Penanaman Varietas Rentan dan Pola Tanam Yang Tidak Teratur, Pemicu Perkembangan dan Penyebaran Wereng

Kamis, 16 November 2017

Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails

Bekasi(14/10/2017), Wereng Batang Coklat atau yang dikenal dengan WBC menyerang sebagian lahan pertanian di Kabupaten Bekasi. Kementerian Pertanian khususnya Direktorat Jenderal Tanaman Pangan merespon cepat serangan tersebut dengan mengandeng TNI AD Kodim 0509 (200 personil Yon Armed dan Babinsa), Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi dan petani untuk melakukan penangganan di 8 Kecamatan. Hal ini dilakukan agar spot serangan bisa diputus dan tidak menganggu tanaman padi yang lain karena jika tidak ditangani secara tuntas dikhawatirkan dapat menganggu produksi padi di Kabupaten Bekasi. Gerakan ini sebagai bentuk perlindungan dan pengawalan pemerintah terhadap petani.


Memasuki hari ketiga, Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Ir. Maman Suherman, Direktur Serealia, Kepala Balai Besar PPMBTPH , Dandim 0509 Kab. Bekasi, dan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi turun memantau langsung pelaksanaan penangganan WBC di 8 Kecamatan. Gerakan penanganan dilakukan melalui 3 cara yaitu :

  1. Melakukan eradikasi olah lahan bagi tanaman yang sudah terkena virus kemudian diberikan kapur dolomit dan pupuk organik, setelah itu lahan tersebut akan ditanami dengan padi yang tahan wereng.
  2. Pembakaran sisa tanaman untuk lahan yang terkena dampak yang parah.
  3. Penyemprotan pestisida bagi tanaman padi yang masih belum terlalu parah. 

Lebih lanjut Sesditjen Tanaman Pangan mengharapkan petani dapat memulai Budidaya Tanaman Sehat dan pola tanam yang tepat, karena penanaman varietas rentan dan pola tanam yang tidak teratur akan memicu perkembangan dan penyebaran wereng. Langkah selanjutnya, Sesditjen Tanaman Pangan akan menurunkan tim dari Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan dan Balai Besar Peramalan OPT Jatisari untuk melakukan bimbingan teknis dan sosialisasi langsung kepada para petani sehingga kedepannya serangan WBC dapat diminimalisir.(Humas TP)

Google+
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails
Thumbnails

Bekasi(14/10/2017), Wereng Batang Coklat atau yang dikenal dengan WBC menyerang sebagian lahan pertanian di Kabupaten Bekasi. Kementerian Pertanian khususnya Direktorat Jenderal Tanaman Pangan merespon cepat serangan tersebut dengan mengandeng TNI AD Kodim 0509 (200 personil Yon Armed dan Babinsa), Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi dan petani untuk melakukan penangganan di 8 Kecamatan. Hal ini dilakukan agar spot serangan bisa diputus dan tidak menganggu tanaman padi yang lain karena jika tidak ditangani secara tuntas dikhawatirkan dapat menganggu produksi padi di Kabupaten Bekasi. Gerakan ini sebagai bentuk perlindungan dan pengawalan pemerintah terhadap petani.


Memasuki hari ketiga, Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Ir. Maman Suherman, Direktur Serealia, Kepala Balai Besar PPMBTPH , Dandim 0509 Kab. Bekasi, dan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi turun memantau langsung pelaksanaan penangganan WBC di 8 Kecamatan. Gerakan penanganan dilakukan melalui 3 cara yaitu :

  1. Melakukan eradikasi olah lahan bagi tanaman yang sudah terkena virus kemudian diberikan kapur dolomit dan pupuk organik, setelah itu lahan tersebut akan ditanami dengan padi yang tahan wereng.
  2. Pembakaran sisa tanaman untuk lahan yang terkena dampak yang parah.
  3. Penyemprotan pestisida bagi tanaman padi yang masih belum terlalu parah. 

Lebih lanjut Sesditjen Tanaman Pangan mengharapkan petani dapat memulai Budidaya Tanaman Sehat dan pola tanam yang tepat, karena penanaman varietas rentan dan pola tanam yang tidak teratur akan memicu perkembangan dan penyebaran wereng. Langkah selanjutnya, Sesditjen Tanaman Pangan akan menurunkan tim dari Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan dan Balai Besar Peramalan OPT Jatisari untuk melakukan bimbingan teknis dan sosialisasi langsung kepada para petani sehingga kedepannya serangan WBC dapat diminimalisir.(Humas TP)

Google+
berita lain