Kabupaten Tanah Laut, Kalsel Siap Menjadi Kawasan Pengembangan Perbenihan Jagung Hibrida

Senin, 01 Juli 2019

Tanah laut, Kalsel, (28 Juni 2019) Kementerian Pertanian RI pada Tahun 2019 telah menunjuk  Kalimantan Selatan sebagai salah satu percontohan kegiatan tanaman pangan berbentuk sebuah kawasan “Pengembangan Kawasan Perbenihan Jagung Hibrida Berbasis Korporasi Petani”. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Permentan No. 18 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani yang mengamanatkan bahwa percepatan pengembangan kawasan dilakukan melalui kegiatan percontohan.

Di Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, telah dilakukan "Penandatanganan MoU Pilot Project Pengembangan Kawasan Perbenihan Jagung Hibrida Berbasis Korporasi Petani "Acara ini dihadiri oleh Direktur Perbenihan, Ditjen Tanaman Pangan  yang diwakili oleh Kasubdit Pengawasan Mutu Benih Catur Setiawan, STP, M.Si, Perwakilan dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Kalsel, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut,   Ir. Ahmad Mustahdi, MM beserta jajaran, Peneliti Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros Ir. Bahtiar, MS,  Direktur PT. Tunas Widji Inti Nayottama (Twinn) Rukimin, SP sebagai Korporasi peng-Opkup Calon Benih Jagung, Kepala BPSB dan Pengawas Benih Tanaman (PBT) Prov. Kalsel, Petugas Lapang/Mantri Tani, Babinsa serta kelompok tani penerima bantuan.

Pertemuan tersebut diawali dengan pembekalan berupa Bimbingan Teknis Pelatihan kepada Petugas Lapang/Mantri Tani dan kelompoktani penerima bantuan yang nara sumbernya berasal dari Direktorat Perbenihan, Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros, PT. Tunas Widji Inti Nayottama (Twinn), Dinas TPH Provinsi Kalsel, BPSB TPH Prov. Kalsel, Dinas TPH dan Perkebunan Kab. Tanah Laut serta kunjungan lapang.

Provinsi Kalimantan Selatan (Kabupaten Tanah Laut) siap melaksanakan program Kementerian Pertanian dengan tujuan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani serta dapat memenuhi ketersediaan benih jagung hibrida untuk wilayah Kalimantan Selatan secara mandiri dan berkesinambungan yang dikelola dalam bentuk kelembagaan koperasi petani. Dimana tingkat kebutuhan benih  jagung hibrida Provinsi Kalimantan Selatan meningkat setiap tahunnya ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kab. Tanah Laut.

Dalam sambutannya, Catur Setiawan, STP, M.Si (yang mewakili Direktur Perbenihan) menyampaikan bahwa “Kegiatan percontohan ini dimaksudkan untuk membantu penyediaan benih jagung bersertifikat untuk wilayah tersebut dan dapat menumbuhkembangkan produsen benih jagung hibrida.

Latar belakang dilaksanakan program tersebut adalah melihat keberhasilan menumbuhkembangkan produsen benih jagung  yang telah diawali pada tahun 2018 di 5 (lima) provinsi yaitu Jawa Barat, Banten, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara). Provinsi Sulawesi telah berhasil memproduksi benih sendiri untuk kebutuhan benih wilayah tersebut. Maka pada Tahun 2019, Kabupaten Tanah Laut salah satu yang ditunjuk Kementerian Pertanian untuk melaksanakan kegiatan penumbuhkembangan produsen benih jagung melalui Pilot Project “Pengembangan Kawasan Perbenihan Jagung Hibrida Berbasis Korporasi Petani”.

Keberhasilan ini diharapkan ke depan akan diterapkan di beberapa kawasan lain untuk mereplikasi kegiatan Perbenihan jagung hibrida berbasis korporasi petani. Dimana hasil kegiatan tersebut untuk calon benih dapat di opkup oleh korporasi (kerjasama dengan produsen benih jagung) dan yang tidak menjadi benih dapat dikelola oleh petani sebagai pakan ternak.

Dukungan pengawalan dan pendampingan semua pihak terkait (Dinas Pertanian provinsi, Dinas Pertanian Kabupaten, Litbang, Petugas Lapang/Mantri Tani, Korporasi dan BPSB) merupakan kunci keberhasilan dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Peran Pengawas Benih Tanaman (PBT) juga menjadi penting dan strategis dalam mengawasi proses sertifikasi menjadi benih.  

Pada kesempatan ini, dilakukan pula penandatanganan MoU kerjasama antara Kelompoktani Kabupaten Tanah Laut, Kalsel dengan Direktorat Perbenihan serta MoU Kelompoktani Kabupaten Tanah Laut, Kalsel dengan PT. Tunas Widji Inti Nayottama (Twinn) untuk komitmen pembelian calon benih jagung hibrida sesuai standar mutu. Tahap pertama dilakukan percepatan tanam penangkaran benih jagung hibrida seluas     72 ha dan secara bertahap seluas 250 ha di Kab. Tanah Laut dengan varietas Litbang Nasa 29 dan JH 27.

