Dukung program Perhutanan Sosial untuk program Pemerataan Ekonomi Kementan berikan benih jagung di Jawa Timur.

Jum'at, 03 November 2017

Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails

Probolinggo(2-11-2017), Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbayah, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno dan Kehutanan, Kementerian Pertanian yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Maman Suherman, Gubernur Jawa Timur dan Bupati Probolinggo mengunjungi Desa Brani Wetan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, meninjau program perhutanan sosial untuk pemerataan ekonomi.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, sebelum acara mengatakan Presiden akan melakukan "cognito" (pengecekan lapangan) pelaksanaan program perhutanan sosial di lapangan.

Siti juga mengungkapkan bahwa Presiden dalam kegiatan ini akan menyerahkan SK untuk pemanfaatan hutan bagi tiga gabungan kelompok tani dan SK pengakuan perlindungan untuk lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) di Jember dan LMDH Lumajang. "Seluruhnya yang akan dibagikan 2.624 hektar. Kalau dilihat jumlah kepala keluarga, yaitu 1.496 kepala keluarga," kata Siti.

Pada sesi dialog dengan salah satu petani di Probolinggo Presiden menanyakan pemanfaatan lahan yang telah diberikan seluas 2 hektar akan dipergunakan untuk apa. Spontan petani menjawab untuk penanaman jagung, karena menurut petani jagung sudah memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Umurnya hanya 4 bulan dan hasilnya bisa menutupi pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diajukan. Pembayaran pinjamannya pun setelah panen. Presiden juga mengingatkan dimana petani akan menjual hasil jagungnya tersebut, jangan sampai kesulitan dalam menjual sehingga tidak bisa mengembalikan pinjaman KUR nya.

Selanjutnya Presiden menyaksikan pemberikan Bantuan Benih Jagung secara simbolis sebanyak 1.2 ton pada lahan perhutanan Sosial dari Kementerian Pertanian.

Kegiatan jagung 2018 di utamakan pelaksanaannya di lahan perhutanan sosial di seluruh Indonesia seluas 12,7 jt ha (bertahap sampai thn 2019) melalui kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mendukung Swasembada Jagung Nasional

Pada acara tersebut juga diberikan KUR dan CSR kepada sekolah dan kelompok tani oleh Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) Achmad Baiquni.

Usai acara, presiden berserta rombongan langsung menuju Surabaya untuk kembali ke Jakarta. (Humas TP)

Google+
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails

Probolinggo(2-11-2017), Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbayah, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno dan Kehutanan, Kementerian Pertanian yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Maman Suherman, Gubernur Jawa Timur dan Bupati Probolinggo mengunjungi Desa Brani Wetan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, meninjau program perhutanan sosial untuk pemerataan ekonomi.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, sebelum acara mengatakan Presiden akan melakukan "cognito" (pengecekan lapangan) pelaksanaan program perhutanan sosial di lapangan.

Siti juga mengungkapkan bahwa Presiden dalam kegiatan ini akan menyerahkan SK untuk pemanfaatan hutan bagi tiga gabungan kelompok tani dan SK pengakuan perlindungan untuk lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) di Jember dan LMDH Lumajang. "Seluruhnya yang akan dibagikan 2.624 hektar. Kalau dilihat jumlah kepala keluarga, yaitu 1.496 kepala keluarga," kata Siti.

Pada sesi dialog dengan salah satu petani di Probolinggo Presiden menanyakan pemanfaatan lahan yang telah diberikan seluas 2 hektar akan dipergunakan untuk apa. Spontan petani menjawab untuk penanaman jagung, karena menurut petani jagung sudah memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Umurnya hanya 4 bulan dan hasilnya bisa menutupi pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diajukan. Pembayaran pinjamannya pun setelah panen. Presiden juga mengingatkan dimana petani akan menjual hasil jagungnya tersebut, jangan sampai kesulitan dalam menjual sehingga tidak bisa mengembalikan pinjaman KUR nya.

Selanjutnya Presiden menyaksikan pemberikan Bantuan Benih Jagung secara simbolis sebanyak 1.2 ton pada lahan perhutanan Sosial dari Kementerian Pertanian.

Kegiatan jagung 2018 di utamakan pelaksanaannya di lahan perhutanan sosial di seluruh Indonesia seluas 12,7 jt ha (bertahap sampai thn 2019) melalui kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mendukung Swasembada Jagung Nasional

Pada acara tersebut juga diberikan KUR dan CSR kepada sekolah dan kelompok tani oleh Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) Achmad Baiquni.

Usai acara, presiden berserta rombongan langsung menuju Surabaya untuk kembali ke Jakarta. (Humas TP)

Google+
berita lain