KOORDINASI BERSAMA KEJAR TARGET PRODUKSI 2019

Rabu, 07 Agustus 2019

Bandung(6/8)Dalam rangka mitigasi kemarau dan mengejar target produksi tahun 2019, dilaksanakan koordinasi Kementan dengan penanggungjawab Upsus kabupaten di Jabar dan Banten. Hadir acara tersebut Dirjen Tanaman Pangan, Aster Kasdam III Kodam Siliwangi, Kepala Badan Karantina, Kepala BPSDM Pertanian, Kadistan TPH Provinsi Jabar, Kadistan Banten, Perwakilan PJT II, Pj Upsus Kab/Kota, Dandim se jabar, serta Kadistan kab/kota.

PENINGKATAN LUAS TAMBAH TANAM

Menurut Kadistan Provinsi Jabar, Hendi Jatnika, meskipun saat ini musim kemarau ternyata secara kumulatif tidak mempengaruhi produksi padi di Jabar. Terbukti luas tanam padi Oktober-Juli 2018/2019 seluas 1,89 juta ha naik sekitar 32.000 ha dibandingkan Oktober-Juli 2017/2018. Begitu pula di Banten luas tanam padi Oktober-Juli 2018/2019 seluas 415.878 ha naik sekitar 1.687 ha dibandingkan Oktober-Juli 2017/2018 sebesar 417.535 ha. Upaya penambahan luas tanam terutama didorong di lahan yang masih ada sumber airnya.

Ditambahkan Hendi Jatnika, turunnya tim Upsus dari Kementan di 8 Kabupaten wilayah Pantura (Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta, Indramayu, Cirebon, Kuningan dan Majalengka) diharapkan dapat mendorong percepatan tanam untuk memenuhi target tahun 2019. Wilayah Jawa Barat masih banyak areal panennya. Bahkan periode Agustus ini panen akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Jadi mudah-mudahan kemarau ini tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi. Prioritasnya, kami akan mempertahankan standing crop yang saat ini ada sekitar 450 ribu ha. Pompanisasi juga kami genjot agar mampu meningkatkan kapasitas pengairan, tambahnya.

Pada Kesempatan yang sama, wakil dari perum Jasa Tirta II menegaskan bahwa pihaknya siap membantu sesuai hasil koordinasi bersama. Hanya saja perlu kita reviu kembali penggunaan dan pembagian air jangan berlebih dan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di setiap wilayahnya.

PENCAPAIAN TARGET PRODUKSI 2019

Di akhir acara, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengapresiasi surplus luas tanam padi bulan Oktober-Juli 2018/2019 ini dibandingkan tahun sebelumnya. Intinya, waktu kita tinggal dua bulan agar dapat dihitung produksi tahun 2019. Bulan Agustus dan September ini kita harus pacu luas tambah tanamnya agar bisa dihitung panen di bulan November dan Desember tahun ini. Saat ini sudah ada 8 Kabupaten di Pantura yang sedang percepatan tanam padi gogo seluas 56 ribu ha, sedangkan untuk di luar 8 Kabupaten tersebut agar cari lahan yang bisa ditanami bulan Agustus dan September ini yang tanahnya sudah macak-macak. Ini tantangan kita bersama bagaimana kita ubah kebiasaan mereka di MT III lahan dibiarkan kosong menjadi dimanfaatkan untuk tanam padi gogo.

Ada lagi yang bisa kita optimalkan, yaitu memanfaatkan potensi galengan. Kedelai terutama kita manfaatkan ditanam di pematang. Kita harus berkomitmen bersama untuk swasembada kedelai. Tahun ini ada program Ditjen Tanaman Pangan untuk kedelai seluas 1 juta ha. Mari kita optimalkan setidaknya tingkatkan produktivitas sesuai riset Litbang sampai mencapai 3,5 juta ton/ha. Bahkan di Bantul bisa mencapai 5,4 ton/ha dengan varietas Anjasmoro. Tugas kita nantinya merumuskan tata niaga hilirisasi kedelai yang menguntungkan bagi petani.

Menegaskan kembali kepada para penanggungjawab Upsus Kabupaten Jabar dan Banten, Suwandi meminta bagi kabupaten yang target tanamnya masih minus agar dicek kembali updating pendataannya, cari sumber masalahnya dan terakhir ambil langkah solusi untuk menutup kekurangan target dengan tanam padi gogo bulan Agustus September ini, pungkas Suwandi.

