Dirjen TP mengelar Rakor UPSUS 2015 bersama TNi di Sulawesi Selatan

Jum'at, 22 Januari 2016

Komitmen Pemerintah Pusat dan Daerah dalam mendukung Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus-PJK) tahun 2015 adalah dengan menyediakan kebutuhan prasarana dan sarana pertanian berupa air irigasi, benih, pupuk dan alsintanserta dengan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan produktivitas padi, jagung dan kedelai.

 

Untuk menyukseskan keseluruhan kegiatan Upsus PJK pada tanggal 10 s.d 11 Juli 2015 bertempat di Hotel Oasis Banda Aceh, digelar rapat koordinasi dalam rangka Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai mendukung Swasembada Pangan Nasional di provinsi Aceh. Rakor dipimpin oleh Dirjen Tanaman Pangan Dr. Hasil Sembiring MSc, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Aceh Ir. Lukman MSi dan Kodam IM Pangdam Mayjen TNI Agus Kriswanto.


Kegiatan Upsus dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kab/Kota Provinsi Aceh, Dandim Kab/Kota Provinsi Aceh, BPS Provinsi Aceh, Perwakilan beberapa Kepala BKP dan Penyuluhan Provinsi Aceh dan Kepala Bulog Provinsi Aceh.

 

Dirjen Tanaman Pangan, Dr. Hasil Sembiring MSc menyatakan bahwa ARAM1 lebih tinggi dari ATAP 2014 untuk PJ kecuali Kedelai,“paling tidak ini harus dipertahankan atau Lebih”, ujarnya. Beliau menambahkan pula agar Kadis seluruh Kab/Kota mengirimkan laporan mingguan secara rutin.

 

Pada kesempatan yang sama, Pangdam Mayjen TNI Agus Kriswanto menyatakan kabupaten yang telah bersinergis dengan semua unsur baik pemda, kodim, penyuluh, dan akademisi/mahasiswa dalam rangka mencapai target swasembada pangan di wilayahnya agar dipelihara dan ditingkatkan, sedangkan yang masih kurang agar melakukan evaluasi dan bersinergis melakukan percepatan pencapaian beban targetnya.

 

Target Produksi Tahun 2015 :

  • Padi             73,40 juta ton dengan pertumbuhan 2,21% / tahun,
  • Jagung 20,33 juta ton dengan pertumbuhan 5,57% / tahun,
  • Kedelai 1,50 juta ton dengan pertumbuhan 60,81% / tahun.

 

Permasalahan pencapaian swasembada adalah alih fungsi dan fragmentasi lahan pertanian, rusaknya infrastruktur/jaringan irigasi, Semakin berkurangnya dan mahalnya upah tenaga kerja pertanian, masih tingginya susut hasil (losses), Belum terpenuhinya kebutuhan pupuk dan benih sesuai rekomendasi spesifik lokasi, lemahnya permodalan petani dan fluktuasi harga pada saat panen raya

 

UPAYA MENCAPAI SASARAN LUAS TANAM PADI MT 2015

(APRIL-SEPTEMBER 2015)

 

  1. Pengamanan pertanaman yang telah ada dari kekeringan dan serangan OPT.
  2. Percepatan panen, olah tanah dan tanam terutama di daerah irigasi teknis dengan mengoptimalkan alsin yang ada, dan bekerjasama dengan TNI.
  3.        Penanaman padi varietas genjah, toleran kekeringan (kurang  air), untuk wilayah yang kurang terjamin air irigasinya (rawan kekeringan) pada musim kemarau.
  4.        Penerapan teknologi irigasi berselang (intermiten). 
  5.    Mobilisasi pompa air untuk pemanfaatan air tanah di daerah yang memungkinkan untuk peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dan daerah rawan kekeringan.

