Rayakan HUT NKRI petani mempawah gelar upacara di tengah sawah

Selasa, 25 Agustus 2020

Banyak cara mengungkapkan nasionalisme. Seperti dilakukan sejumlah petani di Desa Peniti Luar, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah. Meski digelar dengan cara sederhana, jalannya upacara dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan ke - 75 yang dilakukan tepat di tengah sawah berlangsung khidmat.

Upacara pengibaran bendera Merah Putih ini diikuti oleh sekitar 30 orang petani. Tujuannya untuk menanamkan rasa cinta Tanah Air dan membangkitkan semangat nasionalisme. “Sebenarnya banyak petani lain yang mau mengikuti upacara ini, namun dikarenakan kondisi nasional sedang pandemi COVID 19 maka peserta kami batasi hanya 2 orang per kelompok tani,” terang Masri, Ketua Gapoktan Pilar Makmur Desa Peniti Luar.

Diky Dwi C, petugas POPT Kecamatan Jongkat yang mendampingi para petani semenjak latihan, mengatakan meskipun digelar secara sederhana, namun upacara bendera yang digelar ini lebih sulit dibandingkan kegiatan upacara yang lain. Pasalnya rata-rata para petani sudah lama tak mengikuti upacara disamping waktu persiapan upacara yang cukup mendadak dan semua kelengkapan dipenuhi dengan swadaya masyarakat.

“Persiapan kita sebenernya sangat mendadak dan latihan cuma sekali saja. Tapi Alhamdulillah para petani sangat bersemangat dan kompak mengikuti rangkaian upacara 17 Agustus ini. Harapannya rasa nasionalisme para petani semakin bertambah dan produksi mereka juga semakin meningkat,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala UPT Perlindungan TPH Kalbar, Yuliana Yulinda, SP, M.Si menuturkan, upacara bendera yang digelar di persawahan ini harus terus dilaksanakan dari tahun ke tahun. Menurut dia, para petani juga turut mendukung perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. “Semangat kebersamaan dan kekompakan para petani sangat kami apresiasi. Semoga rasa kebersamaan dan kekompakan ini juga menular ke kegiatan pertanian. Khususnya pengendalian OPT. Karena salah satu kunci pengendalian OPT yang efektif adalah dilakukan secara bersama-sama.,” ujar Yuliana Yulinda.

Ditemui secara terpisah, Ir. Florentinus Anum, M.Si, Kepala Dinas Pertanian TPH Kalbar mengaku, semangat para petani dalam melaksanakan upacara bendera ini sebagai bentuk cinta tanah air dan nasionalisme. Mereka tak hanya giat bertani, namun juga semangat menggelar kegiatan dengan penuh khidmat. "Ini yang patut kita tiru. Semangat cinta tanah air dan nasionalisme dimiliki oleh petani. Terima kasih kepada petani," pungkasnya

Google+

Banyak cara mengungkapkan nasionalisme. Seperti dilakukan sejumlah petani di Desa Peniti Luar, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah. Meski digelar dengan cara sederhana, jalannya upacara dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan ke - 75 yang dilakukan tepat di tengah sawah berlangsung khidmat.

Upacara pengibaran bendera Merah Putih ini diikuti oleh sekitar 30 orang petani. Tujuannya untuk menanamkan rasa cinta Tanah Air dan membangkitkan semangat nasionalisme. “Sebenarnya banyak petani lain yang mau mengikuti upacara ini, namun dikarenakan kondisi nasional sedang pandemi COVID 19 maka peserta kami batasi hanya 2 orang per kelompok tani,” terang Masri, Ketua Gapoktan Pilar Makmur Desa Peniti Luar.

Diky Dwi C, petugas POPT Kecamatan Jongkat yang mendampingi para petani semenjak latihan, mengatakan meskipun digelar secara sederhana, namun upacara bendera yang digelar ini lebih sulit dibandingkan kegiatan upacara yang lain. Pasalnya rata-rata para petani sudah lama tak mengikuti upacara disamping waktu persiapan upacara yang cukup mendadak dan semua kelengkapan dipenuhi dengan swadaya masyarakat.

“Persiapan kita sebenernya sangat mendadak dan latihan cuma sekali saja. Tapi Alhamdulillah para petani sangat bersemangat dan kompak mengikuti rangkaian upacara 17 Agustus ini. Harapannya rasa nasionalisme para petani semakin bertambah dan produksi mereka juga semakin meningkat,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala UPT Perlindungan TPH Kalbar, Yuliana Yulinda, SP, M.Si menuturkan, upacara bendera yang digelar di persawahan ini harus terus dilaksanakan dari tahun ke tahun. Menurut dia, para petani juga turut mendukung perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. “Semangat kebersamaan dan kekompakan para petani sangat kami apresiasi. Semoga rasa kebersamaan dan kekompakan ini juga menular ke kegiatan pertanian. Khususnya pengendalian OPT. Karena salah satu kunci pengendalian OPT yang efektif adalah dilakukan secara bersama-sama.,” ujar Yuliana Yulinda.

Ditemui secara terpisah, Ir. Florentinus Anum, M.Si, Kepala Dinas Pertanian TPH Kalbar mengaku, semangat para petani dalam melaksanakan upacara bendera ini sebagai bentuk cinta tanah air dan nasionalisme. Mereka tak hanya giat bertani, namun juga semangat menggelar kegiatan dengan penuh khidmat. "Ini yang patut kita tiru. Semangat cinta tanah air dan nasionalisme dimiliki oleh petani. Terima kasih kepada petani," pungkasnya

Google+
berita lain