Sumatera Barat “Gas poll” kejar tanam pajale di akhir tahun 2019

Rabu, 06 November 2019

Memasuki bulan November 2019 kementerian Pertanian (Kementan) dan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus mengoptimalkan percepatan tanam padi, jagung dan kedelai (Pajale). Koordinasi ini perlu dilakukan mengingat musim kemarau yang cukup panjang, jika tidak tertangani dengan baik akan mempengaruhi produksi dalam negeri.

“Saat ini Indonesia sedang dilanda kekeringan yang panjang, sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah sedang mengupayakan bantuan pompa air dan sumur suntik di lahan yang terkena kekeringan, dengan harapan para petani masih tetap menanam padi pada MK 2019 ini serta mampu mengejar ketertinggalan luas tambah tanam (LTT) dengan mengoptimalkan realisasi tanam pada sisa waktu 3 bulan kedepan”. Ujar Edy Purnawan, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, saat memberikan pengarahan pada Rapat Percepatan Tanam Padi, jagung dan Kedelai 2019 di Kota Padang.

Edy menambahkan “Paling tidak luas tambah tanam di bulan Oktober ini dapat terealisasi sebesar 60%, kemudian pada November naik lagi menjadi 80% sehingga pada Desember nanti realisasi tanam diharapkan tercapai hingga 100%.”

Senada dengan Edy, Candra Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat optimis bisa mencapai target yang sudah ditentukan. “Kami Pemerintah daerah bersama Kementan dan TNI siap mendukung program percepatan tanam pajale periode Musim Tanam Oktober – Maret 2019/2020. dengan mengoptimalkan perencanaan penggunaan anggaran dengan lebih baik dan tepat waktu.

“Dengan adanya rapat ini kami mengharapkan pemerintah kabupaten agar secepatnya memanfaatkan seoptimal mungkin anggaran untuk meningkatkan luas tambah tanam sehingga target produksi untuk Provinsi Sumatera Barat bisa terealisasi”

Google+

Memasuki bulan November 2019 kementerian Pertanian (Kementan) dan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus mengoptimalkan percepatan tanam padi, jagung dan kedelai (Pajale). Koordinasi ini perlu dilakukan mengingat musim kemarau yang cukup panjang, jika tidak tertangani dengan baik akan mempengaruhi produksi dalam negeri.

“Saat ini Indonesia sedang dilanda kekeringan yang panjang, sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah sedang mengupayakan bantuan pompa air dan sumur suntik di lahan yang terkena kekeringan, dengan harapan para petani masih tetap menanam padi pada MK 2019 ini serta mampu mengejar ketertinggalan luas tambah tanam (LTT) dengan mengoptimalkan realisasi tanam pada sisa waktu 3 bulan kedepan”. Ujar Edy Purnawan, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, saat memberikan pengarahan pada Rapat Percepatan Tanam Padi, jagung dan Kedelai 2019 di Kota Padang.

Edy menambahkan “Paling tidak luas tambah tanam di bulan Oktober ini dapat terealisasi sebesar 60%, kemudian pada November naik lagi menjadi 80% sehingga pada Desember nanti realisasi tanam diharapkan tercapai hingga 100%.”

Senada dengan Edy, Candra Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat optimis bisa mencapai target yang sudah ditentukan. “Kami Pemerintah daerah bersama Kementan dan TNI siap mendukung program percepatan tanam pajale periode Musim Tanam Oktober – Maret 2019/2020. dengan mengoptimalkan perencanaan penggunaan anggaran dengan lebih baik dan tepat waktu.

“Dengan adanya rapat ini kami mengharapkan pemerintah kabupaten agar secepatnya memanfaatkan seoptimal mungkin anggaran untuk meningkatkan luas tambah tanam sehingga target produksi untuk Provinsi Sumatera Barat bisa terealisasi”

Google+
berita lain