KEMENTAN DORONG PENGEMBANGAN KAWASAN KORPORASI PADI SEHAT INTEGRASI TERNAK SAPI DI BLITAR

Minggu, 06 September 2020

Blitar (5/9), Direktur Perbenihan, Mohammad Takdir Mulyadi, dorong pengukuhan Pengembangan Kawasan Korperasi Padi “Lumpang Mas Penataran” di Kab. Blitar yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Blitar, Wawan Widianto, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kab. Blitar Ulfie Zulfiqar Zuqsas, PBT Wilayah Kab. Blitar, para Manager Koperasi Lumpang Mas Penataran.

Takdir menyampaikan, sesuai arahan Dr. Ir. Direktur Jenderal Suwandi, M.Sc bahwa “Kementerian Pertanian (Kementan) terus dukung peningkatan produksi padi melalui Program Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan Berbasis Korporasi Petani (ProPaktani) yang terintegrasi mulai hulu sampai hilir dari infrastruktur, alsintan, budidaya, pasca panen sampai pemasaran”.
“Hal ini selaras dengan kebijakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) untuk mewujudkan pembangunan pertanian berbasis korporasi. Tujuannya adalah meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani serta mendorong ekspor,” demikian dikatakan Suwandi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan secara terpisah.
“Untuk kemajuan korporasi di Kab. Blitar, bisa bersinergi dengan aspek pembiayaan, investasi dan ekspor. Kawasan atau klaster bisa memanfaatkan sumber pendanaan dari swadaya, KUR dan pembiayaan lain”, tegas Takdir.

Sementara, Andi Muhammad Saleh, Kasubdit Pengembangan Varietas menambahkan "Dengan wadah kelembagaan koperasi yang berbasis korporasi, maka pengelolaan manajemen dikelola terstruktur, dengan prinsip saham dari petani, dan keuntungan milik petani. Andi berharap, “akhir September 2020 ini, Korporasi di Blitar bisa berjalan”.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Blitar, Wawan Widianto mengatakan “Dengan dikukuhkannya koperasi Lumpang Mas Penataran” ini, dirinya optimis Blitar menjadi koperasi Lumbung Pangan Masyarakat Blitar yang punya ciri khas “Padi organik dan Padi sehat Metode Hayati Indonesia (MHI)” dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia menuju pertanian berkelanjutan, presisi dan terintegrasi ternak sapi.

“Konsep padi MHI mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi saprodi dan ramah lingkungan memanfaatkan bahan baku yang melimpah di sekitar Blitar, ungkap Wawan.

“Salah satu produksi beras organik unggulan Blitar (beras merah dan beras hitam Jeliteng) yang sudah disertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Organik dan dipasarkan dengan nama “Britanic”. Ke depan Blitar bisa ekspor beras organik ke Negara tetangga,” harap Wawan.

Kontributor : Retno Setianingsih

Google+

Blitar (5/9), Direktur Perbenihan, Mohammad Takdir Mulyadi, dorong pengukuhan Pengembangan Kawasan Korperasi Padi “Lumpang Mas Penataran” di Kab. Blitar yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Blitar, Wawan Widianto, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kab. Blitar Ulfie Zulfiqar Zuqsas, PBT Wilayah Kab. Blitar, para Manager Koperasi Lumpang Mas Penataran.

Takdir menyampaikan, sesuai arahan Dr. Ir. Direktur Jenderal Suwandi, M.Sc bahwa “Kementerian Pertanian (Kementan) terus dukung peningkatan produksi padi melalui Program Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan Berbasis Korporasi Petani (ProPaktani) yang terintegrasi mulai hulu sampai hilir dari infrastruktur, alsintan, budidaya, pasca panen sampai pemasaran”.
“Hal ini selaras dengan kebijakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) untuk mewujudkan pembangunan pertanian berbasis korporasi. Tujuannya adalah meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani serta mendorong ekspor,” demikian dikatakan Suwandi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan secara terpisah.
“Untuk kemajuan korporasi di Kab. Blitar, bisa bersinergi dengan aspek pembiayaan, investasi dan ekspor. Kawasan atau klaster bisa memanfaatkan sumber pendanaan dari swadaya, KUR dan pembiayaan lain”, tegas Takdir.

Sementara, Andi Muhammad Saleh, Kasubdit Pengembangan Varietas menambahkan "Dengan wadah kelembagaan koperasi yang berbasis korporasi, maka pengelolaan manajemen dikelola terstruktur, dengan prinsip saham dari petani, dan keuntungan milik petani. Andi berharap, “akhir September 2020 ini, Korporasi di Blitar bisa berjalan”.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Blitar, Wawan Widianto mengatakan “Dengan dikukuhkannya koperasi Lumpang Mas Penataran” ini, dirinya optimis Blitar menjadi koperasi Lumbung Pangan Masyarakat Blitar yang punya ciri khas “Padi organik dan Padi sehat Metode Hayati Indonesia (MHI)” dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia menuju pertanian berkelanjutan, presisi dan terintegrasi ternak sapi.

“Konsep padi MHI mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi saprodi dan ramah lingkungan memanfaatkan bahan baku yang melimpah di sekitar Blitar, ungkap Wawan.

“Salah satu produksi beras organik unggulan Blitar (beras merah dan beras hitam Jeliteng) yang sudah disertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Organik dan dipasarkan dengan nama “Britanic”. Ke depan Blitar bisa ekspor beras organik ke Negara tetangga,” harap Wawan.

Kontributor : Retno Setianingsih

Google+
berita lain