firman sah adi

Pemukiman Warga Nyaris Tersapu Banjir, Hujan Deras Rusak Sawah dan Tanaman

Dibuat : 12-01-2018, 10:33:57    Kategori : News

Keindahan Danau Toba tidak semanis yang dirasa Warga Meat, Kecamatan Tampahan Toba Samosir (Tobasa). Hujan deras yang berlangsung pada Sabtu malam sampai Minggu (17/12/2017) Awal Hari, mengakibatkan kerusakan tanaman warga jadi ancaman untuk kehadiran masyarakat.

Pantauan Tribun, pemukiman yang terancam itu persisnya di dusun I Meat. Tempat riskan ini lebih kurang berjarak 50 mtr. dari bibir pantai Danau Toba. Sesaat banjir yang datang dari bebukitan desa itu selalu mengalir deras lewat sungai " Binanga Bolon ".

Kepala Desa Setempat, Janri Simanjuntak menyebutkan ada 19 kepala kuarga (KK) sebagai bulan-bulanan bencana spesial di Dusun I. Rumah-rumah mereka tidak jauh dari tempat banjir yang mengakibatkan kerusakan tanaman.

Benteng penahan sawah terus-menerus digerus banjir. Setiap menit, sawah yang masih tetap tersisa digempur air berwarna keruh itu. Kata Janri, orang nomor satu di desa iru banjir ini adalah banjir kiriman dari Kabupaten Humbang Hasundutan serta Tapanuli Utara.

Tubuh perladangan perlahan-lahan alami abrasi dikikis sungai " Binanga Bolon " yang bermuara segera ke Danau Toba. Arah air juga makin terang mengarah pemukiman warga. Walau sebenarnya, terlebih dulu air mengalir lebih jauh dari pemukiman serta saat ini membuat lingkaran sembari menghantam dinding-dinding perladangan.

Janri yang kenakan baju putih bertuliskan oesona Indonesia itu berujar, banjir senantiasa berlangsung ketika musim hujan. Berlainan dengan banjir terlebih dulu, kesempatan ini banjir kiriman ini menyebabkan warga tidak untung beberapa ratus juta. Terlebih, bertanam sawah adalah mata pencaharian paling utama warga Meat.

" Tanaman padi yang rusak lebih kurang telah dua hektar. Automatis warga tidak untung. Dari tanaman padi saja, tempat seluas dua hektar dapat hasilkan 1000 Kaleng padu dikali Rp 50 Ribu per kaleng serta sedikitmya Rp 50 Juta tidak untung. Belum juga irigasi yang rusak menjangkau 20 mtr.. Irigasi sekitaran 20 Mtr. rusak, " keluhnya.

Sayangnya, gagasan Janri untuk menyelamatkan desanya tidak cocok yang diangan-angankannya. Dana desa untuk mamperbaiki masalah yang menerpa tidak dapat dialihakan kegunaanya.

Mirisnya sekali lagi, sekian kali sudah masukan mereka juga tidak hingga pada pemerintah. Tujuh anggota dewan dari Dapil itu harga hp samsung sempat juga berjanji juga akan menormalisasi sunga di di daerah itu, tetapi sampai berlangsung banjir mereka tidak kunjung datang. Keadaan ladang serta pemukiman Warga Meat, Kecamatan Tampahan Toba Samosir (Tobasa) rusak serta terancam digerus air sungai karena hujan deras yang berlangsung pada Sabtu malam sampai Minggu (17/12/2017) awal hari.

Keadaan ladang serta pemukiman Warga Meat, Kecamatan Tampahan Toba Samosir (Tobasa) rusak serta terancam digerus air sungai karena hujan deras yang berlangsung pada Sabtu malam sampai Minggu (17/12/2017) awal hari.

" Legislatif dari ini seperti Toni Simanjuntak, Sahala Tampubolon serta yang beda pernag saya dampingi reses di sinj pada Februari 2017 kemarin. Tapi hingga saat ini belumlah ada tindak lanjut, " terangnya.

Ta cuma itu, ia juha mengakubtelah memberikan laporan hal semacam ini ke PSDA Barumun Asahan, pada April 2017 kemarin. Aspirasinya tidak terjawab. Sama dengan haraoannya pada janji legislatif tidak kesampaian.

Da mengharapkan, Pemerintah terutama Pemkab Tobasa bisa ada menolong warga dalam menanggulangi bencana. Apabila tidak selekasnya dikerjakan, diperkirakan terkhusus warha dusun I desa itu juga akan selesai pada banjir yang menghanhutkannya ke Danau Toba.

Login