Produksi Jagung Indonesia 2016 Diperkirakan Tertinggi di Asia Tenggara

Jum'at, 22 Januari 2016

Jakarta (B2B) - Kerja keras petani dan para pemangku kepentingan didukung Pemerintah RI melalui Kementerian Pertanian akan membuahkan hasil dengan dirilisnya perkiraan produksi jagung Indonesia pada 2016 diperkirakan akan mencapai 20,22 juta ton pipilan kering melampaui enam negara anggota ASEAN seperti dilansir oleh ASEAN Food Security Information System (AFSIS) pada Sabtu (9/1).

AFSIS melansir bahwa produksi jagung Indonesia tahun ini diproyeksikan mencapai 20,22 juta ton melampaui Filipina yang diperkirakan hanya 8,04 juta ton, Vietnam 5,23 juta ton, Thailand 4,77 juta ton, Myanmar 1,86 juta ton, Laos 1,11 juta ton, dan Kamboja 0,56 juta ton. Sedangkan Brunei, Malaysia, dan Singapura tidak menghasilkan jagung.

AFSIS memperkirakan produksi jagung negara-negara anggota ASEAN pada 2016 akan mencapai 41,84 juta ton atau naik 0,24 juta ton atau meningkat sekitar 1% dari 2015 sebesar 41,59 juta ton. Peningkatan produksi jagung di kawasan regional tersebut didorong oleh naiknya produksi sejumlah negara kecuali Indonesia. Negara di kawasan Asean yang mengalami peningkatan produksi adalah Filipina dan Myanmar.

Sementara luas panen di kawasan Asia Tenggara pada 2016 diperkirakan mencapai 9,75 juta hektar meningkat 1% dari tahun lalu seluas 9,65 juta hektar. Luas panen jagung Indonesia tahun ini diprediksi hanya 3,99 juta hektar atau hampir sama dengan 2015. Pada 2014, luas panen jagung Indonesia mencapai 7,67 juta hektar. Pada 2016, luas panen Filipina 2,64 juta hektar, Vietnam 1,17 juta hektar, Thailand 1,12 juta hektar, Myanmar 0,48 juta hektar, Laos 0,21 juta hektar, dan Kamboja 0,14 juta hektar.

Produksi jagung Indonesia pada 2015 mencapai 20,67 juta ton pipilan kering, Filipina 7,64 juta ton, Vietnam 5,19 juta ton, Thailand 4,70 juta ton, Myanmar 1,72 juta ton, Laos 1,11 juta ton, dan Kamboja 0,55 juta ton.

Total produksi jagung di kawasan Asean pada 2015 mencapai 41,59 juta ton. Sedangkan pada 2014, produksi jagung Indonesia masih mencapai 23,52 juta ton pipilan kering, Filipina 7,77 juta ton, Vietnam 5,19 juta ton, Thailand 4,81 juta ton, Myanmar 1,63 juta ton, Laos 1,14 juta ton, dan Kamboja 0,93 juta ton. Total produksi jagung Asean pada 2014 sebanyak 44,98 juta ton.

Menurut AFSIS, produktivitas tanaman jagung di Indonesia sudah cukup baik sekitar 5,07 ton per hektar pada tahun ini dari rata-rata di kawasan Asean yang hanya 4,29 ton per hektar. Produktivitas di Laos mencapai 5,30 ton per hektar, di Kamboja 4,08 ton per hektar, dan di Myanmar 3,86 ton per hektar. Di Indonesia, produktivitas pada 2014 hanya 3,06 ton per hektar di bawah rata-rata Asean 3,34 ton per hektar.

Sumber: http://berita2bahasa.com/berita/01/2229101-produksi-jagung-indonesia-2016-diperkirakan-tertinggi-di-asia-tenggara

Google+

Jakarta (B2B) - Kerja keras petani dan para pemangku kepentingan didukung Pemerintah RI melalui Kementerian Pertanian akan membuahkan hasil dengan dirilisnya perkiraan produksi jagung Indonesia pada 2016 diperkirakan akan mencapai 20,22 juta ton pipilan kering melampaui enam negara anggota ASEAN seperti dilansir oleh ASEAN Food Security Information System (AFSIS) pada Sabtu (9/1).

AFSIS melansir bahwa produksi jagung Indonesia tahun ini diproyeksikan mencapai 20,22 juta ton melampaui Filipina yang diperkirakan hanya 8,04 juta ton, Vietnam 5,23 juta ton, Thailand 4,77 juta ton, Myanmar 1,86 juta ton, Laos 1,11 juta ton, dan Kamboja 0,56 juta ton. Sedangkan Brunei, Malaysia, dan Singapura tidak menghasilkan jagung.

AFSIS memperkirakan produksi jagung negara-negara anggota ASEAN pada 2016 akan mencapai 41,84 juta ton atau naik 0,24 juta ton atau meningkat sekitar 1% dari 2015 sebesar 41,59 juta ton. Peningkatan produksi jagung di kawasan regional tersebut didorong oleh naiknya produksi sejumlah negara kecuali Indonesia. Negara di kawasan Asean yang mengalami peningkatan produksi adalah Filipina dan Myanmar.

Sementara luas panen di kawasan Asia Tenggara pada 2016 diperkirakan mencapai 9,75 juta hektar meningkat 1% dari tahun lalu seluas 9,65 juta hektar. Luas panen jagung Indonesia tahun ini diprediksi hanya 3,99 juta hektar atau hampir sama dengan 2015. Pada 2014, luas panen jagung Indonesia mencapai 7,67 juta hektar. Pada 2016, luas panen Filipina 2,64 juta hektar, Vietnam 1,17 juta hektar, Thailand 1,12 juta hektar, Myanmar 0,48 juta hektar, Laos 0,21 juta hektar, dan Kamboja 0,14 juta hektar.

Produksi jagung Indonesia pada 2015 mencapai 20,67 juta ton pipilan kering, Filipina 7,64 juta ton, Vietnam 5,19 juta ton, Thailand 4,70 juta ton, Myanmar 1,72 juta ton, Laos 1,11 juta ton, dan Kamboja 0,55 juta ton.

Total produksi jagung di kawasan Asean pada 2015 mencapai 41,59 juta ton. Sedangkan pada 2014, produksi jagung Indonesia masih mencapai 23,52 juta ton pipilan kering, Filipina 7,77 juta ton, Vietnam 5,19 juta ton, Thailand 4,81 juta ton, Myanmar 1,63 juta ton, Laos 1,14 juta ton, dan Kamboja 0,93 juta ton. Total produksi jagung Asean pada 2014 sebanyak 44,98 juta ton.

Menurut AFSIS, produktivitas tanaman jagung di Indonesia sudah cukup baik sekitar 5,07 ton per hektar pada tahun ini dari rata-rata di kawasan Asean yang hanya 4,29 ton per hektar. Produktivitas di Laos mencapai 5,30 ton per hektar, di Kamboja 4,08 ton per hektar, dan di Myanmar 3,86 ton per hektar. Di Indonesia, produktivitas pada 2014 hanya 3,06 ton per hektar di bawah rata-rata Asean 3,34 ton per hektar.

Sumber: http://berita2bahasa.com/berita/01/2229101-produksi-jagung-indonesia-2016-diperkirakan-tertinggi-di-asia-tenggara

Google+
berita lain