Mendukung Upaya Penyediaan Benih, Kementan Cetak Penangkar Benih Jagung Hibrida Yang Handal

Senin, 16 September 2019

Menangkarkan benih jagung hibrida bukan merupakan hal baru bagi petani di Kec. Remboken, Kab. Minahasa. Hal ini sudah dilakukan sejak 2 (dua) tahun terakhir tahun 2017 dan 2018.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, Nova menyampaikan bahwa penangkar benih di Minahasa tidak diragukan lagi dan siap menjadi penangkar benih jagung hibrida yang handal.

Saat kunjungan Direktur Perbenihan ke Sulawesi Selatan hari Kamis (12/9/2019), Takdir Mulyadi menyampaikan bahwa Kementan mempunyai program Pengembangan Kawasan (Perbenihan) Jagung Berbasis Korporasi Petani.

Pelaksanaan kegiatan ini akan dilaksanakan 3 (tiga) tahap selama 5 (lima) tahun.
Pada tahun I dan II di fokuskan pada penguatan kelembagaan petani, dimana kelompoktani melakukan kerjasama dengan produsen benih yang mengopkup calon benih jagung hibrida yang dihasilkan oleh kelompoktani penangkar.

Kerjasama ini dilaksanakan karena kelompoktani secara permodalan belum mampu melaksanakan pemasarannya secara mandiri. Akan tetapi, secara bertahap poktan akan terus dibina sehingga pada akhirnya dapat membentuk suatu kelembagaan ekonomi (Koperasi tani) yang berbadan hukum yang kepemilikan sahamnya sebagaian besar dimiliki oleh kelompoktani.

"Sedangkan pada tahun ketiga dan keempat difokuskan pada pengembangan kelembagaan ekonomi petani dan tahun kelima pemantapan korporasi petani," imbuh Takdir.

Melalui program ini, petani ditingkatkan kapasitasnya bagaimana mengelola bisnis usaha penangkaran benih jagung hibrida mulai hulu sampai hilir. Tujuannya adalah meningkatkan pendapatan petani. Petani diajarkan bagaimana membuat benih jagung hibrida mulai dari teknik budidaya produksi benih sampai penguatan kelembagaan korporasi tani.

Menurut Takdir, ada nilai tambah pendapatan petani jika menjual berupa benih dibandingkan dengan konsumsi. "Selisih keuntungan yang didapat sekitar Rp.10 juta per ha jika menjual berupa benih dibanding menjual untuk konsumsi," ujar Takdir.

Harapan Takdir, ke depan penangkar benih di Sulawesi Utara mampu memenuhi ketersediaan benih jagung hibrida secara berkesinambungan untuk menopang wilayah Sulawesi Utara,, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara dan Papua yang dikelola dalam bentuk kelembagaan korporasi petani. Mengingat kebutuhan benih jagung hibrida di wilayah tersebut setiap tahun meningkat terutama untuk memasok pakan ternak.

Takdir juga mengevaluasi hasil produksi dari bantuan benih hibrida, hasilnya ada sebagian menunjukkan berbeda dengan potensi yang ada di deskripsi varietas. . Untuk semua jenis hibrida, meskipun keunggulan genetiknya bagus jika tidak diimbangi dengan teknik budidaya yang optimal, maka tidak menghasilkan sesuai harapan.

Kami minta nantinya, kegiatan ini dikawal dan didampingi oleh Balitsereal Maros (Dr. Azrai) & pendampingan teknologi dari BPTP Provinsi (Dr. Yusuf), PBT, POPT, Dinas Pertanian Provinsi, Dinas Pertanian Kabupaten, Petugas Penyuluh Lapang. Peran Pengawas Benih Tanaman (PBT) dan POPT mempunyai andil yang strategis dalam mengawasi proses sertifikasi benih dan serangan hama penyakit tanaman.

Kasubdit Pengawasan Mutu Benih (Catur Setiawan) juga menyampaikan bahwa untuk mendukung pelaksanaan program penangkaran benih jagung berbasis korporasi, Kementan memberikan fasilitas bantuan berupa sarana produksi benih sumber (tetua), pestisida dan pupuk. Disamping itu, untuk meningkatkan kapasitas petani, maka dibekali kemampuan teknis penangkaran benih jagung hibrida agar bisa membuat benih jagung hibrida secara mandiri dan berkesinambungan.

Rencana usulan yang siap melaksanakan pengembangan penangkaran benih jagung hibrida di Sulawesi Utara Kec. Remboken, Kab. Minahasa yaitu KT Suka Maju, KT Tunas Muda, KT. Minaesaan dan KT. Muria total seluas 100 ha.


Senada dengan yang dikemukakan oleh Ketua Kelompok Tani Suka Maju, Kec. Remboken, Kab. Minahasa, yang sangat antusias dan berharap mendapatkan bantuan penangkaran benih jagung hibrida. Hal tersebut terinisiasi oleh adanya bantuan Kementan melalui program Pengembangan Kawasan (Perbenihan) Jagung Berbasis Korporasi Petani yang telah dilaksanakan di Jawa Timur, Lampung dan Kalimantan Selatan. 

