MENTAN : PANEN JAGUNG DI GARUT, UNTUK SUPLAI JAKARTA

Selasa, 29 Maret 2016

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Bupati Kab. Garut, Komisi IV DPR RI, Kasdam III Siliwangi, melakukan panen raya jagung di Desa Pangeureunan Kec. Limbangan, Garut - Jawa Barat. Rabu (23/03/2016).

Kementerian Pertanian (Kementan) akan menjadikan Kabupaten Garut, Jawa Barat sebagai lumbung jagung untuk memenuhi kebutuhan di Jakarta sehingga tak lagi dipasok dari provinsi lain, di samping demi memotong jalur distribusi.

Mentan mengatakan “jagung yang diproduksi di Garut telah mampu memenuhi pasar Jakarta dan beberapa daerah lain di Jawa Barat. Karena jumlah produksi yang terbilang tinggi”.

“Dengan lahan seluas 3.500 hektare (ha) dari sejumlah desa di Kecamatan Limbangan, Kab. Garut telah menghasilkan jagung sebanyak 42.000 ton”. tambahnya

Secara nasional produktivitas jagung dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Berdasarkan Angka Sementara (ASEM) 2015, produksi jagung nasional tahun 2015 sebesar 19,61 juta ton, atau naik 3,17 persen dibandingkan dengan produksi tahun 2014 lalu sebesar 19 juta ton.

Kementerian Pertanian akan terus mendukung dan memotivasi baik daerah provinsi maupun para petani untuk meningkatkan produksi jagung tahun 2016 yaitu dengan Gerakan Pengembangan Jagung Hibrida sebesar 1.500.000 ha.

Untuk Provinsi Jawa Barat peningkatan produksi jagung tahun 2016 dilakukan dengan Gerakan Pengembangan Jagung Hibrida sebesar 97.260 ha.

Dalam mendukung langkah dan pencapaian peningkatan produksi jagung secara nasional tahun 2016 Kementan memprioritaskan dengan pemberian bantuan alat mesin pertanian berupa Corn Sheller 6.240 unit, Corn Combine Harvester 180 unit dan Penguatan Perlindungan Tanaman untuk 34 provinsi di seluruh Indonesia. (HUMAS TP)

Google+

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Bupati Kab. Garut, Komisi IV DPR RI, Kasdam III Siliwangi, melakukan panen raya jagung di Desa Pangeureunan Kec. Limbangan, Garut - Jawa Barat. Rabu (23/03/2016).

Kementerian Pertanian (Kementan) akan menjadikan Kabupaten Garut, Jawa Barat sebagai lumbung jagung untuk memenuhi kebutuhan di Jakarta sehingga tak lagi dipasok dari provinsi lain, di samping demi memotong jalur distribusi.

Mentan mengatakan “jagung yang diproduksi di Garut telah mampu memenuhi pasar Jakarta dan beberapa daerah lain di Jawa Barat. Karena jumlah produksi yang terbilang tinggi”.

“Dengan lahan seluas 3.500 hektare (ha) dari sejumlah desa di Kecamatan Limbangan, Kab. Garut telah menghasilkan jagung sebanyak 42.000 ton”. tambahnya

Secara nasional produktivitas jagung dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Berdasarkan Angka Sementara (ASEM) 2015, produksi jagung nasional tahun 2015 sebesar 19,61 juta ton, atau naik 3,17 persen dibandingkan dengan produksi tahun 2014 lalu sebesar 19 juta ton.

Kementerian Pertanian akan terus mendukung dan memotivasi baik daerah provinsi maupun para petani untuk meningkatkan produksi jagung tahun 2016 yaitu dengan Gerakan Pengembangan Jagung Hibrida sebesar 1.500.000 ha.

Untuk Provinsi Jawa Barat peningkatan produksi jagung tahun 2016 dilakukan dengan Gerakan Pengembangan Jagung Hibrida sebesar 97.260 ha.

Dalam mendukung langkah dan pencapaian peningkatan produksi jagung secara nasional tahun 2016 Kementan memprioritaskan dengan pemberian bantuan alat mesin pertanian berupa Corn Sheller 6.240 unit, Corn Combine Harvester 180 unit dan Penguatan Perlindungan Tanaman untuk 34 provinsi di seluruh Indonesia. (HUMAS TP)

Google+
berita lain