Wabah Virus Corona Merebak, Petani Minahasa Tetap Semangat Panen Benih Jagung Hibrida Karya Anak bangsa

Selasa, 31 Maret 2020

Sulut, - Di tengah merebaknya virus Corona Covid-19, tidak mengurangi semangat petani Kec. Remboken, Minahasa untuk panen benih jagung hibrida karya anak bangsa varietas JH 37 seluas 100 Ha. Panen dilakukan mulai Februari hingga April ke depan.

Saat kunjungan, Catur Setiawan, Kasubdit Pengawasan Mutu Benih Dit Perbenihkan Tanaman Pangan Kementan, mengatakan bahwa Minahasa merupakan salah satu lokasi Pilot Project Pengembangan Perbenihan Jagung Berbasis Korporasi di Sulawesi Utara. Hasil panen benih jagung nya pun cukup memuaskan, terutama untuk varietas JH 37. Dari target panen produksi benih jagung hibrida 5 ton/ha, ternyata mampu menghasilkan 5, 97 – 6, 7 ton/ha tongkol kering sawah (setara dengan 3 – 3,3 ton benih bersertifikat/ha).

Hasil panen benih jagung hibrida ini diperuntukan memenuhi stok ketersediaan benih pertanaman awal April-Mei 2020 di Minahasa dan wilayah Sulawesi Utara.

Di lokasi yang berbeda, Novly G. Wowiling (Novly), Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara sangat mengapresiasi kegigihan petani Sulawesi utara dan mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian khususnya Ditjen Tanaman Pangan yang telah mengalokasikan kegiatan perbenihan jagung hibrida di Sulawesi Utara. Dengan adanya program ini Provinsi Sulut sekarang mampu memenuhi ketersediaan benih jagung hibrida secara mandiri dan mampu meningkatkan pendapatan petani dan penangkar benih lokal.

Novly menambahkan program ini tidak sampai disini saja, kedepan produk benih hibrida ini akan dipasarkan diluar Sulut, bahkan saat ini sedang proses penjajakan ekspor dengan mengirimkan sampel benih ke Filifina untuk diujicoba di negera tersebut.

Selain pemasaran kualitas benih menjadi fokus terpenting, Dolf H. Ch. Palandeng, Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Sulawesi Utara,menyatakan kesiapannya mengawal proses sertifikasi mutu benihnya.

Peran pengawalan Pengawas Benih Tanaman (PBT) di lapangan juga tetap semangat menjalankan tugasnya, meski keadaan sekarang sedang diperlakukan masa tanggap penyebaran Covid - 19. Dolf berharap, meskipun nantinya tidak ada program korporasi, petani berlanjut bermitra dan terus memproduksi benih jagung, selain untuk memenuhi pasokan ketersediaan benih juga dapat menambah pendapatan para petani dan penangkar benih di Provinsi Sulut.

Maikel Lumentut, Ketua KT Suka Maju mengungkapkan, dirinya sangat bangga menjadi produsen benih jagung hibrida dan dapat memenuhi kebutuhan benih wilayah Minahasa bahkan untuk Sulawesi Utara.“Keuntungan yang kami dapat dari jual berupa calon benih bisa 2 kali lipat dari tanam konsumsi (selisih keuntungan 6-12 juta per hektar)”, ungkap Maikel.

Maikel menjelaskan selama memproduksi benih selain Dinas pertanian dia juga mendapat bimbingan dari pihak Swasta cara menangkar benih, dan hasilnya pun diterima langsung untuk dipasarkan oleh perusahaan tersebut. Dengan program ini bukan hanya menciptakan lapangan pekerjaan baru tetapi juga petani punya pendapatan tambahan pungkas Maikel.

Maikel berharap pandemik covid 19 segera berlalu dan segera bisa tanam kembali produksi benih jagung hibrida. Maikel pun optimis tahun ini petani Sulawesi Utara berpeluang besar bisa ekspor benih jagung hibrida ke Negara tetangga seperti Filifina.