Kontributor (Retno Setianingsih)

Google+

Tanah laut, Kalsel, (28 Juni 2019) Kementerian Pertanian RI pada Tahun 2019 telah menunjuk  Kalimantan Selatan sebagai salah satu percontohan kegiatan tanaman pangan berbentuk sebuah kawasan “Pengembangan Kawasan Perbenihan Jagung Hibrida Berbasis Korporasi Petani”. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Permentan No. 18 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani yang mengamanatkan bahwa percepatan pengembangan kawasan dilakukan melalui kegiatan percontohan.

Di Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, telah dilakukan "Penandatanganan MoU Pilot Project Pengembangan Kawasan Perbenihan Jagung Hibrida Berbasis Korporasi Petani "Acara ini dihadiri oleh Direktur Perbenihan, Ditjen Tanaman Pangan  yang diwakili oleh Kasubdit Pengawasan Mutu Benih Catur Setiawan, STP, M.Si, Perwakilan dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Kalsel, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut,   Ir. Ahmad Mustahdi, MM beserta jajaran, Peneliti Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros Ir. Bahtiar, MS,  Direktur PT. Tunas Widji Inti Nayottama (Twinn) Rukimin, SP sebagai Korporasi peng-Opkup Calon Benih Jagung, Kepala BPSB dan Pengawas Benih Tanaman (PBT) Prov. Kalsel, Petugas Lapang/Mantri Tani, Babinsa serta kelompok tani penerima bantuan.

Pertemuan tersebut diawali dengan pembekalan berupa Bimbingan Teknis Pelatihan kepada Petugas Lapang/Mantri Tani dan kelompoktani penerima bantuan yang nara sumbernya berasal dari Direktorat Perbenihan, Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros, PT. Tunas Widji Inti Nayottama (Twinn), Dinas TPH Provinsi Kalsel, BPSB TPH Prov. Kalsel, Dinas TPH dan Perkebunan Kab. Tanah Laut serta kunjungan lapang.

Provinsi Kalimantan Selatan (Kabupaten Tanah Laut) siap melaksanakan program Kementerian Pertanian dengan tujuan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani serta dapat memenuhi ketersediaan benih jagung hibrida untuk wilayah Kalimantan Selatan secara mandiri dan berkesinambungan yang dikelola dalam bentuk kelembagaan koperasi petani. Dimana tingkat kebutuhan benih  jagung hibrida Provinsi Kalimantan Selatan meningkat setiap tahunnya ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kab. Tanah Laut.

Dalam sambutannya, Catur Setiawan, STP, M.Si (yang mewakili Direktur Perbenihan) menyampaikan bahwa “Kegiatan percontohan ini dimaksudkan untuk membantu penyediaan benih jagung bersertifikat untuk wilayah tersebut dan dapat menumbuhkembangkan produsen benih jagung hibrida.

Latar belakang dilaksanakan program tersebut adalah melihat keberhasilan menumbuhkembangkan produsen benih jagung  yang telah diawali pada tahun 2018 di 5 (lima) provinsi yaitu Jawa Barat, Banten, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara). Provinsi Sulawesi telah berhasil memproduksi benih sendiri untuk kebutuhan benih wilayah tersebut. Maka pada Tahun 2019, Kabupaten Tanah Laut salah satu yang ditunjuk Kementerian Pertanian untuk melaksanakan kegiatan penumbuhkembangan produsen benih jagung melalui Pilot Project “Pengembangan Kawasan Perbenihan Jagung Hibrida Berbasis Korporasi Petani”.

Keberhasilan ini diharapkan ke depan akan diterapkan di beberapa kawasan lain untuk mereplikasi kegiatan Perbenihan jagung hibrida berbasis korporasi petani. Dimana hasil kegiatan tersebut untuk calon benih dapat di opkup oleh korporasi (kerjasama dengan produsen benih jagung) dan yang tidak menjadi benih dapat dikelola oleh petani sebagai pakan ternak.

Dukungan pengawalan dan pendampingan semua pihak terkait (Dinas Pertanian provinsi, Dinas Pertanian Kabupaten, Litbang, Petugas Lapang/Mantri Tani, Korporasi dan BPSB) merupakan kunci keberhasilan dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Peran Pengawas Benih Tanaman (PBT) juga menjadi penting dan strategis dalam mengawasi proses sertifikasi menjadi benih.  

Pada kesempatan ini, dilakukan pula penandatanganan MoU kerjasama antara Kelompoktani Kabupaten Tanah Laut, Kalsel dengan Direktorat Perbenihan serta MoU Kelompoktani Kabupaten Tanah Laut, Kalsel dengan PT. Tunas Widji Inti Nayottama (Twinn) untuk komitmen pembelian calon benih jagung hibrida sesuai standar mutu. Tahap pertama dilakukan percepatan tanam penangkaran benih jagung hibrida seluas     72 ha dan secara bertahap seluas 250 ha di Kab. Tanah Laut dengan varietas Litbang Nasa 29 dan JH 27.

Kontributor (Retno Setianingsih)

Google+
berita lain