Halmahera Timur Berhasil Panen Perdana Korporasi Benih Padi

Kamis, 09 Juli 2020

Di tengah Pandemi covid-19 yang belum mereda, Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Halmahera Timur, Nasrun  Konoras, mewakili Bupati mengawali panen perdana korporasi benih Padi Varietas Mekongga di Kelompok Tani Suka Maju (Paito), Desa Akedaga, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur seluas 25 ha.

Dari testimoni petani, Paito mengungkapkan  hasil panen benih sangat menguntungkan bagi petani, yang semula harus mendatangkan benih dari pulau Jawa, saat ini  tidak kesulitan mencari benih berlabel, unggul, bermutu dan yang jelas menambah kesejahteraan ekonomi masyarakat tani di wilayahnya. 

“Ini menjadikan kami terus semangat. Yang menarik buat kami, hasil panennya langsung dibeli oleh mitra dalam hal ini oleh PT.Pertani dan kami tidak perlu memikirkan pasarnya,” kata Paito dengan bangga.

Panen dilakukan kelompok tani bersama Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Timur, Kepala Balai Pengkajian Teknologi (BPTP) Maluku Utara,  Kepala Badan Pusat Statistik Halmahera Timur, Camat Wasile Timur serta Danramil 1503 Wasile.

“Panen perdana cukup memusakan. Kami memperkirakan ada sekitar 7,2 ton Gabah Kering Panen (GKP) dalam satu hektar”, ungkap Rijal Ismail Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara.

Rencananya hasil panen ini akan diambil sampel calon benihnya untuk diujikan ke Laboratorium Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih dan selanjutkan diterbitkan label hasil sertifikasi mutu benihnya. “Dan kami dari Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara siap mendukung program Kementan”, imbuh Rijal.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Suwandi, menjelaskan sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong Pengembangan Petani Produsen Benih Padi Berbasis Korporasi untuk mensejahterakan petani.

“Petani juga bisa mengakses permodalan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan’”, tegas Suwandi.

Hal senada di ungkapkan Takdir Mulyadi, Direktur Perbenihan bahwa Provinsi Maluku Utara nantinya dapat memenuhi kebutuhan benih padi untuk wilayahnya secara insitu. “Petaninya  jadi pintar membuat benih dan tambah sejahtera,” harapnya.

Selain itu benihnya langsung dimanfaatkan untuk memenuhi program dan swadaya petani di wilayahnya, bahkan nantinya bisa memenuhi kebutuhan benih untuk Indonesia Bagian Timur.

“Benih bermutu menjadi kebutuhan utama agar mampu menggenjot produksi, untuk menjamin penyediaan benih bermutu, salah satu program yang dijalankan Kementan, yakni melalui Ditjen Tanaman Pangan memfasilitasi bantuan untuk petani berupa sarana produksi benih, pupuk dan pestisida.

 

Kontributor : D. Taliroso, Retno Setianingsih dan Annisa Istiqamah

Google+

Di tengah Pandemi covid-19 yang belum mereda, Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Halmahera Timur, Nasrun  Konoras, mewakili Bupati mengawali panen perdana korporasi benih Padi Varietas Mekongga di Kelompok Tani Suka Maju (Paito), Desa Akedaga, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur seluas 25 ha.

Dari testimoni petani, Paito mengungkapkan  hasil panen benih sangat menguntungkan bagi petani, yang semula harus mendatangkan benih dari pulau Jawa, saat ini  tidak kesulitan mencari benih berlabel, unggul, bermutu dan yang jelas menambah kesejahteraan ekonomi masyarakat tani di wilayahnya. 

“Ini menjadikan kami terus semangat. Yang menarik buat kami, hasil panennya langsung dibeli oleh mitra dalam hal ini oleh PT.Pertani dan kami tidak perlu memikirkan pasarnya,” kata Paito dengan bangga.

Panen dilakukan kelompok tani bersama Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Timur, Kepala Balai Pengkajian Teknologi (BPTP) Maluku Utara,  Kepala Badan Pusat Statistik Halmahera Timur, Camat Wasile Timur serta Danramil 1503 Wasile.

“Panen perdana cukup memusakan. Kami memperkirakan ada sekitar 7,2 ton Gabah Kering Panen (GKP) dalam satu hektar”, ungkap Rijal Ismail Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara.

Rencananya hasil panen ini akan diambil sampel calon benihnya untuk diujikan ke Laboratorium Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih dan selanjutkan diterbitkan label hasil sertifikasi mutu benihnya. “Dan kami dari Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara siap mendukung program Kementan”, imbuh Rijal.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Suwandi, menjelaskan sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong Pengembangan Petani Produsen Benih Padi Berbasis Korporasi untuk mensejahterakan petani.

“Petani juga bisa mengakses permodalan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan’”, tegas Suwandi.

Hal senada di ungkapkan Takdir Mulyadi, Direktur Perbenihan bahwa Provinsi Maluku Utara nantinya dapat memenuhi kebutuhan benih padi untuk wilayahnya secara insitu. “Petaninya  jadi pintar membuat benih dan tambah sejahtera,” harapnya.

Selain itu benihnya langsung dimanfaatkan untuk memenuhi program dan swadaya petani di wilayahnya, bahkan nantinya bisa memenuhi kebutuhan benih untuk Indonesia Bagian Timur.

“Benih bermutu menjadi kebutuhan utama agar mampu menggenjot produksi, untuk menjamin penyediaan benih bermutu, salah satu program yang dijalankan Kementan, yakni melalui Ditjen Tanaman Pangan memfasilitasi bantuan untuk petani berupa sarana produksi benih, pupuk dan pestisida.

 

Kontributor : D. Taliroso, Retno Setianingsih dan Annisa Istiqamah

Google+
berita lain