Asep SUdrajat

Disnak Aceh Susun Masterplan

Dibuat : 06-12-2017, 08:28:20    Kategori : Pengujian Mutu Benih

Dinas Peternakan (Disnak) Aceh tengah membuat masterplan pembangunan lokasi peternakan di Aceh dengan pertolongan tenaga pakar dari Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB). Untuk menaikkan bobot draf masterplan, Selasa (5/12) tempo hari di gelar seminar yang mendatangkan beragam pihak di Hotel Grand Arabia, Banda Aceh. Peserta seminar terdiri atas unsur SKPA/tubuh di lingkungan pemerintah Aceh, Bappeda serta SKPK yang berwenang di bagian peternakan dari 23 kabupaten/kota, akademsi dari Unsyiah serta IPB.

Seminar ini hasilkan draf masterplan pengembangan lokasi peternakan Aceh yang terdiri dari sebagian cluster, yakni cluster pembibitan, penggemukan, pemrosesan, serta cluster industri.

Kadis Peternakan Aceh drh Zulyazaini Yahya, M. Si disela-sela seminar pada Serambi menyebutkan, hasil seminar menyetujui kalau masterplan juga akan direview kembali mengenai pengaturan cluster serta zone peternakan berdasar pada komoditas favorit khusus daerah. “Diharapkan masterplan ini juga akan jadi referensi untuk rencana peternakan di propinsi serta semua kabupaten/kota di Aceh, ” kata Zulyazaini Yahya.

Disebutkan Zulyazaini, seminar itu adalah satu diantara bagian dalam pengaturan gagasan induk itu. Draf masterplan tersebut sudah lama didesain dengan melibatkan tujuh pakar dari IPB. “Tim dari IPB telah berkeliling-keliling kabupaten/kota untuk mencari input dalam membuat draf masterplan itu, ” tuturnya.

Hasil akhir seminar kelak juga akan berupa dokumen induk yang juga akan jadikan jadi basic dalam pengambilan kebijakan di bagian peternakan, baik di tingkat provins ataupun kabupaten/kota, hingga juga akan dapat harga hp oppo wujudkan visi gubernur Aceh, yaitu terwujudnya ketahanan serta kedaulatan pangan, terutama daging.

Satu diantara narasumber dalam seminar itu yang tim penyusun masterplan Profesor Lucky Abdullah menyebutkan, berlangsung transformasi sub-sektor peternakan dari cluster pembibitan serta penggemukan jadi cluster industri serta pemrosesan, hingga semuanya lini memiliki nilai ekonomi yang tinggi pada th. 2028, baik berbahan baku paling utama ataupun hingga ke limbahnya

Untuk pembuatan masterplan peternakan th. 2018 - 2028, di tawarkan 11 kiat dalam rencana sepanjang 10 th. ke depan. “Melalui pengembangan lokasi, beberapa bahan yg tidak bermanfaat juga akan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, ” kata Guru Besar dari IPB ini.

Sampai kini, terdapat banyak komoditi peternakan yang telah berkembang di daerah, seperti potensi sapi perah di Bener Meriah yang sempat exist serta tempat peternakan turun temurun seluas 4. 166 hektare. Ada juga potensi pabrik pakan di Bireuen. Di sebagian kabupaten/kota, ada beberapa ribu hektare tempat punya pemkab yg tidak digunakan. “Ini adalah potensi yang mengagumkan bila dapat digunakan, ” kata Zulyazaini Yahya.

Kadis Peternakan Aceh drh Zulyazaini Yahya M. Si menyebutkan, nyaris tiap-tiap th., terutama waktu meugang, harga daging melonjak tinggi. Bahkan juga sempat disebut-sebut yang termahal didunia. Pemicunya, kata Zulyazaini, tata niaga tidak benar. “Selama ini ada masalah di tata niaga, ternak tidak ada ketika yang diperlukan. Peternak tidak ingin melepas waktu diperlukan, hingga jadi mahal harga daging, ” tandasnya.

Dengan terdapatnya masterplan, diinginkan masalah itu akan tidak keluar sekali lagi. Zulyazaini menyebutkan, masterplan itu dapat dituntaskan pada akhir th. ini. “Insya Allah usai akhir th., ” kata Kadis Peternakan Aceh ini.

Login