Nurul Mustaman

Wagub Ajak Jaga Ketahanan Pangan

Dibuat : 06-12-2017, 14:25:03    Kategori : Perbenihan Tanaman Pangan

Pertanian adalah bagian yang begitu perlu dalam mendukung perekonomian daerah Bali. Bagian petanian tempati tempat ke-2 dalam menyumbang pendapatan daerah Propinsi Bali sesudah pajak kendaraan bermotor. Pendapatan di bagian pertanian menyumbang pendapatan asli daerah sebesar 14, 9 % dari semua pendapatan Propinsi Bali. Hal semacam ini disebutkan Wakil Gubernur Ketut Sudikerta waktu buka Temu Lega serta Titel Tehnologi Padi Hibrida serta Panen Perdana Padi Hibrida berada di Subak Tajen, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Selasa (5/12). Diterangkan, pertanian tidak dapat ditinggalkan, terutama jika berlangsung suatu hal dengan dunia pariwisata seperti sekarang ini imbas dari kondisi Gunung Agung, jadi pertanian juga akan jadi andalan Propinsi Bali. Karenanya Pemerintah Propinsi Bali serta semuanya pihak mempunyai tanggung jawab wujudkan ketahanan pangan terutama di Bali, yang mencakup ketersediaan pangan, distribusi serta aksessibilitasnya. Mulai sejak bertahun-tahun lantas ketersediaan beras di Bali jadwal sholat surplus, produksinya menjangkau 850 ton beras pertahun. Sedang keperluan pokok beras cuma 400 ton per th.. “Walaupun sekian, momentum ini sekalian mengingatkan kita untuk lakukan penjagaan ketahanan pangan kita, terlebih waktu siaga bencana Gunung Agung, ” kata Sudikerta. Ditambahkan Sudikerta, infrastruktur harus juga jadi perhatian, terlebih irigasi saluran air yang bagus, penambahan berjalan-jalan produksi, pemakaian alat-alat berteknologi dan pemakaian bibit unggul manfaat penambahan hasil dengan maksimum. “Terima kasih Kepala Balai serta Kementerian Pertanian yang sudah mempersiapkan bibit unggul, tehnologi pertanian, serta alat-alat panen berteknologi tinggi, ” katanya. Terlebih dulu, Kepala Balai Besar Riset Tanaman Padi, Moh Ismail Wahab menyebutkan Indonesia telah mulai sejak tiga th. ini telah tidak mengimpor beras, ini bermakna pemerintah sudah dapat tingkatkan produksi beras hingga dapat penuhi keperluan beras sendiri. Pada Januari 2018 kelak, Indonesia juga akan mengundang FAO untuk mendeklarasikan swasembada beras Indonesia. Presiden RI Joko Widodo juga sudah mencanangkan pertanian moderen, hal semacam ini sekalian untuk menjawab keengganan generasi muda supaya kembali tekuni bagian pertanian. Karenanya, BBPT Padi telah mempersiapkan varietas unggul Padi Hibrida yang dapat hasilkan padi kwalitas tinggi. Varietas unggul ini sudah diaplikasikan di Subak Tajen. Kepala Desa Tajen Gusti Putu Sumerta Yasa memberikan laporan, panen padi di Subak Desa Tajen terlebih dulu cuma menjangkau 6-7 ton, tetapi sekarang ini sesudah mengaplikasikan bibit unggul Hibrida dapat hasilkan 9-10 ton padi, dengan aplikasi tujuh varietas bibit Hibrida dengan beragam permodelan. Hal semacam ini begitu menggembirakan untuk penambahan pendapatan petani di Subak Tajen. Diluar itu rutinitas petani yang membakar jerami selesai panen, sekarang ini telah tak akan membakarnya tetapi di buat kompos yang begitu berguna jadi pupuk organik untuk sawah mereka. Perbandingan pendapatan memakai bibit umum dengan bibit Hibrida selisih Rp10 juta per hektarnya, serta ini pastinya keuntungan menarik untuk orang-orang untuk kembali tekuni bagian pertanian. Diinginkan tehnologi padi hibrida yang sekarang ini telah diaplikasikan bisa pula diaplikasikan di daerah beda, hingga pada umumnya juga akan tingkatkan produktifitas padi di Indonesia.

Login