BERITA TERKINI
Ralat Pengumuman inpassing PBT 2017 bisa diakses pada halaman pengumuman   rekrutmen CPNS lingkup Kementerian pertanian tahun 2017 bisa di akses pada link http://cpns.pertanian.go.id/   aplikasi e-Perlintan sudah dapat di Download   5 Juli 2017 Dirjen TP, Dandim 0509/Kab Bekasi dan Bupati Kab. Bekasi melakukan Percepatan Tanam Padi di Desa Suka Karya   Selamat Hari Raya Idul Fitri 1348 H   TIm Direktorat Perlindungan TP berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Prov. NTT mengatasi hama Belalang di SUmba Timur   Kunjungi Stand Ditjen TP pada acara Penas di Prov. Aceh tanggal 6-11 Mei 2017   Mentan: "Kunci menghentikan impor Beras dengan LTT Padi dan SERGAP"    Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Budidaya Jagung 2017 dapat di Download pada menu Pengumuman   16 - 18 Pebruari 2017 di The Sunan Hotel Solo, Ditjen TP Melaksanakan Pemantapan Program dan Kegiatan Tahun 2017   
Hari ini : 21-11-2017

Update : Jum'at, 03 November 2017, 06:20:25     Dilihat : 33 kali

Probolinggo(2-11-2017), Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbayah, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno dan Kehutanan, Kementerian Pertanian yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Maman Suherman, Gubernur Jawa Timur dan Bupati Probolinggo mengunjungi Desa Brani Wetan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, meninjau program perhutanan sosial untuk pemerataan ekonomi.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, sebelum acara mengatakan Presiden akan melakukan "cognito" (pengecekan lapangan) pelaksanaan program perhutanan sosial di lapangan.

Siti juga mengungkapkan bahwa Presiden dalam kegiatan ini akan menyerahkan SK untuk pemanfaatan hutan bagi tiga gabungan kelompok tani dan SK pengakuan perlindungan untuk lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) di Jember dan LMDH Lumajang. "Seluruhnya yang akan dibagikan 2.624 hektar. Kalau dilihat jumlah kepala keluarga, yaitu 1.496 kepala keluarga," kata Siti.

Pada sesi dialog dengan salah satu petani di Probolinggo Presiden menanyakan pemanfaatan lahan yang telah diberikan seluas 2 hektar akan dipergunakan untuk apa. Spontan petani menjawab untuk penanaman jagung, karena menurut petani jagung sudah memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Umurnya hanya 4 bulan dan hasilnya bisa menutupi pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diajukan. Pembayaran pinjamannya pun setelah panen. Presiden juga mengingatkan dimana petani akan menjual hasil jagungnya tersebut, jangan sampai kesulitan dalam menjual sehingga tidak bisa mengembalikan pinjaman KUR nya.

Selanjutnya Presiden menyaksikan pemberikan Bantuan Benih Jagung secara simbolis sebanyak 1.2 ton pada lahan perhutanan Sosial dari Kementerian Pertanian.

Kegiatan jagung 2018 di utamakan pelaksanaannya di lahan perhutanan sosial di seluruh Indonesia seluas 12,7 jt ha (bertahap sampai thn 2019) melalui kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mendukung Swasembada Jagung Nasional

Pada acara tersebut juga diberikan KUR dan CSR kepada sekolah dan kelompok tani oleh Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) Achmad Baiquni.

Usai acara, presiden berserta rombongan langsung menuju Surabaya untuk kembali ke Jakarta. (Humas TP)

Pencarian :
AGENDA


PENGUMUMAN