Pengembangan Benih Bersetifikat Berbasis Korporasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan

Senin, 29 Juli 2019

Untuk meningkatkan produksi padi, salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penggunaan benih varietas unggul bersertifikat. Namun yang menjadi masalah saat ini dalam penyediaannya belum dapat memenuhi sasaran 6 tepat (varietas, mutu, jumlah, waktu, lokasi, dan harga). 

Untuk menjawab tantangan ini, Kementerian Pertanian melaksanakan Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan Berbasis Korporasi dengan fokus utama kegiatan produksi benih padi bersertifikat. Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah Pengembangan perbenihan berbasis korporasi. Kegiatan ini tidak hanya sebatas meberikan bantuan kepada kelompok tani saja namun tindak lanjutnya secara aktif terus didampingi oleh pemerintah dan memberikan peluang menjalin kemitraan dengan swasta.  Pengembangan perbenihan berbasis korporasi adalah bentuk pengembangan dari nawacita desa mandiri benih yang pernah dicanangkan Pemerintah. Tujuannya sekarang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri namun dapat juga bermintra dengan produsen benih. Pelaksanaan Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan Berbasis Korporasi di Provinsi Sumatera Selatan tersebar di 4 Kabupaten, seperti data berikut:

Tabel 1. Pengembangan Sertifikasi Benih di Provinsi Sumatera Selatan (Mei 2019)

NO.

KABUPATEN

VARIETAS

KELAS BENIH

UNIT

 LUAS ASAL (Ha.)

 LUAS LULUS (Ha.)

 PROD. UJI (Ton)

 LULUS UJI (Ton)

 

1

Banyuasin

Inpara 3

BR

35

       100.00

       100.00

       13.000

       13.000

 

2

OKU Timur

Inpari 43

BP

2

5

0

0

0

 

 

 

Inpari 32

BR

13

37.5

37.5

0

0

 

 

 

Inpari 33

BR

23

64

59

36

36

 

 

 

Inpari 30

BR

31

85.5

56

36

36

 

 

 

Inpari 43

BR

3

8

8

12

12

 

3

Ogan Komering Ilir

Inpari 30

BP

61

145

145

200

145

 

 

 

Situbagendit

BP

46

105

105

166.8

156.8

 

 

 

Inpari 32

BP

22

50

50

110

90

 

4

Musi Rawas

Situbagendit

BR

55

140

140

51

51

 

 

 

Inpara 8

BR

40

100

100

0

0

 

 

 

Inpago 8

BR

25

60

60

0

0

 

 

Jumlah

 

356

900

860.5

624.8

539.8

                               

 

Salah satu realisasi kegiatan yang telah memberikan manfaat, telah dirasakan oleh Kelompok Tani di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan yang telah melaksanakan kegiatan pengembangan perbenihan berbasis korporasi . Luas areal tanam untuk kegiatan ini seluas 300 ha diharapkan dapat menghasilkan benih sebesar 1.500 ton.

Kelompok Tani UPB. Berkah Tani di Desa Bumi Agung, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan ketua Bp. Slamet Bukhori telah merasakan dampak positif dari pengembangan perbenihan berbasis korporasi. Luas areal yang ditanam sebesar 50ha dengan rincian: varietas Inpari 30 (20 ha), Inpari 32 (10 ha) dan  Situ Bangendit (20 ha). Melalui kegiatan ini, UPB Berkah Tani dapat memperoduksi benih bersertifikat sebanyak 250 ton untuk memenuhi kebutuhan kelompok ataupun pengguna lainnya serta mendukung ketersediaan benih dalam program pemerintah. Pada pengembangan perbenihan berbasis korporasi ini, produsen benih bertanggung jawab menjamin ter-opkupnya benih dari penangkaran mitranya.

Dengan adanya kegiatan pengembangan perbenihan berbasis korporasi, memberi dapak positif pada kelompok maupun lingkungan sekitar, selain dapat memenuhi kebutuhan akan benih bermutu untuk kelompok, adanya pendampingan secara aktif dari Pemerintah (dalam hal ini petugas pertanian baik pusat maupu  daerah) dapat membuka peluang kemitraan antara kelompok tani dengan swasta. 

