popay

Tanaman Asli Afrika Barat yang Jadi Berkah Bagi Perekonomian Indonesia

Dibuat : 18-03-2018, 00:52:09    Kategori : News

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara Perayaan 2 Abad Kebun Raya Bogor sekaligus menandatangani Tugu Prasasti Plasma Nutfah Kelapa Sawit Indonesia di Bogor, Minggu (11/3) .Penandatanganan ini menjadi bukti komitmen kerajaan terhadap industri kelapa sawit di masa depan. Ketua Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI (Kebun Raya Bogor) Didik Widyatmoko berkata, prasasti ini mengingatkan live streaming tv generasi muda terhadap sejarah kelapa sawit Indonesia yang bermula dari Kebun Raya Bogor. Menurut Didik, tidak banyak orang yang tahu bahwa tanaman kelapa sawit yang menjadi prima donna di Indonesia berasal dari rantau ini di Afrika Barat. Tanaman ini dibawa oleh ahli botani asal Belanda pada 1848. Pada masa itu, ada empat pokok induk kelapa sawit yang ditanam di Buitenzorg Botanical Garden yang sekarang dikenal dengan sctv online nama Kebun Raya Bogor. Pada masa itu, Belanda mengumpul pelbagai tumbuhan yang sesuai di Indonesia, termasuk sawit, kina dan kayu manis. "Sawit yang sekarang menjadi komoditi andalan Indonesia itu bermula dari sini," ujar Didik di sela acara Perayaan 2 Abad Kebun Raya Bogor dan menandatangani Tugu Prasasti Plasma Nutfah Kelapa Sawit Indonesia di Bogor. Plt Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bambang Subiyanto menambah, bibit sawit yang dibawa dari Afrika tersebut pertama kali ditanam tepat di lokasi prasasti itu. "Pada masa itu kita juga tidak tahu sama ada produktiviti tinggi atau tidak, tetapi jelas benihnya dibawa oleh Belanda dari Afrika dan sekarang rcti online telah menguasai ekonomi di Indonesia," kata Bambang. Biji-bijian dari empat pohon itu kemudian ditanam sebagai tanaman hias dan bayangan di ladang tembakau di Deli, Sumatera Utara. Melihat pertumbuhan yang sangat baik, kemudian M Adrien Hallet, seorang warga Belgium membina ladang kelapa sawit pada skala ekonomi seluas 2,630 hektar (ha) di Sumatera Utara dan Aceh pada 1911.

Login