Dirjen TP:"Data yang Baik dapat digunakan untuk menentukan arah Kebijakan Pemerintah, sehingga keakuratan data jadi hal terpenting

Rabu, 28 Februari 2018

Solo, (28/2/2018) bertempat di Auditorium Hotel Paragon Solo Direktur Jenderal Gatot Irianto membuka Rapat Koordinasi Penyusunan Angka Sementara (ASEM) 2017 dan Angka Prognosa 2018 produksi tanaman pangan. acara yang akan berlangsung dari tanggal 28-2 maret 2018 ini dihadiri oleh Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan seluruh Indonesia total.

Dalam sambutannya Dirjen Gatot sangat mengapresiasi BPS karena baru tahun ini Kementerian Pertanian diberikan akses data provitasi dari seluruh provinsi di Indonesia. hal ini yang sebelumnya tidak pernah terjadi, mengapa hal ini menjadi sangat penting karena dengan diberikannya akses data tersebut kementerian pertanian bisa memperbaiki kekurangan dan mengevaluasi kebijakan yang telah dilakukan untuk dilakukan perubahan arah kebijakan sehingga tercapai program peningkatan produksi yang lebih baik. 

Dengan adanya pertemuan ini juga Dirjen Gatot berharap komunikasi antara DInas Pertanian, Kementerian Pertanian dan  BPS bisa dibangun lebih baik lagi untuk menghasilkan data yang baik dan akurat. "Data yang baik dapat digunakan untuk menentukan arah kebijakan pemerintah sehingga keakuratan data adalah hal terpenting" pungkasnya.

Terakhir Dirjen Gatot mengharap Dinas Pertanian di masing-masing provinsi dapat melaporkan Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) ke BPS provinsi baik padi ladang , jagung dan kedelai yang ditanam di bawah tegakkan kelapa, integrasi sawit, tumpang sari sehingga angka produksi didapat secara riil dan akurat. pihak BPS pun bisa memasukan data tersebut kedalam data produksi, untuk metode perhitungannya diserahkan kepada BPS sehingga pertanaman yang dilakukan di areal PATB dapat dilaporkan secara riil dan akurat.(HUMAS TP) 

Google+

Solo, (28/2/2018) bertempat di Auditorium Hotel Paragon Solo Direktur Jenderal Gatot Irianto membuka Rapat Koordinasi Penyusunan Angka Sementara (ASEM) 2017 dan Angka Prognosa 2018 produksi tanaman pangan. acara yang akan berlangsung dari tanggal 28-2 maret 2018 ini dihadiri oleh Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan seluruh Indonesia total.

Dalam sambutannya Dirjen Gatot sangat mengapresiasi BPS karena baru tahun ini Kementerian Pertanian diberikan akses data provitasi dari seluruh provinsi di Indonesia. hal ini yang sebelumnya tidak pernah terjadi, mengapa hal ini menjadi sangat penting karena dengan diberikannya akses data tersebut kementerian pertanian bisa memperbaiki kekurangan dan mengevaluasi kebijakan yang telah dilakukan untuk dilakukan perubahan arah kebijakan sehingga tercapai program peningkatan produksi yang lebih baik. 

Dengan adanya pertemuan ini juga Dirjen Gatot berharap komunikasi antara DInas Pertanian, Kementerian Pertanian dan  BPS bisa dibangun lebih baik lagi untuk menghasilkan data yang baik dan akurat. "Data yang baik dapat digunakan untuk menentukan arah kebijakan pemerintah sehingga keakuratan data adalah hal terpenting" pungkasnya.

Terakhir Dirjen Gatot mengharap Dinas Pertanian di masing-masing provinsi dapat melaporkan Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) ke BPS provinsi baik padi ladang , jagung dan kedelai yang ditanam di bawah tegakkan kelapa, integrasi sawit, tumpang sari sehingga angka produksi didapat secara riil dan akurat. pihak BPS pun bisa memasukan data tersebut kedalam data produksi, untuk metode perhitungannya diserahkan kepada BPS sehingga pertanaman yang dilakukan di areal PATB dapat dilaporkan secara riil dan akurat.(HUMAS TP) 

Google+
berita lain