Penulis (Ema D. Rustiati dan  Dewi  Taliroso)

Google+

Untuk meningkatkan produksi padi, salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penggunaan benih varietas unggul bersertifikat. Namun yang menjadi masalah saat ini dalam penyediaannya belum dapat memenuhi sasaran 6 tepat (varietas, mutu, jumlah, waktu, lokasi, dan harga). 

Untuk menjawab tantangan ini, Kementerian Pertanian melaksanakan Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan Berbasis Korporasi dengan fokus utama kegiatan produksi benih padi bersertifikat. Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah Pengembangan perbenihan berbasis korporasi. Kegiatan ini tidak hanya sebatas meberikan bantuan kepada kelompok tani saja namun tindak lanjutnya secara aktif terus didampingi oleh pemerintah dan memberikan peluang menjalin kemitraan dengan swasta.  Pengembangan perbenihan berbasis korporasi adalah bentuk pengembangan dari nawacita desa mandiri benih yang pernah dicanangkan Pemerintah. Tujuannya sekarang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri namun dapat juga bermintra dengan produsen benih. Pelaksanaan Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan Berbasis Korporasi di Provinsi Sumatera Selatan tersebar di 4 Kabupaten, seperti data berikut:

Tabel 1. Pengembangan Sertifikasi Benih di Provinsi Sumatera Selatan (Mei 2019)

NO.

KABUPATEN

VARIETAS

KELAS BENIH

UNIT

 LUAS ASAL (Ha.)

 LUAS LULUS (Ha.)

 PROD. UJI (Ton)

 LULUS UJI (Ton)

 

1

Banyuasin

Inpara 3

BR

35

       100.00

       100.00

       13.000

       13.000

 

2

OKU Timur

Inpari 43

BP

2

5

0

0

0

 

 

 

Inpari 32

BR

13

37.5

37.5

0

0

 

 

 

Inpari 33

BR

23

64

59

36

36

 

 

 

Inpari 30

BR

31

85.5

56

36

36

 

 

 

Inpari 43

BR

3

8

8

12

12

 

3

Ogan Komering Ilir

Inpari 30

BP

61

145

145

200

145

 

 

 

Situbagendit

BP

46

105

105

166.8

156.8

 

 

 

Inpari 32

BP

22

50

50

110

90

 

4

Musi Rawas

Situbagendit

BR

55

140

140

51

51

 

 

 

Inpara 8

BR

40

100

100

0

0

 

 

 

Inpago 8

BR

25

60

60

0

0

 

 

Jumlah

 

356

900

860.5

624.8

539.8

                               

 

Salah satu realisasi kegiatan yang telah memberikan manfaat, telah dirasakan oleh Kelompok Tani di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan yang telah melaksanakan kegiatan pengembangan perbenihan berbasis korporasi . Luas areal tanam untuk kegiatan ini seluas 300 ha diharapkan dapat menghasilkan benih sebesar 1.500 ton.

Kelompok Tani UPB. Berkah Tani di Desa Bumi Agung, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan ketua Bp. Slamet Bukhori telah merasakan dampak positif dari pengembangan perbenihan berbasis korporasi. Luas areal yang ditanam sebesar 50ha dengan rincian: varietas Inpari 30 (20 ha), Inpari 32 (10 ha) dan  Situ Bangendit (20 ha). Melalui kegiatan ini, UPB Berkah Tani dapat memperoduksi benih bersertifikat sebanyak 250 ton untuk memenuhi kebutuhan kelompok ataupun pengguna lainnya serta mendukung ketersediaan benih dalam program pemerintah. Pada pengembangan perbenihan berbasis korporasi ini, produsen benih bertanggung jawab menjamin ter-opkupnya benih dari penangkaran mitranya.

Dengan adanya kegiatan pengembangan perbenihan berbasis korporasi, memberi dapak positif pada kelompok maupun lingkungan sekitar, selain dapat memenuhi kebutuhan akan benih bermutu untuk kelompok, adanya pendampingan secara aktif dari Pemerintah (dalam hal ini petugas pertanian baik pusat maupu  daerah) dapat membuka peluang kemitraan antara kelompok tani dengan swasta. 

Penulis (Ema D. Rustiati dan  Dewi  Taliroso)

Google+
berita lain