Asep Ihsan

Stabilkan Harga, Bulog Jawa timur Gerojok Beras Medium di Bawah HET

Dibuat : 09-01-2018, 21:19:20    Kategori : UPSUS Padi, Jagung, dan Kedelai

Kenaikan harga beras nyatanya jadi penyebabnya terjadinya inflasi di Jawa Timur yang lebih dari angka inflasi nasional pada 2017 kemarin. Ini satu ironi mengingat Jawa timur yaitu lumbung padi nasional dengan produksi 8 juta ton sedang mengkonsumsi beras cuma 4 juta ton per th.. Hingga masih tetap ada surplus sebesar 4 juta ton yang disebarkan di semua lokasi di Indonesia.

Ini yang mengundang keprihatinan banyak pihak. Satu diantaranya Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Lewat Asisten 2 Bagian Ekonomi serta Pembangunan, Fattah Yasin waktu ada dalam pelepasan beras untuk operasi pasar di Gudang Bulog Surabaya Utara di Buduran Sidoarjo, Selasa (9/1).

“Data dari BPS (Biro Pusat Statistik) nyatanya inflasi Jawa timur itu 4, 04 % sesaat nasional 3, 6 %. Walau sebenarnya terlebih dulu inflasi Jawa timur tidak sempat diatas nasional. Satu diantara pemicunya yaitu harga beras. Walau sebenarnya kita ini gudang pangan, lumbung padi nasional, ” tutur Fattah. Karena itu, langkah operasi pasar yang dikerjakan Bulog Divre Jawa Timur ini diterima senang Pemerintah Propinsi Jawa timur. Terlebih, Bulog Divre Jawa timur tidak membatasi jumlah beras yang juga akan digelontorkan ke pasar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Surabaya, Difi Ahmad Johansyah mengaku kalau inflasi di Jawa timur berlangsung satu diantaranya karna kenaikan harga beras. Tetapi, diluar itu ada penyebabnya beda hingga inflasi itu jadi melonjak. “Kalau berlibur seperti tempo hari itu memanglah susah mengatur. Ticket transportasi naik, kebanyakan orang menginginkan liburan. Bukanlah hanya karna kenaikan harga beras. Bila kenaikan harga beras, Bulog telah bergerak dengan operasi pasar. Ini bagus untuk dapat mengatur inflasi ke depan, ” tuturnya.

Kepala Divre Bulog Jawa timur, Muhammad Hasyim mengaku operasi pasar ini memanglah perpanjangan dari yang telah dikerjakan Desember 2017 kemarin. Dimana Kementerian Perdagangan memerintahkan mengadakan operasi pasar sampai akhir Januari 2018. Tetapi karna di market masih tetap didapati harga beras yang lebih dari harga eceran teratas (HET) terutama beras medium yaitu Rp 9. 450 per kg, jadi operasi pasar diperpanjang sampai akhir Maret 2018 yang akan datang.

“Dalam operasi pasar kesempatan ini, beras yang kami gelontorkan berlainan dari mulanya. Bila terlebih dulu harga Rp 8. 100 macamnya berlainan. Ini harga Rp 9. 350 per kg masih tetap dibawah HET dengan type medium yang kwalitas semakin bagus. Kwalitas yang kita gelontorkan itu sama juga dengan yang di jual bebas di market. Di market harga nya dapat 10 % diatas HET sampai Rp 11 ribu per kg, ” terang Muhammad Hasyim.

Karenanya, untuk operasi pasar kesempatan ini, berapapun keperluan pasar, Bulog juga akan menyiapkannya. Bahkan juga operasi pasar ini serentak dikerjakan di semua pasar harga grc di kabupaten/kota di Jawa timur. “Tidak cuma di Jawa timur tapi di semua Indonesia. Bila di Jawa timur kita sasar semuanya pasar, bahkan juga ke semua perkampungan, perumahan serta RT RW. Bahkan juga, kita juga buka peluang untuk pedagang serta distributor beras yang ingin jual beras bulog monggo, silakan hubungi kita, ” tandas Hasyim.

Disamping itu, Staf Pakar Kemendag, Suhanto menyebutkan pihaknya telah keliling di psar-pasar di Surabaya serta sekelilingnya untuk lihat gerakan harga beras ini. “Memang di sebagian pasar harga nya cukup tinggi diatas HET. Kita mesti antisipasi ini, ” tukasnya.

Dia mengaku, beras di market sesungguhnya cukup ada cukup. Tetapi umumnya yaitu beras premium dengan harga mahal. “Tugas pemerintah isi beras medium hingga tidak susah didapat warga. Karna warga yang mencari beras medium ini bila tidak ada, bebrapa dapat harga naik. Itu yang kita antisipasi, ” tukasnya.

Memanglah disadari Suhanto, sekarang ini orang-orang banyak yang suka pada beras premium. Tetapi, Bulog dengan Satgas Pangan dan Kemendag selalu siaga untuk mengawasi supaya jangan pernah beras medium Bulog ini disalahgunakan. Dimana oknum-oknum memoles beras Bulog itu lalu di jual dengan harga sama dengan premium. “Karenanya sekarang ini Kemendag coba merajut hubungan kerja dengan Partner Bulog untuk tingkatkan kwalitas beras waktu di penggilingan. Lebih cost sedikit untuk penambahan kwalitas beras Bulog tidak jadi masalah. Tapi tetaplah mesti sesuai sama peruntukannya tidak disalahgunakan, ” tuturnya.

Login