Menteri Pertanian : Panen Serentak, Stok Terjamin

Selasa, 01 Maret 2016

CILACAP (29/02/2016) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, melakukan panen raya padi secara serentak dan gerakan percepatan tanam serentak dalam rangka mendukung kedaulatan pangan pada senin 29 Februari 2016 di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap. Kegiatan tersebut dihadiri para pejabat di lingkungan Pemprov Jateng dan Pemkab Cilacap, kelompok tani, dan masyarakat.

Kegiatan panen raya padi secara serentak ini merupakan bagian dari rangkaian acara dari panen serentak di 7 Provinsi meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian sedangkan untuk panen secara serentaknya dipusatkan di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah oleh Menteri Pertanian.

Dalam panen raya padi secara serentak ini Menteri Pertanian mengatakan “Panen ini menunjukkan bahwa pemerintah berhasil dalam mengelola sistem dan pola tanam serentak dengan baik di tengah cuaca yang cukup mendukung serta dukungan alat mesin pertanian yang memadai.”

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjamin seluruh  gabah petani mampu dibeli Perum Bulog menjelang dan selama panen raya yang diperkirakan akan terjadi pada Maret 2016 ini, "sudah saya minta Bulog mau membeli gabah petani yang akan alami panen sehingga produksinya meningkat dalam waktu dekat dan Bulog menyanggupinya," kata Amran Sulaiman.

Dikatakan Mentan, memasuki masa panen raya Maret - April ini, menyebabkan pasokan beras  dipasar melimpah sehingga pemerintah mengharapkan Bulog segera menyerap gabah langsung ke petani

Hal ini dilakukan guna mencegah harga gabah petani anjlok sehingga petani rugi. “kata Amran, pemerintah telah menetapkan harga patokan pembelian gabah kering panen (GKP) Rp. 3.700 perkilogram.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, dalam panen raya ini “hasil kaya gini ini bukan hanya di Cilacap tetapi hampir di seantero Indonesia, masa masih impor beras”. Lalu beliau lanjut mengatakan kepada para petani, “petani sanggup nggak meningkatkan produksi kita”, “sanggup” jawab petani serentak. (Humas TP)

Google+

CILACAP (29/02/2016) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, melakukan panen raya padi secara serentak dan gerakan percepatan tanam serentak dalam rangka mendukung kedaulatan pangan pada senin 29 Februari 2016 di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap. Kegiatan tersebut dihadiri para pejabat di lingkungan Pemprov Jateng dan Pemkab Cilacap, kelompok tani, dan masyarakat.

Kegiatan panen raya padi secara serentak ini merupakan bagian dari rangkaian acara dari panen serentak di 7 Provinsi meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian sedangkan untuk panen secara serentaknya dipusatkan di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah oleh Menteri Pertanian.

Dalam panen raya padi secara serentak ini Menteri Pertanian mengatakan “Panen ini menunjukkan bahwa pemerintah berhasil dalam mengelola sistem dan pola tanam serentak dengan baik di tengah cuaca yang cukup mendukung serta dukungan alat mesin pertanian yang memadai.”

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjamin seluruh  gabah petani mampu dibeli Perum Bulog menjelang dan selama panen raya yang diperkirakan akan terjadi pada Maret 2016 ini, "sudah saya minta Bulog mau membeli gabah petani yang akan alami panen sehingga produksinya meningkat dalam waktu dekat dan Bulog menyanggupinya," kata Amran Sulaiman.

Dikatakan Mentan, memasuki masa panen raya Maret - April ini, menyebabkan pasokan beras  dipasar melimpah sehingga pemerintah mengharapkan Bulog segera menyerap gabah langsung ke petani

Hal ini dilakukan guna mencegah harga gabah petani anjlok sehingga petani rugi. “kata Amran, pemerintah telah menetapkan harga patokan pembelian gabah kering panen (GKP) Rp. 3.700 perkilogram.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, dalam panen raya ini “hasil kaya gini ini bukan hanya di Cilacap tetapi hampir di seantero Indonesia, masa masih impor beras”. Lalu beliau lanjut mengatakan kepada para petani, “petani sanggup nggak meningkatkan produksi kita”, “sanggup” jawab petani serentak. (Humas TP)

Google+
berita lain