Asep SUdrajat

RAPBA 2018 Mulai Tersandung Masalah

Dibuat : 06-12-2017, 08:25:31    Kategori : IPTEK

“Benih” kelambatan pengesahan RAPBA 2018 nampaknya telah “tersemai” sekali lagi. Dua hari kemarin, komisi-komisi di DPRA menyebutkan menyetop sesaat kajian dokumen KUA serta PPAS karena ketika berbarengan Tim Biaya Pemerintah Aceh (TAPA) jadi menyodorkan dokumen RAPBA 2018. Harusnya, RAPBA disusun serta diserahkan ke dewan sesudah selesai kajian dokumen KUA serta PPAS 2018.

“Saya terperanjat, dokumen KUA serta PPAS 2018 belum juga usai dibicarakan serta disetujui, kenapa TAPA telah menyodorkan dokumen RAPBA 2018? Walau sebenarnya, menurut bagian yang sesungguhnya, usai kajian dokumen KUA serta PPAS dahulu, baru dilanjutkan dengan pembahasaan dokumen RAPBA, ” kata Ketua DPRA, Tgk Muharuddin.

Sebagian haruis akhir-akhir ini, komisi-komisi di DPRA sedang mengulas dokumen Kebijakan Umum Biaya (KUA) serta Plafon Prioritas Biaya Sesaat (PPAS) th. 2018 dengan SKPA. Tetapi, pada Senin (4/12) mendadak eksekutif memberi dokumen RAPBA 2018 pada Pimpinan DPRA. Terasa tidak umum, pimpinan serta anggota Banggar DPRA, kembalikan dokumen RAPBA 2018 itu pada TAPA.

Tidak cuma itu, DPRA juga kembalikan dokumen KUA serta PPAS 2018 pada eksekutif untuk diperbaiki kembali sesuai sama RPJM Gubernur Irwandi Yusuf.

Ketua TAPA Dermawan yang Sekdaprov Aceh menyebutkan, eksekutif menyerahkan dokumen RAPBA, hanya untuk percepatan kajian serta pengesahan RAPBA 2018 sesuai sama surat Mendagri pada 7 November 2017 yang di sampaikan pada Ketua DPRA serta Gubernur Aceh.

Terlepas siapa yang benar serta siapa yang salah, jadi orang-orang kita lihat masalah itu jadi “tersemainya” benih keributran yang dapat harga hp oppo menyebabkan pada keterlambatan pengesahan APBA 2018 nantinya. Walau sebenarnya, mulai sejak lama, pihak eksekutif serta kelompok legislatif telah berjanji tidak untuk terlambat sekali lagi pengesahan biaya daerah. Sebab, berdasar pada pengalaman tiap-tiap th., APBA memanglah senantiasa terlambat. Serta, orang-orang kecil paling rasakan efeknya.

Tetapi, karna ini baru awal dari timbulnya benih perseteruan eksekutif serta legislatif, kita mengharapkan akan tidak betul-betul jadi perseteruan. Eksekutif serta legislatif tidak bisa bertahan dalam egonya. Tapi, mesti pikirkan kebutuhan rakyat banyak. Sebab, rakyat yang banyak itu yaitu golongan miskin, golongan dhuafa, serta saat ini mereka juga tengah diterpa beragam bencana alam disana-sini. Usaha pertanian, perkebunan, serta beberapa tempat mereka mencari nafkah hancur lebur. Mulai sejak saat ini sampai sebagian bln. ke depan, hidup mereka begitu bergantung pada dana dari pemerintah serta pertolongan beberapa dermawan.

Lagi, kita begitu mengharapkan APBA 2018 ini bisa disahkan pas saat, sebelumnya banyak orang-orang di daerah ini kelaparan karna tidak dapat mencari nafkah. Perlihatkan pada orang-orang kalau politik itu tidak kejam. Ingat, politik yang menawan itu yaitu pro rakyat!

Login