Petani Tanah Laut Optimis Keberhasilan Program Korporasi Benih Kementan

Senin, 10 Februari 2020

Pemberdayaan petani diarahkan untuk menjadikan petani memiliki posisi tawar sebagai price maker. Untuk menjadi petani yang mandiri perlu terobosan dan pendampingan pemerintah melalui program dan kebijakannya. Pengembangan perbenihan jagung hibrida berbasis korporasi petani. Hal ini sudah dilakukan oleh Kementerian Pertanian sejak tahun 2019 dengan mengembangkan korporasi petani.

Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan menjadi salah satu wilayah yang dijadikan pilot project tersebut. Program dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan ini bermaksud mengembangkan korporasi perbenihannya. Suwarno, Ketua Kelompok Tani Garuda Makmur yang mendapatkan program tersebut mengungkapkan bahwa kali ini sudah yang kedua menangkarkan benih jagung.

“Awalnya kami pesimis sama program pemerintah ini, soalnya dimulai waktu musim kemarau,”tutur Suwarno. Namun diakui Suwarno kegiatan ini ternyata berhasil, apalagi dengan adanya pendampingan dan pengawalan dari pihak terkait.

Inilah yang membuat petani di kecamatan Bajuin makin yakin dan mantap tetap melanjutkan penangkaran benih jagung. Banyak keuntungan yang dirasakan para petani ini. “Kami sekarang jadi pintar membuat benih, ada kepastian dan jaminan, menciptakan lapangan kerja pasar dan bisa memanfaatkan sisa cabut bunga,“ ujar Suwarno yang dijumpai saat detaseling di lokasi penangkaran benih jagung hibrida seluas 5 ha.

Salah satu kegiatan penting dalam proses produksi benih jagung hibrida adalah pelaksanaan detasseling yaitu pencabutan bunga jantan dari pohon induk tanaman betina. karena jagung merupakan tanaman berumah satu. Detaseling dilakukan supaya terjadi perkawinan antara dua indukan, jika tidak dicabut maka akan terjadi perkawinan/penyerbukan sendiri. Cabut bunga dilakukan saat tanaman berumur 45-50 hari setelah tanam. imbuh Rahman pendamping lapangan dari PT. Twinn.

Menurut Suwarno sekarang banyak petani sekitar yang ingin menangkarkan melihat keuntungan yang diterima petani. “Kami inginnya tahun 2020 masih dapat bantuan untuk kegiatan ini,“ cetus Suwarno.

Pada kesempatan terpisah Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Takdir Mulyadi menuturkan pengembangan perbenihan berbasis korporasi adalah bentuk pengembangan dari nawacita desa mandiri benih yang dicanangkan pemerintah. "Kami menjalankan apa yang menjadi arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo bahwa petani itu harus mandiri dan berdaulat, bagaiamana caranya ya dengan membangun korporasi benih ini," jelas Takdir.

“Tujuannnya sekarang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri namun juga bermitra dengan produsen benih,“ lanjut Takdir.

Kegiatan korporasi tidak hanya bertumpu pada on farm saja namun juga sampai ke hilirisasi produk. Kementan berperan aktif dengan pemberian bantuan mulai dari hulu sampai hilir berupa sarana produksi, alsintan, infrastruktur dan akses pasar yang dikelola secara kelembagaan korporasi. Program ini tidak hanya sebatas memberikan bantuan kepada kelompok tani saja, namun tindak lanjutnya secara aktif terus didampingi oleh pemerintah dan memberikan peluang menjalin kemitraan denga swasta. Contohnya dengan Balitsereal, PT. Twinn, Pengawas Benih Tanaman (PBT), Petugas Lapangan serta POPT.

Senada dengan hal tersebut, Retno Setianingsih, Pengawas Benih Tanaman mengatakan pelaksanaan Korporasi perbenihan ini akan terlaksana dengan 3 tahap selama 5 tahun, “Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas petani agar bisa mengelola bisnis usaha tani dibidang penangkaran benih jagung hibrida insitu secara mandiri, dan berkelanjutan. Hasil akhir, petani dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya, ungkap Retno.

