Mentan Lantik Dr. Suwandi sebagai Direktur Jenderal Tanaman Pangan

Senin, 29 Juli 2019

Jakarta (29/7) bertempat di auditorium Kementerian Pertanian dilaksanakan pelantikan Pejabat Eselon I lingkup Kementan sebagai tindaklanjut Keppres No 79/TPA tahun 2019 tanggal 15 Juli tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Lingkup Kementan. Jabatan Direktur Jenderal Tanaman Pangan dijabat oleh Dr. Ir. Suwandi, M.Si yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Hortikultura. Sementara Dirjen Tanaman Pangan sebelumnya Dr. Ir. Sumarjo Gatot Irianto, M.S D.A.A saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Investasi.
 
Menurut Mentan Amran Sulaiman, ASN harus memiliki komitmen dan loyalitas tinggi, selain itu harus menjaga diri dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Pejabat yang baru dilantik harus segera bergerak menyelesaikan pekerjaan yang masih belum rampung seperti akselerasi rawa, mengejar kekurangan LTT, akselerasi alsintan dan perbaikan administrasi kegiatan.
 
Usai Pelantikan Dr. Suwandi menghadiri acara Serah Terima Jabatan di Ruang Rapat PJK1 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Dalam sambutannya Dirjen Tanaman Pangan mengintruksikan beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh jajaran Ditjen Tanaman Pangan yaitu :
1. Menyisir data LTT terutama Oktober Juni, jangan sampai ada angka yang tercecer. Perlu mengejar kekurangan 189 rb ha dibandingkan tahun lalu dan diusahakan minimal sama dengan angka tahun lalu.
 
2. Dalam waktu dekat akan dilaksanakan rapat untuk mengumpulkan penyuluh terkait data potensi yang bisa ditanam terutama LTT bulan Agustus.
 
3. Lahan yang masih macak-macak agar ditanam padi gogo. Apabila setelah panen padi dicabut dan tanah masih basah, maka segera lakukan tanam padi gogo.
 
4. Apabila petani tidak bersedia menanam padi gogo, maka dibuka peluang menanam jagung dan kedelai.
 
5. Agar CPCL jagung menyatu dengan kedelai karena untuk tumpangsari.
 
6. Integrasi jagung dengan tanaman lain harus sering dikembangkan.
 
7. Kabupaten yang belum mendirikan posko kekeringan agar segera merealisasikan dalam rangka mitigasi kekeringan.
 
8. Dalam menghadapi musim ini pulau di bawah khatulistiwa yang cenderung kering agar mulai menanam padi gogo. Sedangkan pulau di utara khatulistiwa yang masih hujan deras agar memanfaatkan kondisi air yang masih teraedia.
Untuk wilayah yang terkena puso agar segera claim AUTP atau bantuan benih bagi yang belum terdaftar.
 
9. Setiap pematang ditanam tumpangsari seperti kacang panjang, kacang merah, cabe, terong, tomat maupun refugia.
 

Google+

Jakarta (29/7) bertempat di auditorium Kementerian Pertanian dilaksanakan pelantikan Pejabat Eselon I lingkup Kementan sebagai tindaklanjut Keppres No 79/TPA tahun 2019 tanggal 15 Juli tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Lingkup Kementan. Jabatan Direktur Jenderal Tanaman Pangan dijabat oleh Dr. Ir. Suwandi, M.Si yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Hortikultura. Sementara Dirjen Tanaman Pangan sebelumnya Dr. Ir. Sumarjo Gatot Irianto, M.S D.A.A saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Investasi.
 
Menurut Mentan Amran Sulaiman, ASN harus memiliki komitmen dan loyalitas tinggi, selain itu harus menjaga diri dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Pejabat yang baru dilantik harus segera bergerak menyelesaikan pekerjaan yang masih belum rampung seperti akselerasi rawa, mengejar kekurangan LTT, akselerasi alsintan dan perbaikan administrasi kegiatan.
 
Usai Pelantikan Dr. Suwandi menghadiri acara Serah Terima Jabatan di Ruang Rapat PJK1 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Dalam sambutannya Dirjen Tanaman Pangan mengintruksikan beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh jajaran Ditjen Tanaman Pangan yaitu :
1. Menyisir data LTT terutama Oktober Juni, jangan sampai ada angka yang tercecer. Perlu mengejar kekurangan 189 rb ha dibandingkan tahun lalu dan diusahakan minimal sama dengan angka tahun lalu.
 
2. Dalam waktu dekat akan dilaksanakan rapat untuk mengumpulkan penyuluh terkait data potensi yang bisa ditanam terutama LTT bulan Agustus.
 
3. Lahan yang masih macak-macak agar ditanam padi gogo. Apabila setelah panen padi dicabut dan tanah masih basah, maka segera lakukan tanam padi gogo.
 
4. Apabila petani tidak bersedia menanam padi gogo, maka dibuka peluang menanam jagung dan kedelai.
 
5. Agar CPCL jagung menyatu dengan kedelai karena untuk tumpangsari.
 
6. Integrasi jagung dengan tanaman lain harus sering dikembangkan.
 
7. Kabupaten yang belum mendirikan posko kekeringan agar segera merealisasikan dalam rangka mitigasi kekeringan.
 
8. Dalam menghadapi musim ini pulau di bawah khatulistiwa yang cenderung kering agar mulai menanam padi gogo. Sedangkan pulau di utara khatulistiwa yang masih hujan deras agar memanfaatkan kondisi air yang masih teraedia.
Untuk wilayah yang terkena puso agar segera claim AUTP atau bantuan benih bagi yang belum terdaftar.
 
9. Setiap pematang ditanam tumpangsari seperti kacang panjang, kacang merah, cabe, terong, tomat maupun refugia.
 

Google+
berita lain