Perluasan areal tanam dengan memanfaatkan hasil perbaikan/rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan optimasi lahan, serta pemanfaatan lahan rawa/lebak, pemanfaatan lahan hutan (Perhutani/Inhutani) dan lahan perkebunan. (JDN)

Google+

Komitmen Pemerintah Pusat dan Daerah dalam mendukung Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus-PJK) tahun 2015 adalah dengan menyediakan kebutuhan prasarana dan sarana pertanian berupa air irigasi, benih, pupuk dan alsintanserta dengan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan produktivitas padi, jagung dan kedelai.

 

Untuk menyukseskan keseluruhan kegiatan Upsus PJK pada tanggal 10 s.d 11 Juli 2015 bertempat di Hotel Oasis Banda Aceh, digelar rapat koordinasi dalam rangka Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai mendukung Swasembada Pangan Nasional di provinsi Aceh. Rakor dipimpin oleh Dirjen Tanaman Pangan Dr. Hasil Sembiring MSc, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Aceh Ir. Lukman MSi dan Kodam IM Pangdam Mayjen TNI Agus Kriswanto.


Kegiatan Upsus dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kab/Kota Provinsi Aceh, Dandim Kab/Kota Provinsi Aceh, BPS Provinsi Aceh, Perwakilan beberapa Kepala BKP dan Penyuluhan Provinsi Aceh dan Kepala Bulog Provinsi Aceh.

 

Dirjen Tanaman Pangan, Dr. Hasil Sembiring MSc menyatakan bahwa ARAM1 lebih tinggi dari ATAP 2014 untuk PJ kecuali Kedelai,“paling tidak ini harus dipertahankan atau Lebih”, ujarnya. Beliau menambahkan pula agar Kadis seluruh Kab/Kota mengirimkan laporan mingguan secara rutin.

 

Pada kesempatan yang sama, Pangdam Mayjen TNI Agus Kriswanto menyatakan kabupaten yang telah bersinergis dengan semua unsur baik pemda, kodim, penyuluh, dan akademisi/mahasiswa dalam rangka mencapai target swasembada pangan di wilayahnya agar dipelihara dan ditingkatkan, sedangkan yang masih kurang agar melakukan evaluasi dan bersinergis melakukan percepatan pencapaian beban targetnya.

 

Target Produksi Tahun 2015 :

  • Padi             73,40 juta ton dengan pertumbuhan 2,21% / tahun,
  • Jagung 20,33 juta ton dengan pertumbuhan 5,57% / tahun,
  • Kedelai 1,50 juta ton dengan pertumbuhan 60,81% / tahun.

 

Permasalahan pencapaian swasembada adalah alih fungsi dan fragmentasi lahan pertanian, rusaknya infrastruktur/jaringan irigasi, Semakin berkurangnya dan mahalnya upah tenaga kerja pertanian, masih tingginya susut hasil (losses), Belum terpenuhinya kebutuhan pupuk dan benih sesuai rekomendasi spesifik lokasi, lemahnya permodalan petani dan fluktuasi harga pada saat panen raya

 

UPAYA MENCAPAI SASARAN LUAS TANAM PADI MT 2015

(APRIL-SEPTEMBER 2015)

 

  1. Pengamanan pertanaman yang telah ada dari kekeringan dan serangan OPT.
  2. Percepatan panen, olah tanah dan tanam terutama di daerah irigasi teknis dengan mengoptimalkan alsin yang ada, dan bekerjasama dengan TNI.
  3.        Penanaman padi varietas genjah, toleran kekeringan (kurang  air), untuk wilayah yang kurang terjamin air irigasinya (rawan kekeringan) pada musim kemarau.
  4.        Penerapan teknologi irigasi berselang (intermiten). 
  5.    Mobilisasi pompa air untuk pemanfaatan air tanah di daerah yang memungkinkan untuk peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dan daerah rawan kekeringan.

Perluasan areal tanam dengan memanfaatkan hasil perbaikan/rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan optimasi lahan, serta pemanfaatan lahan rawa/lebak, pemanfaatan lahan hutan (Perhutani/Inhutani) dan lahan perkebunan. (JDN)

Google+
berita lain