Hasil Nyata, Bupati Barru Lakukan Panen di Kawasan Korporasi Benih Padi

Rabu, 19 Agustus 2020

Barru - Bupati Barru bersama jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan panen perdana di Kelompok Tani Syukur II Kelurahan Mangempang Kecamatan Barru Kabupaten Barru Provinsi Sulsel, Selasa (18/8/2020). Panen varietas Inpari 30 dilakukan di lahan seluas 7 hektar, dengan hasil ubinan rata-rata 4,7 ton per hektar

Kegiatan bertajuk Pengembangan Petani Produsen Benih Padi Berbasis Korporasi Petani bertujuan meningkatkan kapasitas petani menghasilkan benih bermutu mulai hulu sampai hilir untuk mendukung perbenihan nasional secara mandiri, berkelanjutan serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Bupati Barru, H. Suardi Saleh, mengucap syukur Alhamdulillah karena Kabupaten Barru mendapatkan alokasi kegiatan korporasi benih padi. Pasalnya program ini sangat nyata memberikan hasil pada peningkatan kualitas hasil pertanian dan kesejahteraan petani.

“Kab Barru mempunyai potensi lahan untuk dikembangkan cukup besar jika ditingkatkan IP nya menjadi tanam 2-3 kali setahun, tuturnya. Harapan Suardi, dengan dikelola melalui korporasi, maka posisi petani akan semakin kuat, ada kepastian pasar dan jaminan harga," ujar Suardi.

Pada kesempatan tersebut Suardi juga menyempatkan melakukan detaselling bersama Kementan di lokasi perbenihan Korporasi Jagung hibrida varietas Nasa 29 seluas 30 Ha di desa Kemiri, Kecamatan Balusu.

Di tempat sama Kasubdit Pengembangan Varietas Ditjen Tanaman Pangan Kementan, Andi Muhammad Saleh, menyampaikan bahwa sesuai arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo, terus mendorong peningkatan produksi padi melalui Pengembangan Petani Produsen Benih Berbasis Korporasi untuk mensejahterakan petani.

“Bapak Menteri Pertanian juga mengapresiasi kerja keras petani, dimana pertumbuhan pertanian saat ini meningkat sebesar 16 %,” sebutnya.

Andi menjelaskan keuntungan Korporasi benih ini diantaranya hasil panen calon benih sudah langsung dibeli oleh mitra. Kemudian hasil benihnya nantinya digunakan untuk pemenuhan program benih insitu secara mandiri.

"Kesulitan dan keterlambatan benih teratasi sehingga terjaminnya ketersedian benih secara 6 tepat, disamping itu bangga benih hasil produksi petani sendiri," ungkap Andi.

Harapannya, sambung Andi, keberhasilan ini terus di replikasi kepada petani-petani lain di Kabupaten Barru sehingga muncul petani produsen benih di daerah ini.

"Yang terpenting juga menjadikan Kabulaten Barru sebagai sentra produksi benih padi di Sulawesi Selatan sekaligus menjadikan sebagai Lumbung Pangan Nasional," tandas Andi.

Sementara itu Sueb, perwakilan Dinas Pertanian Barru menambahkan bahwa hasil calon benih seluruhnya di beli oleh mitra PT Pertani. Selanjutnya akan diproses menjadi benih.

"Serta benihnya akan di canangkan untuk program ketersediaan benih insitu," terang Sueb.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan benih bermutu sebagai salah satu pengungkit dan mampu menggenjot produksi. Untuk menjamin penyediaan benih bermutu, Kementan, melalui Ditjen Tanaman Pangan memfasilitasi bantuan untuk petani berupa sarana produksi benih, pupuk dan pestisida sebagai stimulus.

“Petani juga bisa mengakses permodalan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan," jelas Suwandi. ( kontributor : Retno Setianingsih, Heni RY, Sofiana, Zenaida, Safta W )

Google+

Barru - Bupati Barru bersama jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan panen perdana di Kelompok Tani Syukur II Kelurahan Mangempang Kecamatan Barru Kabupaten Barru Provinsi Sulsel, Selasa (18/8/2020). Panen varietas Inpari 30 dilakukan di lahan seluas 7 hektar, dengan hasil ubinan rata-rata 4,7 ton per hektar

Kegiatan bertajuk Pengembangan Petani Produsen Benih Padi Berbasis Korporasi Petani bertujuan meningkatkan kapasitas petani menghasilkan benih bermutu mulai hulu sampai hilir untuk mendukung perbenihan nasional secara mandiri, berkelanjutan serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Bupati Barru, H. Suardi Saleh, mengucap syukur Alhamdulillah karena Kabupaten Barru mendapatkan alokasi kegiatan korporasi benih padi. Pasalnya program ini sangat nyata memberikan hasil pada peningkatan kualitas hasil pertanian dan kesejahteraan petani.

“Kab Barru mempunyai potensi lahan untuk dikembangkan cukup besar jika ditingkatkan IP nya menjadi tanam 2-3 kali setahun, tuturnya. Harapan Suardi, dengan dikelola melalui korporasi, maka posisi petani akan semakin kuat, ada kepastian pasar dan jaminan harga," ujar Suardi.

Pada kesempatan tersebut Suardi juga menyempatkan melakukan detaselling bersama Kementan di lokasi perbenihan Korporasi Jagung hibrida varietas Nasa 29 seluas 30 Ha di desa Kemiri, Kecamatan Balusu.

Di tempat sama Kasubdit Pengembangan Varietas Ditjen Tanaman Pangan Kementan, Andi Muhammad Saleh, menyampaikan bahwa sesuai arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo, terus mendorong peningkatan produksi padi melalui Pengembangan Petani Produsen Benih Berbasis Korporasi untuk mensejahterakan petani.

“Bapak Menteri Pertanian juga mengapresiasi kerja keras petani, dimana pertumbuhan pertanian saat ini meningkat sebesar 16 %,” sebutnya.

Andi menjelaskan keuntungan Korporasi benih ini diantaranya hasil panen calon benih sudah langsung dibeli oleh mitra. Kemudian hasil benihnya nantinya digunakan untuk pemenuhan program benih insitu secara mandiri.

"Kesulitan dan keterlambatan benih teratasi sehingga terjaminnya ketersedian benih secara 6 tepat, disamping itu bangga benih hasil produksi petani sendiri," ungkap Andi.

Harapannya, sambung Andi, keberhasilan ini terus di replikasi kepada petani-petani lain di Kabupaten Barru sehingga muncul petani produsen benih di daerah ini.

"Yang terpenting juga menjadikan Kabulaten Barru sebagai sentra produksi benih padi di Sulawesi Selatan sekaligus menjadikan sebagai Lumbung Pangan Nasional," tandas Andi.

Sementara itu Sueb, perwakilan Dinas Pertanian Barru menambahkan bahwa hasil calon benih seluruhnya di beli oleh mitra PT Pertani. Selanjutnya akan diproses menjadi benih.

"Serta benihnya akan di canangkan untuk program ketersediaan benih insitu," terang Sueb.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan benih bermutu sebagai salah satu pengungkit dan mampu menggenjot produksi. Untuk menjamin penyediaan benih bermutu, Kementan, melalui Ditjen Tanaman Pangan memfasilitasi bantuan untuk petani berupa sarana produksi benih, pupuk dan pestisida sebagai stimulus.

“Petani juga bisa mengakses permodalan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan," jelas Suwandi. ( kontributor : Retno Setianingsih, Heni RY, Sofiana, Zenaida, Safta W )

Google+
berita lain