Kontributor : Retno setianingsih, Monica Christina Natalia

Google+

Menangkarkan benih jagung hibrida bukan merupakan hal baru bagi petani di Kec. Remboken, Kab. Minahasa. Hal ini sudah dilakukan sejak 2 (dua) tahun terakhir tahun 2017 dan 2018.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, Nova menyampaikan bahwa penangkar benih di Minahasa tidak diragukan lagi dan siap menjadi penangkar benih jagung hibrida yang handal.

Saat kunjungan Direktur Perbenihan ke Sulawesi Selatan hari Kamis (12/9/2019), Takdir Mulyadi menyampaikan bahwa Kementan mempunyai program Pengembangan Kawasan (Perbenihan) Jagung Berbasis Korporasi Petani.

Pelaksanaan kegiatan ini akan dilaksanakan 3 (tiga) tahap selama 5 (lima) tahun.
Pada tahun I dan II di fokuskan pada penguatan kelembagaan petani, dimana kelompoktani melakukan kerjasama dengan produsen benih yang mengopkup calon benih jagung hibrida yang dihasilkan oleh kelompoktani penangkar.

Kerjasama ini dilaksanakan karena kelompoktani secara permodalan belum mampu melaksanakan pemasarannya secara mandiri. Akan tetapi, secara bertahap poktan akan terus dibina sehingga pada akhirnya dapat membentuk suatu kelembagaan ekonomi (Koperasi tani) yang berbadan hukum yang kepemilikan sahamnya sebagaian besar dimiliki oleh kelompoktani.

"Sedangkan pada tahun ketiga dan keempat difokuskan pada pengembangan kelembagaan ekonomi petani dan tahun kelima pemantapan korporasi petani," imbuh Takdir.

Melalui program ini, petani ditingkatkan kapasitasnya bagaimana mengelola bisnis usaha penangkaran benih jagung hibrida mulai hulu sampai hilir. Tujuannya adalah meningkatkan pendapatan petani. Petani diajarkan bagaimana membuat benih jagung hibrida mulai dari teknik budidaya produksi benih sampai penguatan kelembagaan korporasi tani.

Menurut Takdir, ada nilai tambah pendapatan petani jika menjual berupa benih dibandingkan dengan konsumsi. "Selisih keuntungan yang didapat sekitar Rp.10 juta per ha jika menjual berupa benih dibanding menjual untuk konsumsi," ujar Takdir.

Harapan Takdir, ke depan penangkar benih di Sulawesi Utara mampu memenuhi ketersediaan benih jagung hibrida secara berkesinambungan untuk menopang wilayah Sulawesi Utara,, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara dan Papua yang dikelola dalam bentuk kelembagaan korporasi petani. Mengingat kebutuhan benih jagung hibrida di wilayah tersebut setiap tahun meningkat terutama untuk memasok pakan ternak.

Takdir juga mengevaluasi hasil produksi dari bantuan benih hibrida, hasilnya ada sebagian menunjukkan berbeda dengan potensi yang ada di deskripsi varietas. . Untuk semua jenis hibrida, meskipun keunggulan genetiknya bagus jika tidak diimbangi dengan teknik budidaya yang optimal, maka tidak menghasilkan sesuai harapan.

Kami minta nantinya, kegiatan ini dikawal dan didampingi oleh Balitsereal Maros (Dr. Azrai) & pendampingan teknologi dari BPTP Provinsi (Dr. Yusuf), PBT, POPT, Dinas Pertanian Provinsi, Dinas Pertanian Kabupaten, Petugas Penyuluh Lapang. Peran Pengawas Benih Tanaman (PBT) dan POPT mempunyai andil yang strategis dalam mengawasi proses sertifikasi benih dan serangan hama penyakit tanaman.

Kasubdit Pengawasan Mutu Benih (Catur Setiawan) juga menyampaikan bahwa untuk mendukung pelaksanaan program penangkaran benih jagung berbasis korporasi, Kementan memberikan fasilitas bantuan berupa sarana produksi benih sumber (tetua), pestisida dan pupuk. Disamping itu, untuk meningkatkan kapasitas petani, maka dibekali kemampuan teknis penangkaran benih jagung hibrida agar bisa membuat benih jagung hibrida secara mandiri dan berkesinambungan.

Rencana usulan yang siap melaksanakan pengembangan penangkaran benih jagung hibrida di Sulawesi Utara Kec. Remboken, Kab. Minahasa yaitu KT Suka Maju, KT Tunas Muda, KT. Minaesaan dan KT. Muria total seluas 100 ha.


Senada dengan yang dikemukakan oleh Ketua Kelompok Tani Suka Maju, Kec. Remboken, Kab. Minahasa, yang sangat antusias dan berharap mendapatkan bantuan penangkaran benih jagung hibrida. Hal tersebut terinisiasi oleh adanya bantuan Kementan melalui program Pengembangan Kawasan (Perbenihan) Jagung Berbasis Korporasi Petani yang telah dilaksanakan di Jawa Timur, Lampung dan Kalimantan Selatan. 

Kontributor : Retno setianingsih, Monica Christina Natalia

Google+
berita lain