Sumber: Humas Ditjen TP

Google+

Bandung(6/8)Dalam rangka mitigasi kemarau dan mengejar target produksi tahun 2019, dilaksanakan koordinasi Kementan dengan penanggungjawab Upsus kabupaten di Jabar dan Banten. Hadir acara tersebut Dirjen Tanaman Pangan, Aster Kasdam III Kodam Siliwangi, Kepala Badan Karantina, Kepala BPSDM Pertanian, Kadistan TPH Provinsi Jabar, Kadistan Banten, Perwakilan PJT II, Pj Upsus Kab/Kota, Dandim se jabar, serta Kadistan kab/kota.

PENINGKATAN LUAS TAMBAH TANAM

Menurut Kadistan Provinsi Jabar, Hendi Jatnika, meskipun saat ini musim kemarau ternyata secara kumulatif tidak mempengaruhi produksi padi di Jabar. Terbukti luas tanam padi Oktober-Juli 2018/2019 seluas 1,89 juta ha naik sekitar 32.000 ha dibandingkan Oktober-Juli 2017/2018. Begitu pula di Banten luas tanam padi Oktober-Juli 2018/2019 seluas 415.878 ha naik sekitar 1.687 ha dibandingkan Oktober-Juli 2017/2018 sebesar 417.535 ha. Upaya penambahan luas tanam terutama didorong di lahan yang masih ada sumber airnya.

Ditambahkan Hendi Jatnika, turunnya tim Upsus dari Kementan di 8 Kabupaten wilayah Pantura (Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta, Indramayu, Cirebon, Kuningan dan Majalengka) diharapkan dapat mendorong percepatan tanam untuk memenuhi target tahun 2019. Wilayah Jawa Barat masih banyak areal panennya. Bahkan periode Agustus ini panen akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Jadi mudah-mudahan kemarau ini tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi. Prioritasnya, kami akan mempertahankan standing crop yang saat ini ada sekitar 450 ribu ha. Pompanisasi juga kami genjot agar mampu meningkatkan kapasitas pengairan, tambahnya.

Pada Kesempatan yang sama, wakil dari perum Jasa Tirta II menegaskan bahwa pihaknya siap membantu sesuai hasil koordinasi bersama. Hanya saja perlu kita reviu kembali penggunaan dan pembagian air jangan berlebih dan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di setiap wilayahnya.

PENCAPAIAN TARGET PRODUKSI 2019

Di akhir acara, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengapresiasi surplus luas tanam padi bulan Oktober-Juli 2018/2019 ini dibandingkan tahun sebelumnya. Intinya, waktu kita tinggal dua bulan agar dapat dihitung produksi tahun 2019. Bulan Agustus dan September ini kita harus pacu luas tambah tanamnya agar bisa dihitung panen di bulan November dan Desember tahun ini. Saat ini sudah ada 8 Kabupaten di Pantura yang sedang percepatan tanam padi gogo seluas 56 ribu ha, sedangkan untuk di luar 8 Kabupaten tersebut agar cari lahan yang bisa ditanami bulan Agustus dan September ini yang tanahnya sudah macak-macak. Ini tantangan kita bersama bagaimana kita ubah kebiasaan mereka di MT III lahan dibiarkan kosong menjadi dimanfaatkan untuk tanam padi gogo.

Ada lagi yang bisa kita optimalkan, yaitu memanfaatkan potensi galengan. Kedelai terutama kita manfaatkan ditanam di pematang. Kita harus berkomitmen bersama untuk swasembada kedelai. Tahun ini ada program Ditjen Tanaman Pangan untuk kedelai seluas 1 juta ha. Mari kita optimalkan setidaknya tingkatkan produktivitas sesuai riset Litbang sampai mencapai 3,5 juta ton/ha. Bahkan di Bantul bisa mencapai 5,4 ton/ha dengan varietas Anjasmoro. Tugas kita nantinya merumuskan tata niaga hilirisasi kedelai yang menguntungkan bagi petani.

Menegaskan kembali kepada para penanggungjawab Upsus Kabupaten Jabar dan Banten, Suwandi meminta bagi kabupaten yang target tanamnya masih minus agar dicek kembali updating pendataannya, cari sumber masalahnya dan terakhir ambil langkah solusi untuk menutup kekurangan target dengan tanam padi gogo bulan Agustus September ini, pungkas Suwandi.

Sumber: Humas Ditjen TP

Google+
berita lain