Lagi, Kementan Lepas Ekspor Kacang Hijau Jawa Timur 35 Kontainer ke Cina dan Filipina

Senin, 09 September 2019

Kementerian Pertanian (Kementan) terus bergerak mendukung pertanian Indonesia dari hulu sampai hilir. Untuk hilir, dukungan terhadap ekspor terus dilakukan. Demikian juga halnya hari ini bertempat di Kalianak, Surabaya, Jumat (6/9/2019), Direktur Jenderal Tanaman Pangan (Dirjen TP) Kementan, Suwandi melepasan ekspor kacang hijau ke Cina dan Filipina sebanyak 35 kontainer

Adapun delapan kontainer di antaranya, khusus dikapalkan ke Cina. Eksportirnya kali ini adalah PT Aman Buana Putera.

Suwandi memberikan apresiasi kepada para ekportir, termasuk kepada PT Aman atas dukungannya terhadap produk lokal pertanian Indonesia. Ia menilai kegiatan niaga, termasuk eksportir, mampu mendorong roda perekonomian Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk terus menggenjot ekspor pangan guna meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan petani.

"Contohnya kacang hijau ini. Perputaran uangnya triliunan pertahun, hanya dari Jawa Timur. Secara nasional, melansir data BPS, ekspor kacang hijau Januari sampai Juni 2019 sebesar 3.489 ton terdiri dari bentuk segar 3.378 ton dan olahan 111 ton, naik 53 persen dibanding periode yang sama 2018, yang hanya 1.625 ton," beber Suwandi pada acara pelepasan ekspor jagung tersebut.

Adapun ekspor kacang hijau 2017 sebesar 29.059 ton (segar 28.570 ton dan olahan 490 ton). Tahun 2018 menjadi 32.957 ton (segar 32.392 ton dan olahan 565,18 ton), naik 12 % dari tahun 2017.

Suwandi menjelaskan kacang hijau sebagai produk tanaman pangan ini sebagian diperuntukkan untuk konsumsi dalam negeri dan diolah menjadi berbagai variasi penganan, termasuk dari taoge. Lalu, sebagian lagi diperuntukkan untuk ekspor. Umumnya kacang hijau Indonesia dikirim ke Taiwan, Filipina, India, Mesir dan Yaman

Google+

Kementerian Pertanian (Kementan) terus bergerak mendukung pertanian Indonesia dari hulu sampai hilir. Untuk hilir, dukungan terhadap ekspor terus dilakukan. Demikian juga halnya hari ini bertempat di Kalianak, Surabaya, Jumat (6/9/2019), Direktur Jenderal Tanaman Pangan (Dirjen TP) Kementan, Suwandi melepasan ekspor kacang hijau ke Cina dan Filipina sebanyak 35 kontainer

Adapun delapan kontainer di antaranya, khusus dikapalkan ke Cina. Eksportirnya kali ini adalah PT Aman Buana Putera.

Suwandi memberikan apresiasi kepada para ekportir, termasuk kepada PT Aman atas dukungannya terhadap produk lokal pertanian Indonesia. Ia menilai kegiatan niaga, termasuk eksportir, mampu mendorong roda perekonomian Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk terus menggenjot ekspor pangan guna meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan petani.

"Contohnya kacang hijau ini. Perputaran uangnya triliunan pertahun, hanya dari Jawa Timur. Secara nasional, melansir data BPS, ekspor kacang hijau Januari sampai Juni 2019 sebesar 3.489 ton terdiri dari bentuk segar 3.378 ton dan olahan 111 ton, naik 53 persen dibanding periode yang sama 2018, yang hanya 1.625 ton," beber Suwandi pada acara pelepasan ekspor jagung tersebut.

Adapun ekspor kacang hijau 2017 sebesar 29.059 ton (segar 28.570 ton dan olahan 490 ton). Tahun 2018 menjadi 32.957 ton (segar 32.392 ton dan olahan 565,18 ton), naik 12 % dari tahun 2017.

Suwandi menjelaskan kacang hijau sebagai produk tanaman pangan ini sebagian diperuntukkan untuk konsumsi dalam negeri dan diolah menjadi berbagai variasi penganan, termasuk dari taoge. Lalu, sebagian lagi diperuntukkan untuk ekspor. Umumnya kacang hijau Indonesia dikirim ke Taiwan, Filipina, India, Mesir dan Yaman

Google+
berita lain