Percepatan Tanam dan Sinkronisasi Data Nasional Program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) PJK Dirjen TP Gelar Rakor di Bogor

Sabtu, 14 April 2018

Bogor (13/4/2018), Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian melaksanakan Rakor Program 2018, dalam rangka Percepatan Tanam serta Sinkronisasi Data Nasional yang terkait dengan Program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Padi, Jagung dan Kedelai di Salak Tower Hotel Bogor. Rakor ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pertanian dari 12 Provinsi sentra, 66 Kabupaten Kota, dan 231 Kecamatan, serta Narasumber dari Deputi Bidang Statistik Produksi ( M. Habibullah, S.Si, M.Si ) dan Direktur Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan BPS ( Hermanto, S.Si, M.M) yang terkait dengan Metode Kerangka Sampel (KSA) .

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Dr. Ir. Sumarjo Gatot Irianto, MS, DAA resmi membuka acara sekaligus memberikan arahan kepada seluruh peserta rakor. Dirjen meminta khususnya kepada para Mantri Tani/KCD harus lebih pro aktif mencatat dan melaporkan penambahan Luas Tanam ke BPS agar tercatat di SP BPS setiap bulan (tanggal 10 bulan berjalan). Selanjutnya Gatot meminta kepada BPS untuk membuat kebijakan (Deskresi) mencatat luas tanam bagi Dinas Pertanian Kabupaten yang tidak mau melaporkan pelaksanaan kegiatan. Bagaimana penentuan ubinan suakarsa untuk meningkatkan kualitas data produktifitas Tanaman Pangan yang dilaksanakan bersama dengan dinas pertanian kabupaten/kota saat ini belum optimal dan belum seluruhnya mencakup wilayah program. tutur Gatot.

Gatot juga menambahkan dalam upaya  penentuan sampel ubinan (lokasi, waktu,dan cara) oleh BPS, agar diikutsertakan dinas kabupaten,provinsi dan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan untuk memberikan masukan sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Jika terjadi perbedaan produktifitas yang janggal Dinas Kabupaten dan provinsi harus melakukan koreksi dengan didukung oleh data melalui perbaikan data dari Mantri Tani/KCD yang di sampaikan ke BPS.

 Di akhir sambutan Gatot menekankan kepada seluruh peserta rakor agar memastikan lahan PATB di catat dalam laporan SP-BPS melalui verifikasi Mantri Tani dan BPS provinsi/kabupaten/kecamatan termasuk laporan LTT padi gogo di laporkan harian terpisah dengan padi sawah di catat dalam SP dan Upaya pencapaian sasaran produksi antara lain perluasan areal tanam baru dengan memanfaatkan lahan ladang, lahan kering, lahan dibawah perkebunan/pohon tahunan, lahan tidak di garap, lahan pekarangan,tumpang sari,serta lahan sejenis lainnya dan peneydiaan benih varietas unggul dengan harga yang wajar. (HUMAS TP)

 

Google+

Bogor (13/4/2018), Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian melaksanakan Rakor Program 2018, dalam rangka Percepatan Tanam serta Sinkronisasi Data Nasional yang terkait dengan Program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Padi, Jagung dan Kedelai di Salak Tower Hotel Bogor. Rakor ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pertanian dari 12 Provinsi sentra, 66 Kabupaten Kota, dan 231 Kecamatan, serta Narasumber dari Deputi Bidang Statistik Produksi ( M. Habibullah, S.Si, M.Si ) dan Direktur Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan BPS ( Hermanto, S.Si, M.M) yang terkait dengan Metode Kerangka Sampel (KSA) .

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Dr. Ir. Sumarjo Gatot Irianto, MS, DAA resmi membuka acara sekaligus memberikan arahan kepada seluruh peserta rakor. Dirjen meminta khususnya kepada para Mantri Tani/KCD harus lebih pro aktif mencatat dan melaporkan penambahan Luas Tanam ke BPS agar tercatat di SP BPS setiap bulan (tanggal 10 bulan berjalan). Selanjutnya Gatot meminta kepada BPS untuk membuat kebijakan (Deskresi) mencatat luas tanam bagi Dinas Pertanian Kabupaten yang tidak mau melaporkan pelaksanaan kegiatan. Bagaimana penentuan ubinan suakarsa untuk meningkatkan kualitas data produktifitas Tanaman Pangan yang dilaksanakan bersama dengan dinas pertanian kabupaten/kota saat ini belum optimal dan belum seluruhnya mencakup wilayah program. tutur Gatot.

Gatot juga menambahkan dalam upaya  penentuan sampel ubinan (lokasi, waktu,dan cara) oleh BPS, agar diikutsertakan dinas kabupaten,provinsi dan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan untuk memberikan masukan sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Jika terjadi perbedaan produktifitas yang janggal Dinas Kabupaten dan provinsi harus melakukan koreksi dengan didukung oleh data melalui perbaikan data dari Mantri Tani/KCD yang di sampaikan ke BPS.

 Di akhir sambutan Gatot menekankan kepada seluruh peserta rakor agar memastikan lahan PATB di catat dalam laporan SP-BPS melalui verifikasi Mantri Tani dan BPS provinsi/kabupaten/kecamatan termasuk laporan LTT padi gogo di laporkan harian terpisah dengan padi sawah di catat dalam SP dan Upaya pencapaian sasaran produksi antara lain perluasan areal tanam baru dengan memanfaatkan lahan ladang, lahan kering, lahan dibawah perkebunan/pohon tahunan, lahan tidak di garap, lahan pekarangan,tumpang sari,serta lahan sejenis lainnya dan peneydiaan benih varietas unggul dengan harga yang wajar. (HUMAS TP)

 

Google+
berita lain