MENTAN : TIADA HARI TANPA TANAM, TIADA HARI TANPA PANEN

Kamis, 04 Januari 2018

Jakarta – 03/01/2018, "Bila selama 72 tahun kita mengenal adanya paceklik, itu sekarang kita singkirkan. Kita bangun paradigma baru.Tiada hari tanpa tanam, Tiada hari tanpa panen", demikian disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memberikan arahan sekaligus membuka acara Rapat Koordinasi Gabungan Ketahanan Pangan dan Evaluasi Upsus Tahun 2017 di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

Amran menjelaskan, paradigma lama adalah, paceklik ada, sedangkan paradigma baru tidak ada lagi paceklik, untuk menghilangkan paceklik, kebutuhan air harus selalu tersedia oleh karena itu untuk mewujudkan hal tersebut kami sudah melakukan berbagai cara diantaranya membangun embung, memberikan alat dan mesin pertanian (pompanisasi), serta memperbaiki sistem irigasi, sehingga pertanaman yang biasanya hanya sekali sekarang menjadi dua kali dan pada akhirnya tiada hari tanpa panen bisa terwujud.

Sementara itu ditempat yang sama  Dirjen TP, Sumarjo Gatot Irianto, pada saat menyampaikan hasil Evaluasi UPSUS PJK dan SERGAP Tahun 2017 mengatakan bahwa Setelah melihat hasil capaian luas tanam per propinsi untuk komoditas PJK (padi, jagung, kedelai) ada beberapa propinsi yang surplus dan ada juga yang tidak mencapai sasaran, untuk itu Bagi provinsi yang LT (luas tanam) padi Oktober 2016-September 20117 lebih rendah dibandingkan Oktober 2015 – September 2016 agar dikompensasi pada LT (luas tanam) Januari tahun 2018 dan Provinsi yang LT (luas tanam) padi Oktober - Desember 2017 lebih rendah dibanding Oktober - Desember 2016, untuk dikejar pada LT (luas tanam) padi Januari tahun 2018.

Terkait dengan komoditas jagung Dirjen menghimbau agar Memperkuat hilirisasi produk jagung, penyiapan pengering, kemitraan GPMT (gabungan pengusaha makanan ternak), dan serap jagung di petani saat harga jatuh seperti yang terjadi saat ini. Sementara untuk kedelai agar ada Gerakan konsumi kedelai lokal sehat Non-GMO”ujar Dirjen.

Dirjen Tanaman Pangan juga mengingatkan di tahun 2018 agar seluruh stakeholder yang terlibat untuk lebih bekerja keras lagi dalam meningkatkan LTT (luas tambah tanam) Pajale (padi, jagung, kedelai) dengan target PATB (penambahan areal tanam baru) program APBN 3 juta ha padi, 4 juta ha jagung dan 1,0 juta ha kedelai “Jadi Point utama untuk mencapai tujuan kita yaitu : luas tambah tanam (LTT), serap gabah (Sergap) dan cetak sawah” tegas Dirjen.

Hadir dalam acara ini Asisten Teritorial Kasad, Dirjen/Kepala Badan lingkup Kementan, Direktur Pengadaan Perum BULOG, Perwakilan Aster Kasdam (Kodam I/Bukit Barisan dan Kodam XIV/Hasanuddin), Kepala Dinas Pertanian Provinsi sentra produksi , Asisten Teritorial Komando Daerah Militer seluruh Indonesia, Danrem seluruh Indonesia , Kalakgiat  Direktorat  Zeni AD, Sterad/Mabes TNI AD.

 

Google+

Jakarta – 03/01/2018, "Bila selama 72 tahun kita mengenal adanya paceklik, itu sekarang kita singkirkan. Kita bangun paradigma baru.Tiada hari tanpa tanam, Tiada hari tanpa panen", demikian disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memberikan arahan sekaligus membuka acara Rapat Koordinasi Gabungan Ketahanan Pangan dan Evaluasi Upsus Tahun 2017 di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

Amran menjelaskan, paradigma lama adalah, paceklik ada, sedangkan paradigma baru tidak ada lagi paceklik, untuk menghilangkan paceklik, kebutuhan air harus selalu tersedia oleh karena itu untuk mewujudkan hal tersebut kami sudah melakukan berbagai cara diantaranya membangun embung, memberikan alat dan mesin pertanian (pompanisasi), serta memperbaiki sistem irigasi, sehingga pertanaman yang biasanya hanya sekali sekarang menjadi dua kali dan pada akhirnya tiada hari tanpa panen bisa terwujud.

Sementara itu ditempat yang sama  Dirjen TP, Sumarjo Gatot Irianto, pada saat menyampaikan hasil Evaluasi UPSUS PJK dan SERGAP Tahun 2017 mengatakan bahwa Setelah melihat hasil capaian luas tanam per propinsi untuk komoditas PJK (padi, jagung, kedelai) ada beberapa propinsi yang surplus dan ada juga yang tidak mencapai sasaran, untuk itu Bagi provinsi yang LT (luas tanam) padi Oktober 2016-September 20117 lebih rendah dibandingkan Oktober 2015 – September 2016 agar dikompensasi pada LT (luas tanam) Januari tahun 2018 dan Provinsi yang LT (luas tanam) padi Oktober - Desember 2017 lebih rendah dibanding Oktober - Desember 2016, untuk dikejar pada LT (luas tanam) padi Januari tahun 2018.

Terkait dengan komoditas jagung Dirjen menghimbau agar Memperkuat hilirisasi produk jagung, penyiapan pengering, kemitraan GPMT (gabungan pengusaha makanan ternak), dan serap jagung di petani saat harga jatuh seperti yang terjadi saat ini. Sementara untuk kedelai agar ada Gerakan konsumi kedelai lokal sehat Non-GMO”ujar Dirjen.

Dirjen Tanaman Pangan juga mengingatkan di tahun 2018 agar seluruh stakeholder yang terlibat untuk lebih bekerja keras lagi dalam meningkatkan LTT (luas tambah tanam) Pajale (padi, jagung, kedelai) dengan target PATB (penambahan areal tanam baru) program APBN 3 juta ha padi, 4 juta ha jagung dan 1,0 juta ha kedelai “Jadi Point utama untuk mencapai tujuan kita yaitu : luas tambah tanam (LTT), serap gabah (Sergap) dan cetak sawah” tegas Dirjen.

Hadir dalam acara ini Asisten Teritorial Kasad, Dirjen/Kepala Badan lingkup Kementan, Direktur Pengadaan Perum BULOG, Perwakilan Aster Kasdam (Kodam I/Bukit Barisan dan Kodam XIV/Hasanuddin), Kepala Dinas Pertanian Provinsi sentra produksi , Asisten Teritorial Komando Daerah Militer seluruh Indonesia, Danrem seluruh Indonesia , Kalakgiat  Direktorat  Zeni AD, Sterad/Mabes TNI AD.

 

Google+
berita lain