 

Kontributor : Retno Setianingsih 

Google+

Pemberdayaan petani diarahkan untuk menjadikan petani memiliki posisi tawar sebagai price maker. Untuk menjadi petani yang mandiri perlu terobosan dan pendampingan pemerintah melalui program dan kebijakannya. Pengembangan perbenihan jagung hibrida berbasis korporasi petani. Hal ini sudah dilakukan oleh Kementerian Pertanian sejak tahun 2019 dengan mengembangkan korporasi petani.

Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan menjadi salah satu wilayah yang dijadikan pilot project tersebut. Program dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan ini bermaksud mengembangkan korporasi perbenihannya. Suwarno, Ketua Kelompok Tani Garuda Makmur yang mendapatkan program tersebut mengungkapkan bahwa kali ini sudah yang kedua menangkarkan benih jagung.

“Awalnya kami pesimis sama program pemerintah ini, soalnya dimulai waktu musim kemarau,”tutur Suwarno. Namun diakui Suwarno kegiatan ini ternyata berhasil, apalagi dengan adanya pendampingan dan pengawalan dari pihak terkait.

Inilah yang membuat petani di kecamatan Bajuin makin yakin dan mantap tetap melanjutkan penangkaran benih jagung. Banyak keuntungan yang dirasakan para petani ini. “Kami sekarang jadi pintar membuat benih, ada kepastian dan jaminan, menciptakan lapangan kerja pasar dan bisa memanfaatkan sisa cabut bunga,“ ujar Suwarno yang dijumpai saat detaseling di lokasi penangkaran benih jagung hibrida seluas 5 ha.

Salah satu kegiatan penting dalam proses produksi benih jagung hibrida adalah pelaksanaan detasseling yaitu pencabutan bunga jantan dari pohon induk tanaman betina. karena jagung merupakan tanaman berumah satu. Detaseling dilakukan supaya terjadi perkawinan antara dua indukan, jika tidak dicabut maka akan terjadi perkawinan/penyerbukan sendiri. Cabut bunga dilakukan saat tanaman berumur 45-50 hari setelah tanam. imbuh Rahman pendamping lapangan dari PT. Twinn.

Menurut Suwarno sekarang banyak petani sekitar yang ingin menangkarkan melihat keuntungan yang diterima petani. “Kami inginnya tahun 2020 masih dapat bantuan untuk kegiatan ini,“ cetus Suwarno.

Pada kesempatan terpisah Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Takdir Mulyadi menuturkan pengembangan perbenihan berbasis korporasi adalah bentuk pengembangan dari nawacita desa mandiri benih yang dicanangkan pemerintah. "Kami menjalankan apa yang menjadi arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo bahwa petani itu harus mandiri dan berdaulat, bagaiamana caranya ya dengan membangun korporasi benih ini," jelas Takdir.

“Tujuannnya sekarang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri namun juga bermitra dengan produsen benih,“ lanjut Takdir.

Kegiatan korporasi tidak hanya bertumpu pada on farm saja namun juga sampai ke hilirisasi produk. Kementan berperan aktif dengan pemberian bantuan mulai dari hulu sampai hilir berupa sarana produksi, alsintan, infrastruktur dan akses pasar yang dikelola secara kelembagaan korporasi. Program ini tidak hanya sebatas memberikan bantuan kepada kelompok tani saja, namun tindak lanjutnya secara aktif terus didampingi oleh pemerintah dan memberikan peluang menjalin kemitraan denga swasta. Contohnya dengan Balitsereal, PT. Twinn, Pengawas Benih Tanaman (PBT), Petugas Lapangan serta POPT.

Senada dengan hal tersebut, Retno Setianingsih, Pengawas Benih Tanaman mengatakan pelaksanaan Korporasi perbenihan ini akan terlaksana dengan 3 tahap selama 5 tahun, “Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas petani agar bisa mengelola bisnis usaha tani dibidang penangkaran benih jagung hibrida insitu secara mandiri, dan berkelanjutan. Hasil akhir, petani dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya, ungkap Retno.

 

Kontributor : Retno Setianingsih 

Google+
berita lain