Dirjen TP dan Gubernur Sulteng Buka Gebyar Perbenihan Ke V di Kabupaten Sigi

Kamis, 12 Oktober 2017

Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails

SulTeng: Gubernur Sulawesi Tengah, Drs.H. Longki L. Djanggola, M.Si. membuka secara resmi Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Tkt Nasional ke V yang diselenggarakan di Desa Sidera, Kecamatan Sigi Biromaru Kab. Sigi Sulawesi Tengah. Kamis pagi (12/10/2017). Acara Yang didahului dengan panen Padi disekitar lokasi kegiatan, Gubernur, Dirjen Tanaman Pangan yg didampingi oleh Bupati Kab. Sigi, Danrem 132 Tado Lako melakukan panen padi. Gelaran ini yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian,  Sumardjo Gatot irianto, Unsur Muspida, Kepala BPSB Sulteng, serta para peserta dari Balai Penelitian Tanaman Pangan, Ditjen lingkup Kementan, Balai Besar PPMBPTH,  Dinas Pertanian se Sulawesi Tengah, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih se Indonesia, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Perguruan Tinggi, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Produsen Benih Tanaman Pangan dan Kelompok Tani dengan jumlah total peserta seribu orang.

Ketua Panitia, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Palu Ir. Trie Iriany Lamakampuli, MM melaporkan tema acara Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Tk Nasional kali ini bertujuan untuk mempertemukan produsen dan konsumen benih,  pertukaran informasi perbenihan tanaman pangan yang terkini, mensosialisasikan teknologi tanaman pangan yang adaptif dan inovatif termasuk sarana pendukung terhadap penggunanya. " Acara ini mempertemukan langsung pemangku kepentingan, praktisi, perekayasa, pelaku bisnis perbenihan tanaman pangan." jelasnya.

Ia juga menjelaskan acara ini berlangsung selama 4 hari kedepan hingga sabtu 14 Oktober 2017, dengan rangkaian kegiatan seperti display vrietas tanaman pangan ( padi, jagung, kedelai, kacang hijau, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar dan lobak) Sarasehan, pertemuan Kepala BPSB, Kepala BBI, dan Produsen TB se- Indonesia, pertemuan Kompetensi PBT Tk Nasional, Rakernas IPBTI, pameran, panen display varietas tanaman pangan, lomba unjuk tangkas, lomba senam maumere, pertemuan Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSBTPH) seluruh Indonesia, aneka lomba, gelar teknologi dan wisata agro.

Dirjen Pertanian Tanaman Pangan,  Sumadjo Gatot Irianto dalam sambutannya menyampaikan Gebyar Perbenihan dilakukan untuk menunjukkan benih-benih terbaru kepada masyarakat. Ia juga mengapresiasi peningkatan produksi pangan Sulawesi Tengah. "Sulawesi Tengah pada tahun 2015 produksi padinya mencapai 1.001.949 ton. Pada tahun 2016 meningkat menjadi 1.086.074 ton dan Pada tahun 2017 berdasarkan laporan Kadis Pertanian Sulteng optimis mencapai target" papar Dirjen TP. Selanjutnya Dirjen menghimbau bahwa pada tahun 2017 Pemerintah menetapkan sasaran produksi padi sebesar 78,13 juta ton GKG; jagung sebesar 25,20 juta ton pipilan kering; kedelai 1,20 juta ton biji kering. Oleh karena itu diselenggarakannya kegiatan Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan ini sangat penting artinya untuk mewujudkan Kemandirian Benih dan Ketahanan Pangan

Menurut Dirjen Gatot peningkatan produktifitas sangat Memungkinkan  dengan munculnya varietas benih unggul baru, sampai Sampai  bulan Agustus tahun 2017 jumlah varietas tanaman pangan yang telah dilepas yaitu padi inbrida sebanyak 321 varietas, padi hibrida 100  varietas, jagung komposit 55 varietas, jagung hibrida 223 varietas dan kedelai 92 varietas.  Lebih lanjut ia menjelaskan suatu varietas akan menampakkan hasil maksimal jika ditanam pada waktu dan lahan yang cocok." Jika ditanam, waktu, tanah dan iklim yang pas maka potensi genetik suatu varietas bisa keluar. Oleh karena itu kepada Kepalal BPTP dan Penyuluh agar betul- betul memetakan dimana Varietas itu cocok untuk ditanam." pungkasnya.