Kontributor:  Retno Setianingsih

Editor: Safta Wijaya

Google+

Sulut, - Di tengah merebaknya virus Corona Covid-19, tidak mengurangi semangat petani Kec. Remboken, Minahasa untuk panen benih jagung hibrida karya anak bangsa varietas JH 37 seluas 100 Ha. Panen dilakukan mulai Februari hingga April ke depan.

Saat kunjungan, Catur Setiawan, Kasubdit Pengawasan Mutu Benih Dit Perbenihkan Tanaman Pangan Kementan, mengatakan bahwa Minahasa merupakan salah satu lokasi Pilot Project Pengembangan Perbenihan Jagung Berbasis Korporasi di Sulawesi Utara. Hasil panen benih jagung nya pun cukup memuaskan, terutama untuk varietas JH 37. Dari target panen produksi benih jagung hibrida 5 ton/ha, ternyata mampu menghasilkan 5, 97 – 6, 7 ton/ha tongkol kering sawah (setara dengan 3 – 3,3 ton benih bersertifikat/ha).

Hasil panen benih jagung hibrida ini diperuntukan memenuhi stok ketersediaan benih pertanaman awal April-Mei 2020 di Minahasa dan wilayah Sulawesi Utara.

Di lokasi yang berbeda, Novly G. Wowiling (Novly), Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara sangat mengapresiasi kegigihan petani Sulawesi utara dan mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian khususnya Ditjen Tanaman Pangan yang telah mengalokasikan kegiatan perbenihan jagung hibrida di Sulawesi Utara. Dengan adanya program ini Provinsi Sulut sekarang mampu memenuhi ketersediaan benih jagung hibrida secara mandiri dan mampu meningkatkan pendapatan petani dan penangkar benih lokal.

Novly menambahkan program ini tidak sampai disini saja, kedepan produk benih hibrida ini akan dipasarkan diluar Sulut, bahkan saat ini sedang proses penjajakan ekspor dengan mengirimkan sampel benih ke Filifina untuk diujicoba di negera tersebut.

Selain pemasaran kualitas benih menjadi fokus terpenting, Dolf H. Ch. Palandeng, Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Sulawesi Utara,menyatakan kesiapannya mengawal proses sertifikasi mutu benihnya.

Peran pengawalan Pengawas Benih Tanaman (PBT) di lapangan juga tetap semangat menjalankan tugasnya, meski keadaan sekarang sedang diperlakukan masa tanggap penyebaran Covid - 19. Dolf berharap, meskipun nantinya tidak ada program korporasi, petani berlanjut bermitra dan terus memproduksi benih jagung, selain untuk memenuhi pasokan ketersediaan benih juga dapat menambah pendapatan para petani dan penangkar benih di Provinsi Sulut.

Maikel Lumentut, Ketua KT Suka Maju mengungkapkan, dirinya sangat bangga menjadi produsen benih jagung hibrida dan dapat memenuhi kebutuhan benih wilayah Minahasa bahkan untuk Sulawesi Utara.“Keuntungan yang kami dapat dari jual berupa calon benih bisa 2 kali lipat dari tanam konsumsi (selisih keuntungan 6-12 juta per hektar)”, ungkap Maikel.

Maikel menjelaskan selama memproduksi benih selain Dinas pertanian dia juga mendapat bimbingan dari pihak Swasta cara menangkar benih, dan hasilnya pun diterima langsung untuk dipasarkan oleh perusahaan tersebut. Dengan program ini bukan hanya menciptakan lapangan pekerjaan baru tetapi juga petani punya pendapatan tambahan pungkas Maikel.

Maikel berharap pandemik covid 19 segera berlalu dan segera bisa tanam kembali produksi benih jagung hibrida. Maikel pun optimis tahun ini petani Sulawesi Utara berpeluang besar bisa ekspor benih jagung hibrida ke Negara tetangga seperti Filifina.

Kontributor:  Retno Setianingsih

Editor: Safta Wijaya

Google+
berita lain