Nurul Mustaman

Gambar kisah untuk /forum pupuk dari Serambi Indonesia Lagi, Pupuk Urea Langka di Aceh Utara

Dibuat : 06-12-2017, 13:59:33    Kategori : Pengujian Mutu Benih

Kelangkaan pupuk urea kembali berlangsung di beberapa kecamatan di Aceh Utara. Buktinya, dalam dua minggu paling akhir, pupuk bersubsidi itu seperti ‘menghilang’ di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Langkahan, Baktiya, Seunuddon, serta Baktiya Barat. Peristiwa ini bukanlah yang pertama karna terlebih dulu kelangkaan urea juga berlangsung di Kecamatan Tanah Luas serta sekelilingnya.

“Sepekan waktu lalu, saya ke Pantonlabu untuk mencari pupuk urea yang harga terjangkau (subsidi) warna merah (pink). Tapi saya tidak memperoleh, penjual pupuk tawarkan pupuk urea yang warna putih karna dia mengatakan yang subsidi telah habis, ” tutur M Yunus (50), petani asal Desa Ulee Gle, Kecamatan Tanah Jambo Aye pada Serambi, tempo hari.

Dia menjelaskan, karna harga urea nonsubsidi itu begitu tinggi yaitu persaknya menjangkau Rp 270 ribu, pada akhirnya dia batal membelinya. “Saya pasrah karna memanglah harga nya cukup mahal buat kami petani. Sedang pupuk yang warnah merah (bersubsidi), masih tetap bisalah kami beli karna umumnya harga sekitaran Rp 90 ribu persak, ” terang M Yunus yang mengungkap dua hari kemarin kembali dia coba mencari pupuk urea subsidi di Pantonlabu, tetapi bebrapa sekali lagi tidak ada stoknya.

Kondisi sama juga dihadapi Keuchik Lhok Reudeup, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Ibrahim. Pada Serambi, dia memaparkan, dianya juga telah mencari pupuk di lokasi Pantonlabu serta sekelilingnya, tapi tetaplah tidak menemukannya. “Entah mengapa, setiap saat turun ke sawah, senantiasa langka pupuk urea, hingga banyak petani di lokasi kami menanam padi tanpa ada pupuk. Ini dapat mengakibatkan perkembangan padi tidak baik, ” ulasnya.

Ibrahim sendiri mengakui, pada akhirnya dia dapat memperoleh pupuk urea di lokasi Tanah Luas karna lokasi itu telah masuk surat yasin musim panen. “Kemarin saat pulang dari Lhokseumawe, saya berniat ke Kecamatan Tanah Luas untuk mencari pupuk, nyatanya disana masih tetap ada stoknya karna lokasi itu telah musim panen, ” katanya.

Ketua Komunitas Keuchik Baktiya, Zulkarnaini mengatakan, keadaan kelangkaan pupuk urea tiap-tiap mendekati musim tanam, memanglah telah seperti satu siklus yang selalu berulang. Oleh karenanya, dia berniat beli urea sebelumnya musim tanam serta menyimpannya, hingga tidak kewalahan waktu turun ke sawah. “Tapi, petani yang beda di lokasi kami, semuanya kesusahan memperoleh pupuk, serta ini telah teratur berlangsung, ” ucapnya.

Menurut Zulkarnaini, dia banyak info bila beberapa kecamatan beda seperti Seunuddon serta Baktiya Barat juga alami kelangkaan pupuk. “Saya peroleh info dari beberapa keuchik dari kecamatan beda. Saya juga tidak paham penyebabnya, tapi ini teratur berlangsung, ” tukasnya.

Disamping itu, Manager Humas PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Zulfan Effendi pada Serambi, tempo hari, menyebutkan, pupuk urea bersubsidi telah disalurkan pihaknya mulai Jumat (24/11) tempo hari, ke Kecamatan Tanah Jambo Aye serta sekelilingnya sesuai sama alokasi. Tetapi, bila ada kekurangan, peluang kuotanya yang tidak memenuhi. “Alokasi keperluan urea subsidi untuk 2017 menjangkau 72. 830 ton, termasuk juga yang telah disalurkan 65. 025 ton, ” sebut Humas PIM.

Sisa alokasi untuk Aceh, detil Zulfan Effendi, sekitaran 7. 805 ton sesuai sama SK Menteri Pertanian Nomor 29/2017 serta SK Kepala Dinas Pertanian Aceh Nomor Peg 820/1431/2017. “Stok urea subsidi yang berada di gudang PIM hingga 24 November 2017 sejumlah 10. 367 ton, atau masih tetap ada keunggulan stock sampai akhir Desember 2017 sebesar 2. 561. ton, ” pungka Humas PIM.

Login