Kementan Gelar Rakor Evaluasi Pengembangan Perbenihan Jagung Hibrida Berbasis Korporasi Tahun 2019 dan Rencana Tahun 2020

Minggu, 22 Desember 2019

Depok, 20/12/2019 Kementerian Pertanian menyelenggarakan Rapat Koordinasi, Evaluasi Pengembangan Perbenihan Jagung Hibrida Berbasis Korporasi Tahun 2019 dan Rencana Tahun 2020. Acara rapat koordinasi di buka oleh Direktur Perbenihan, Dr.Ir. Mohammad Takdir Mulyadi, MM di Hotel Fave Depok tanggal 19 -21 Desember 2019. Pertemuan dihadiri oleh peserta/nara sumber yang berasal dari Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP, Inspektur II - Itjentan, Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia, Biro Perencanaan, Kepala Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (Jatim, Sulut, Kalsel, Lampung), Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota, PT. Twinn dan PT. Benindo, dan petani penangkar benih. Tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk: (1) Mengevaluasi Hasil Perbenihan Jagung Hibrida, 2) Dukungan seluruh instansi/stake holder terkait, 3) Sinkronisasi dan Koordinasi Langkah Percepatan Tanam dan Target 2020. Selain itu pertemuan ini diharapkan juga 4) menjadi sarana koordinasi dan pemecahan masalah dalam membangun sistem perbenihan jagung hibrida menuju kemandirian benih.

Direktur Perbenihan, pada saat membuka acara rakor tersebut langsung melakukan workshop sinkronisasi data Realisasi Luas tanam dan Rencana Percepatan Tanam Pengembangan Perbenihan Jagung Berbasis Korporasi Petani Tahun 2019 di 6 Provinsi (Jatim, Lampung, Kalsel, Jateng, Sulut dan Sulsel), dan Target Tanam Perbenihan Jagung Berbasis Korporasi Tahun 2020.

Dalam sambutannya Direktur Perbenihan Tanaman Pangan menyatakan bahwa untuk mencapai keberhasilan pengembangan perbenihan jagung berbasis korporasi perlu dukungan seluruh Instansi/stake holder terkait mulai dari hulu sampai hilir (pemasaran) serta kelembagaan petani.

Sudah saatnya kita memulai untuk mewujudkan kemandirian benih yang menjadi cita-cita perbenihan selama ini. Harapan ke depan dapat menghentikan impor F1 (jagung hibrida) dan bahkan Indonesia dapat menghasilkan devisa negara. Untuk itu pemerintah perlu mendukung untuk meningkatkan kapasitas petani dalam memproduksi benih jagung hibrida. Takdir mengharapkan seluruh elemen Badan Litbang (Balisereal, Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian)  dapat berperan aktif memberikan pendampingan dalam proses produksi benih jagung hibrida tersebut. Disamping itu perlu adanya dukungan biro perencanaan, supervisi dari Irjen serta pendampingan pembentukan kelembagaan petani, paparnya.

Menurut Biro Perencanaan (Mirza Sativa), Biro Perencanaan siap mendukung terbentuknya konsep pengembangan kawasan Korporasi jagung hibrida berbasis Korporasi. Disamping meningkatkan nilai tambah petani mulai dari hulu sampai hilir, juga berorientasi pada bisnis.  Demikian Inpektur II, Itjen Kementerian PertanianH siap memberi dukungan supervisi pelaksanaan kegiatan pengembangan Perbenihan  Jagung Berbasis Korporasi

Ir Leli Nursanti sebagai Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP dalam kesempatan sebagai salah satu  narasumber, menyampaikan bahwa Pusat Penyuluhan Pertanian siap mendukung pengembangan perbenihan jagung hibrida  berbasis korporasi melalui penumbuhan 534 konstratani tahun 2019. BPP sebagai pusat komando pembangunan pertanian menuju pertanian yang Maju, Mandiri dan Modern. Keberhasilan pembangunan pertanian melalui Kostratani harus didukung oleh seluruh insan pertanian melalui membentuk berbagai brigade yang  memiliki tugas tupoksi masing-masing dengan pengelolaan usahatani berbasis agribisnis dari on sampai off farm secara optimal. 