Gubernur Sulteng yang hadir beserta istri menyampaikan pentingnya peran seluruh pelaku pertanian. Gebyar perbenihan bertujuan mempercepat pertukaran informasi dan teknologi perbenihan tanaman pangan terkini".ilustrasinya

Ia juga menambahkan agenda-agenda pembangunan dapat berjalan baik jika adanya kedaulatan pangan. " saya berharap melalui kegiatan ini benih-benih yang dimuliakan harganya diturunkan. Yang bagus- bagus itu jangan mahal kita dekatkan dengan masyarakat dengan harga yang semakin terjangkau." Ujarnya. (HUMAS TP)

Google+
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails

SulTeng: Gubernur Sulawesi Tengah, Drs.H. Longki L. Djanggola, M.Si. membuka secara resmi Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Tkt Nasional ke V yang diselenggarakan di Desa Sidera, Kecamatan Sigi Biromaru Kab. Sigi Sulawesi Tengah. Kamis pagi (12/10/2017). Acara Yang didahului dengan panen Padi disekitar lokasi kegiatan, Gubernur, Dirjen Tanaman Pangan yg didampingi oleh Bupati Kab. Sigi, Danrem 132 Tado Lako melakukan panen padi. Gelaran ini yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian,  Sumardjo Gatot irianto, Unsur Muspida, Kepala BPSB Sulteng, serta para peserta dari Balai Penelitian Tanaman Pangan, Ditjen lingkup Kementan, Balai Besar PPMBPTH,  Dinas Pertanian se Sulawesi Tengah, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih se Indonesia, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Perguruan Tinggi, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Produsen Benih Tanaman Pangan dan Kelompok Tani dengan jumlah total peserta seribu orang.

Ketua Panitia, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Palu Ir. Trie Iriany Lamakampuli, MM melaporkan tema acara Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Tk Nasional kali ini bertujuan untuk mempertemukan produsen dan konsumen benih,  pertukaran informasi perbenihan tanaman pangan yang terkini, mensosialisasikan teknologi tanaman pangan yang adaptif dan inovatif termasuk sarana pendukung terhadap penggunanya. " Acara ini mempertemukan langsung pemangku kepentingan, praktisi, perekayasa, pelaku bisnis perbenihan tanaman pangan." jelasnya.

Ia juga menjelaskan acara ini berlangsung selama 4 hari kedepan hingga sabtu 14 Oktober 2017, dengan rangkaian kegiatan seperti display vrietas tanaman pangan ( padi, jagung, kedelai, kacang hijau, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar dan lobak) Sarasehan, pertemuan Kepala BPSB, Kepala BBI, dan Produsen TB se- Indonesia, pertemuan Kompetensi PBT Tk Nasional, Rakernas IPBTI, pameran, panen display varietas tanaman pangan, lomba unjuk tangkas, lomba senam maumere, pertemuan Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSBTPH) seluruh Indonesia, aneka lomba, gelar teknologi dan wisata agro.

Dirjen Pertanian Tanaman Pangan,  Sumadjo Gatot Irianto dalam sambutannya menyampaikan Gebyar Perbenihan dilakukan untuk menunjukkan benih-benih terbaru kepada masyarakat. Ia juga mengapresiasi peningkatan produksi pangan Sulawesi Tengah. "Sulawesi Tengah pada tahun 2015 produksi padinya mencapai 1.001.949 ton. Pada tahun 2016 meningkat menjadi 1.086.074 ton dan Pada tahun 2017 berdasarkan laporan Kadis Pertanian Sulteng optimis mencapai target" papar Dirjen TP. Selanjutnya Dirjen menghimbau bahwa pada tahun 2017 Pemerintah menetapkan sasaran produksi padi sebesar 78,13 juta ton GKG; jagung sebesar 25,20 juta ton pipilan kering; kedelai 1,20 juta ton biji kering. Oleh karena itu diselenggarakannya kegiatan Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan ini sangat penting artinya untuk mewujudkan Kemandirian Benih dan Ketahanan Pangan

Menurut Dirjen Gatot peningkatan produktifitas sangat Memungkinkan  dengan munculnya varietas benih unggul baru, sampai Sampai  bulan Agustus tahun 2017 jumlah varietas tanaman pangan yang telah dilepas yaitu padi inbrida sebanyak 321 varietas, padi hibrida 100  varietas, jagung komposit 55 varietas, jagung hibrida 223 varietas dan kedelai 92 varietas.  Lebih lanjut ia menjelaskan suatu varietas akan menampakkan hasil maksimal jika ditanam pada waktu dan lahan yang cocok." Jika ditanam, waktu, tanah dan iklim yang pas maka potensi genetik suatu varietas bisa keluar. Oleh karena itu kepada Kepalal BPTP dan Penyuluh agar betul- betul memetakan dimana Varietas itu cocok untuk ditanam." pungkasnya.

Gubernur Sulteng yang hadir beserta istri menyampaikan pentingnya peran seluruh pelaku pertanian. Gebyar perbenihan bertujuan mempercepat pertukaran informasi dan teknologi perbenihan tanaman pangan terkini".ilustrasinya

Ia juga menambahkan agenda-agenda pembangunan dapat berjalan baik jika adanya kedaulatan pangan. " saya berharap melalui kegiatan ini benih-benih yang dimuliakan harganya diturunkan. Yang bagus- bagus itu jangan mahal kita dekatkan dengan masyarakat dengan harga yang semakin terjangkau." Ujarnya. (HUMAS TP)

Google+
berita lain