah tanah, kapur/dolomit, pupuk organik dan benih inpari 33 yang tahan wbc.

Dirjen TP meminta petani menunda dulu menanam padi lokal seperti ketan krn merupakan sumber inokulum. Kadis Kabupaten dan POPT harus mengawal secara intens, akan diberdayakan petani maju untuk mengamati populasi wbc.

Jajaran dinas Kabupaten harus lebih proaktif karena mereka yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Ke depannya akan didorong kembali SLPTT dan SLPHT di wilayah endemis agar terjalin komunikasi yang intens petani dan penyuluh Pungkas Wakil Ketua komisi IV Dr. Herman Haeron.

Google+
berita lain