 Kontributir: Heni Rayhani, Sukmawati Aribe

.

Google+

Depok, 20/12/2019 Kementerian Pertanian menyelenggarakan Rapat Koordinasi, Evaluasi Pengembangan Perbenihan Jagung Hibrida Berbasis Korporasi Tahun 2019 dan Rencana Tahun 2020. Acara rapat koordinasi di buka oleh Direktur Perbenihan, Dr.Ir. Mohammad Takdir Mulyadi, MM di Hotel Fave Depok tanggal 19 -21 Desember 2019. Pertemuan dihadiri oleh peserta/nara sumber yang berasal dari Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP, Inspektur II - Itjentan, Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia, Biro Perencanaan, Kepala Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (Jatim, Sulut, Kalsel, Lampung), Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota, PT. Twinn dan PT. Benindo, dan petani penangkar benih. Tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk: (1) Mengevaluasi Hasil Perbenihan Jagung Hibrida, 2) Dukungan seluruh instansi/stake holder terkait, 3) Sinkronisasi dan Koordinasi Langkah Percepatan Tanam dan Target 2020. Selain itu pertemuan ini diharapkan juga 4) menjadi sarana koordinasi dan pemecahan masalah dalam membangun sistem perbenihan jagung hibrida menuju kemandirian benih.

Direktur Perbenihan, pada saat membuka acara rakor tersebut langsung melakukan workshop sinkronisasi data Realisasi Luas tanam dan Rencana Percepatan Tanam Pengembangan Perbenihan Jagung Berbasis Korporasi Petani Tahun 2019 di 6 Provinsi (Jatim, Lampung, Kalsel, Jateng, Sulut dan Sulsel), dan Target Tanam Perbenihan Jagung Berbasis Korporasi Tahun 2020.

Dalam sambutannya Direktur Perbenihan Tanaman Pangan menyatakan bahwa untuk mencapai keberhasilan pengembangan perbenihan jagung berbasis korporasi perlu dukungan seluruh Instansi/stake holder terkait mulai dari hulu sampai hilir (pemasaran) serta kelembagaan petani.

Sudah saatnya kita memulai untuk mewujudkan kemandirian benih yang menjadi cita-cita perbenihan selama ini. Harapan ke depan dapat menghentikan impor F1 (jagung hibrida) dan bahkan Indonesia dapat menghasilkan devisa negara. Untuk itu pemerintah perlu mendukung untuk meningkatkan kapasitas petani dalam memproduksi benih jagung hibrida. Takdir mengharapkan seluruh elemen Badan Litbang (Balisereal, Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian)  dapat berperan aktif memberikan pendampingan dalam proses produksi benih jagung hibrida tersebut. Disamping itu perlu adanya dukungan biro perencanaan, supervisi dari Irjen serta pendampingan pembentukan kelembagaan petani, paparnya.

Menurut Biro Perencanaan (Mirza Sativa), Biro Perencanaan siap mendukung terbentuknya konsep pengembangan kawasan Korporasi jagung hibrida berbasis Korporasi. Disamping meningkatkan nilai tambah petani mulai dari hulu sampai hilir, juga berorientasi pada bisnis.  Demikian Inpektur II, Itjen Kementerian PertanianH siap memberi dukungan supervisi pelaksanaan kegiatan pengembangan Perbenihan  Jagung Berbasis Korporasi

Ir Leli Nursanti sebagai Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP dalam kesempatan sebagai salah satu  narasumber, menyampaikan bahwa Pusat Penyuluhan Pertanian siap mendukung pengembangan perbenihan jagung hibrida  berbasis korporasi melalui penumbuhan 534 konstratani tahun 2019. BPP sebagai pusat komando pembangunan pertanian menuju pertanian yang Maju, Mandiri dan Modern. Keberhasilan pembangunan pertanian melalui Kostratani harus didukung oleh seluruh insan pertanian melalui membentuk berbagai brigade yang  memiliki tugas tupoksi masing-masing dengan pengelolaan usahatani berbasis agribisnis dari on sampai off farm secara optimal. 

 Kontributir: Heni Rayhani, Sukmawati Aribe

.

Google+
berita lain